Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

Published

on

SURABAYA, 4 Maret 2018 – Setelah sempat hiatus setahun lebih, di bulan Maret ini Ronascent kembali hadir dengan kompilasi musik ke-4 nya : “Reader is the Leader”. Kompilasi yang merupakan kaleidoskop karya-karya musisi independen Surabaya dalam setahun terakhir ini diupayakan rutin rilis tiap tahunnya. Dan tema yang diangkat pada kali ini—Reader is the Leader—memuat niatan tim redaksi Ronascent untuk mengembalikan lagi kontennya untuk pembaca. Selama ini mungkin pemberitaan Ronascent cenderung subjektif, suka-suka, dan seenak udel’. Namun dari situlah, lewat kompilasi ini Ronascent mencoba untuk lebih memahami pembacanya dan apa yang dibutuhan mereka pada sebuah media.

Kemudian, kenapa langkah awalnya lewat kompilasi keempat? Karena momen ini sekaligus jadi perayaan lima tahun kami berkiprah mendukung pergerakan skena musik Surabaya. Tahun yang tidak sebentar untuk hitungan media partikelir seperti ini. Dimulai dari melempar survey ke pembaca untuk menentukan siapa saja yang cocok masuk kompilasi hingga proses kurasi berdasar masukan dari banyak pihak. Jadi, dari 10 band yang masuk, seluruhnya merupakan pilihan pembaca.

Mendapati beberapa nama baru yang menjanjikan, kompilasi ini menghadirkan Sinleto, The Dance Going On, RHNK, Exterminalos, Nonanoskins, 1234!, Hi Mom!, The Last Suga, Dandelions, dan Layung Temaram. Terdapat dua track yang diperdengarkan perdana lewat kompilasi mixtape ini, yaitu “The Headliner’ milik kelompok psychedelic ska The Dance Going On dan single teranyar Layung Temaram berjudul “Waktu”. Disamping itu, delapan lainnya adalah lagu-lagu yang menghiasi wajah skena lokal sepanjang akhir 2016-2017. Bagi Ronascent, kesepuluh track inilah yang representatif mewakili wajah industri musik bawah tanah di Surabaya setahun kebelakang.

Dalam rilisan kali tersebut, Ronascent bekerjasama dengan Digital Music University (DMU) untuk menangani sisi audio balancing. Dalam prosesnya, Nanda, audio engineer DMU memandang materi kompilasi ini punya warna yang beragam—sangat multigenre. Meski ada beberapa kendala seperti waktu dan penyetaraan kualitas audio, namun dengan kadar excitement yang tinggi, proses balancing pun bisa cepat teratasi.
Dengan rilisnya kompilasi “Reader is the Leader” ini sekaligus menambah koleksi mixtape bebas unduh milik Ronascent. Di tahun pertama muncul, tepatnya tahun 2013 Ronascent melempar “The First Step”. Setahun kemudian rilis kompilasi kedua “Safe and Sound” yang di bundling dengan Majalah “Surabaya Footnote 2014”. Dan terakhir, adalah kompilasi 2 side “Outtatime” di tahun 2016.

Tepat pada 4 Maret kemarin, album kompilasi “Reader is the Leader” sudah bisa diunduh secara gratis melalui situs www.ronascent.biz. Rilisnya kompilasi ini sekaligus menandakan hiatusnya media kami untuk beberapa saat. Meski kanal berita Ronascent sudah ditutup untuk beberapa waktu, namun pembaca masih bisa mengunjungi situs Ronascent dan menikmati suguhan 10 band menarik yang ada di kompilasi keempat. Di sela-sela itu, kami akan mempersiapkan amunisi baru untuk menyajikan kembali pemberitaan yang dibutuhkan pembaca dengan tampilan dan rasa konten yang baru. Jadi, selamat menikmati! (may/ron)

Dari kami,
untuk pembaca

————————————-

Executive Producer: Ian Darmawan
Producer: Agita Bela
Visual Concept & Artwork: Syamsur Rijal & Agastiko
Music Curator: Ronascent
Audio Balancing: Nanda DMU (Digital Music University)
Promotions: Nadia Maya, Arina Habaidillah, Tito Hilmawan
Digital Content: Rona Cendera

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya