Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS UPDATES

Suara Rekah Tentang Fenomena Perisakan dan Perundungan

Published

on

Rekah, kolektif post-hardcore Jakarta yang baru saja melempar klip terbarunya.

Pernahkah kalian mengalami perisakan atau lebih dikenal sebagai bully? Jika pernah, maka kalian tidak sendirian. Unit Post-Hardcore asal Ibukota bersama Hantu Records & Publishing baru saja mengeluarkan karya terbaru berupa video musik dan zine.

Video musik yang disutradari oleh drummer Rekah sendiri, yaitu Johan Junior dan diproduseri oleh vokalis Nonanoskins, Zara Zahrina ini menjadi manifestasi dari pengalaman Faiz Alfaresi (vokalis Rekah) tentang perisakan yang pernah ia alami. Dibintangi juga oleh sang vokalis, video ini mengilustrasikan bagaimana perisakan dan perundungan bisa mendarah daging di ingatan para korbannya.

Video ini diisi dengan gambaran kehidupan seorang pemuda yang terlihat biasa saja sedang memasak mie instan ala anak kost di tanggal tua, menyeduh kopi untuk mencari inspirasi, dan menonton televisi untuk membunuh kebosanan. Dibalik normalnya rutinitas tersebut ternyata terdapat memori buruk yang masih menghantui. Sesekali memori itu muncul ke permukaan dan seakan menjadi nyata. Di sinilah pesan bahwa ingatan tentang pengalaman perisakan dan perundungan itu masih dapat tersimpan dan diingat oleh korbannya.

Sebagai klimaks, di video musik ini disajikan adegan di mana Faiz berada di satu ruangan dan disiksa. Adegan penyiksaan berdarah-darah ini disajikan dengan warna hitam putih seperti scene berdarah-darah yang ditayangkan di televisi agar tidak di permasalahkan KPAI. Di scene ini sepertinya representasi “GULAG” itu dijelaskan, bahwa perisakan dan perundungan yang masih banyak terjadi bisa diindikasikan sebagai “the next GULAG”. Jadi jika jaman dahulu “GULAG” merupakan salah satu sistem birokrasi milik Uni Soviet, sekarang “GULAG” bisa diartikan menjadi fenomena perisakan atau perundungan.

Selain itu, Rekah bersama Hantu Records & Publishing juga merilis zine yang bisa dipesan lewat Instagram @hanturecs. Zine ini memuat beberapa cerita tentang perundungan dan melalui zine ini diharapkan meberikan ruang untuk mengamplifikasi suara para korban. Lewat zine tersebut, kalian juga bisa mengunduh lagu terbaru rekah ini.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS UPDATES

Looking For, Perkenalan dari Kayman

Published

on

Mira Jasmine dan Kayman. (Dok. Pon Your Tone)

Rasa hambar dalam suatu hubungan, sebuah penantian tak berujung, hingga menunggu kesempatan kedua; ungkapan-ungkapan itu mengendap tersembunyi dalam percakapan antar pasangan yang terasa dingin dan penuh kecanggungan. Seperti halnya Looking For menembus dimensi kedua pasangan itu untuk menentukan ujungnya.

Pekan lalu, produser muda Kayman memperdengarkan karya bernuansa R&B/Neo-Soul dengan menggaet penyanyi muda Mira Jasmine. Kolaborasi keduanya cukup mengena, sekalipun ini merupakan debut bagi Kayman dalam merilis karya orisinil. Selama ini, produser yang dinaungi Pon Your Tone itu lebih dikenal sebagai DJ bergenre House, Afro-Beat dan Baile-Funk, dirinya juga lebih banyak menghabiskan waktu sebagai co-producer Dipha Barus.

