Memorabilia The Flins Tone

Memorabilia: The Flins Tone dengan setlist lagu-lagu lamanya kemarin di M-Radio. (Foto: Yogie Husien)

Dari sekian banyak capaian yang sudah The Flins Tone dapat, cukup banyak perjalanan yang mereka lewati, khususnya delapan tahun silam, tahun di mana single Hariku Harimu lahir dari band pop punk satu ini. Mulai bepetualang di Jakarta, berurusan dengan label ‘nakal’, hingga berpisah dengan mendiang drummernya, Mahdi. Namun, berawal dari itu semua, langkah The Flins Tone mulai terbuka. Semenjak itu juga nama mereka tidak pernah tenggelam karena terus menelurkan karya, gimmick dan tentunya manggung. Berupaya untuk tidak melupakan masa sulit, kemarin (19/11) TFT merayakannya lewat gigs ‘8th Anniversary Hariku Harimu’ di M-Radio Surabaya.

Sejak awal, penonton diajak bernostalgia dengan lagu-lagu lawas TFT. Empat lagu dari album kedua langsung mereka lempar berturut-turut. Mulai He’s The Best Actor For This Episode, Blast A Scenario With My Stereo, Perjalanan Tahun Ini, dan Popularitas Bintang Media. Crowd yang di dominasi oleh teman-teman sepantaran mereka pun turut merasakan emosional dari lagu-lagu yang rilis di medio 2012-an tersebut. Ditambah, single yang punya andil memperkenalkan mereka, Tragedy On September ikut masuk setlist. Kemudian Suatu Saat Nanti dan Stagnasi dari album ketiga Good News dan tentunya ditutup oleh Hariku Harimu.

“Ada dua orang yang pertama kali dengerin lagu Hariku Harimu, yaitu Icunk bassisnya Pingpongdash sama Ian gitarisnya Nonanoskins. Mereka itu jadi salah satu saksi dari perjuangan kami delapan tahun lalu,” cerita Kiky. Lagu yang menampilkan sisi minor TFT itu sebenarnya dibuat untuk diperdengarkan ke salah satu label di Jakarta. Karena tidak ada kejelasan dari label terkait, akhirnya band yang tahun lalu masuk nominasi AMI Awards 2016 tersebut merilisnya secara mandiri, melalui video klip yang dilempar setelah merilis EP pertamanya Flinsnopsis. “Oh iya, dalam waktu dekat, kami juga akan masuk studio lagi untuk merekam album terbaru,” lanjut Kiky sambil mengisyaratkan untuk menutup gigs mereka dengan remake lagu Hariku Harimu.

Nuansa nostalgia pun tidak hanya muncul di penampilan TFT. Diam-diam dan tak disengaja, Give Me Mona juga bernostalgia dengan eks vokalis mereka Oscar Lauma, ketika Paul Kawinda cs memainkan lagu penutup Television. Begitu halnya Straight At Venue yang makin menambah  kesan gigs kemarin lebih oldskul, karena band-band yang tampil bisa dibilang sudah tidak muda lagi, kecuali Captain Staveller. Meski berdurasi singkat, tapi suguhan memorabilia The Flins Tone sudah lebih dari cukup untuk mundur ke belakang, melihat kembali kejayaan band-band pop punk yang dulu cukup dominan.

TFT 0005
TFT 0004
TFT 0003
TFT 0002
TFT 0001

Foto-foto oleh: Yogie Husien (@yogiehusien)

 

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *