Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Memorabilia The Flins Tone

Published

on

Memorabilia: The Flins Tone dengan setlist lagu-lagu lamanya kemarin di M-Radio. (Foto: Yogie Husien)

Dari sekian banyak capaian yang sudah The Flins Tone dapat, cukup banyak perjalanan yang mereka lewati, khususnya delapan tahun silam, tahun di mana single Hariku Harimu lahir dari band pop punk satu ini. Mulai bepetualang di Jakarta, berurusan dengan label ‘nakal’, hingga berpisah dengan mendiang drummernya, Mahdi. Namun, berawal dari itu semua, langkah The Flins Tone mulai terbuka. Semenjak itu juga nama mereka tidak pernah tenggelam karena terus menelurkan karya, gimmick dan tentunya manggung. Berupaya untuk tidak melupakan masa sulit, kemarin (19/11) TFT merayakannya lewat gigs ‘8th Anniversary Hariku Harimu’ di M-Radio Surabaya.

Sejak awal, penonton diajak bernostalgia dengan lagu-lagu lawas TFT. Empat lagu dari album kedua langsung mereka lempar berturut-turut. Mulai He’s The Best Actor For This Episode, Blast A Scenario With My Stereo, Perjalanan Tahun Ini, dan Popularitas Bintang Media. Crowd yang di dominasi oleh teman-teman sepantaran mereka pun turut merasakan emosional dari lagu-lagu yang rilis di medio 2012-an tersebut. Ditambah, single yang punya andil memperkenalkan mereka, Tragedy On September ikut masuk setlist. Kemudian Suatu Saat Nanti dan Stagnasi dari album ketiga Good News dan tentunya ditutup oleh Hariku Harimu.

“Ada dua orang yang pertama kali dengerin lagu Hariku Harimu, yaitu Icunk bassisnya Pingpongdash sama Ian gitarisnya Nonanoskins. Mereka itu jadi salah satu saksi dari perjuangan kami delapan tahun lalu,” cerita Kiky. Lagu yang menampilkan sisi minor TFT itu sebenarnya dibuat untuk diperdengarkan ke salah satu label di Jakarta. Karena tidak ada kejelasan dari label terkait, akhirnya band yang tahun lalu masuk nominasi AMI Awards 2016 tersebut merilisnya secara mandiri, melalui video klip yang dilempar setelah merilis EP pertamanya Flinsnopsis. “Oh iya, dalam waktu dekat, kami juga akan masuk studio lagi untuk merekam album terbaru,” lanjut Kiky sambil mengisyaratkan untuk menutup gigs mereka dengan remake lagu Hariku Harimu.

Nuansa nostalgia pun tidak hanya muncul di penampilan TFT. Diam-diam dan tak disengaja, Give Me Mona juga bernostalgia dengan eks vokalis mereka Oscar Lauma, ketika Paul Kawinda cs memainkan lagu penutup Television. Begitu halnya Straight At Venue yang makin menambah  kesan gigs kemarin lebih oldskul, karena band-band yang tampil bisa dibilang sudah tidak muda lagi, kecuali Captain Staveller. Meski berdurasi singkat, tapi suguhan memorabilia The Flins Tone sudah lebih dari cukup untuk mundur ke belakang, melihat kembali kejayaan band-band pop punk yang dulu cukup dominan.

TFT 0005
TFT 0004
TFT 0003
TFT 0002
TFT 0001

Foto-foto oleh: Yogie Husien (@yogiehusien)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

Surabaya