Sebelum melempar debut Looking For, Kayman lebih aktif dalam urusan aransemen ulang, seperti lagu How Many Drinks milik Miguel atau Oye Como Va milik Tito Puente yang pernah di remix. Pria yang menekuni bidang Audio Engineering sejak usia 16 tahun ini juga sempat menggubah lagu Chasing Time milik Azelia Banks yang masuk di album kolaborasi antara Pon Your Tine dan De La Hous ‘Tone House’.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Fraud: Release The Beast

Published

on

Fraud ketika tampil di Grand City pertengahan Februari kemarin (16/2) dengan memainkan beberapa materi baru. (Foto: Haryo Bahrul Ilmi)

Seperti yang kita ketahui bersama, selepas album kedua Movement Before Mouthment rilis empat tahun lalu, Fraud tidak berhenti untuk menciptakan karya baru. Dan masuk di 2019 ini, mereka sedikit memberi bocoran tentang album barunya. Mengutip dari statement Kecenk, gitaris dari Fraud, ia sempat mengujarkan niat bandnya untuk tidak lagi menggunakan kata-kata umpatan dalam liriknya.

Lebih lanjut lagi, Kecenk menjelaskan sebagian dari lirik di album ketiganya nanti akan rilis tahun ini. Isinya masih tetap berkutat tentang refleksi mereka terhadap lingkungan sosial dalam bentuk kritik yang membangun. Tak luput beberapa permasalahan yang terjadi di tanah air dalam beberapa waktu lalu, termasuk juga suntikan motivasi untuk para korban bencana alam yang terjadi baru-baru ini. “Jadi di album ketiga ini kami lebih menata kalimat dan diksi. Tidak seperti album-album sebelumnya,” terang Kecenk ketika kami hubungi pekan lalu. Dirinya juga tak lupa menyelipkan pesannya untuk lebih mempertahankan lokalitas Surabaya. “Karena kita harus tetap jadi diri sendiri, mempertahankan esensi kelokalan, supaya bisa memperkuat agar trend dan industrinya tidak tergeser dan berubah-ubah,” sambungnya.

Kini Fraud tengah fokus pada tahap revisi dan evaluasi materi yang telah selesai digarap.  Dengan mengenyampingkan ego, band yang baru saja berpisah dengan drummernya (Edel) akhir tahun kemarin coba memperhatikan hal-hal terkecil untuk album barunya, termasuk urusan menggaet produser. Nantinya, nama produser yang telah mereka pilih akan diumumkan pasca single barunya rilis. Selain itu, pemilihan studio dan sound engineering juga mereka fokuskan. Buktinya, proses rekaman dilakukan di beberapa studio berbeda, khususnya untuk take drum, Fraud menginginkan studio yang nyaman dengan feel akustik yang mumpuni.

Dalam waktu dekat, sembari menunggu menunggu proses album yang berjalan sejak pertengahan 2018 rampung, Fraud akan merilis ulang album pertama dan keduanya. Kali ini, band yang sempat berbagi panggung dengan Sick Of It All ini memlih format kaset untuk merilis kedua album lawas-nya. “Setelah rampung produksinya, kami akan membuat launching atau bahkan secret gigs mungkin,” tutur Kecenk.

Fraud (1)
Fraud (2)
Fraud (3)
Fraud (4)
Fraud (5)
Fraud (6)
Fraud (7)
Fraud (8)
Fraud (9)
Fraud (10)
Fraud (11)
Fraud (12)
Fraud (13)
Fraud (14)
IMG_6929
Continue Reading

EVENTS

Gallery: Workshop Distribusi Musik Promosi Masa Kini

Published

on

Dalam acara Colleague Eksposura yang diselenggarakan di Grand City akhir pekan kemarin (16/2) terselip sebuah workshop yang membahas tentang “Distribusi Musik dan Promosi Masa Kini”. Sesi tersebut diisi oleh empat narasumber, yakni kedua personil Wake Up, Iris!, Deni Saha (Programme Director M-Radio) dan juga Kecenk (Fraud).

Continue Reading

Surabaya