Gho$$ & Kompilasi ‘The Mighty Eight’ Tawarkan Regenerasi Musik Rock

Suasana peluncuran kompilasi ‘The Mighty Eight’ kemarin (25/10). Foto: Arina Habaidillah

Memasuki akhir tahun 2017 ini, industri musik nasional digebrak oleh rilisnya sebuah kompilasi ‘The Mighty Eight’. Yang menarik dari kompilasi ini ialah deretan band lintas kota yang menjanjikan warna musik baru. “Delapan band di ‘The Mighty Eight’ punya karakter dan asal daerah yang berbeda-beda. Jadi, secara musikalitas, album ini menawarkan sebuah paket lengkap dari apa yang kami sebut regenerasi musik rock Indonesia.” ujar Gege Dhirgantara, General Manager Supermusic.id kemarin (25/10).

Perilisan album yang diadakan di Brewerkz Cafe, Senayan City, Jakarta Pusat itu juga dihadiri oleh band-band ‘The Mighty Eight’, termasuk Gho$$, band pemuja depresi dengan unsur trip-hop yang belakangan mulai jadi perbincangan. Band yang terpilih jadi pemenang SuperMusic.ID Rockin Battle itu sukses menambah daftar band nasional yang rekaman dan dipoles oleh produser serta engineer ternama yang berpengalaman memegang band sekelas The Beatles, Coldplay, Motley Crue, hingga Guns N Roses.

Gho$$ juga sempat tampil di Sydney, disaksikan langsung oleh salah satu sound engineering Coldplay yang cukup excited dan mengapresiasi warna musik mereka yang berbeda di industri nasional. Band yang dibentuk tahun 2014 itu sukses menyingkirkan lebih dari 1.200 band dan berhak mendapat privilege untuk merekam single ‘CARE.LE$$’ di studio legendaris di Australia, yakni Studio 301 dan Hercules Street Studio.

Terlibat juga di dalamnya senior engineer Lachlan Mitchell (pernah bekerjasama dengan produser The Beatles, George Martin) dan juga Assistant Engineer Owen Butcher (Menangani rekaman Coldplay, Richard Fortus “Guns n Roses”, sampai John Corabi “Montley Crue”). Tidak hanya itu, Senior Music Engineering, Steve Smart yang pernah membawa penghargaan Multi-platinum sales, ARIA & Golden Guitar Awards, dan masuk Oscar juga turut hadir untuk memberikan apresiasi kepada Gho$$.

Selain Gho$$, ‘The Mighty Eight’ juga diisi oleh tujuh band lain dengan karakter yang berbeda. Stephen Santoso, Gitaris Musikimia turut menjadi produser dalam proses perekaman album kompilasi untuk kedelapan finalis Rockin Battle tersebut. Mereka adalah Meet After The Storm (Palembang), Killa The Phia (Aceh), Kasino Brothers (Yogyakarta), Equaliz (Medan), Jakarta Blues Factory (Jakarta), THE GRTGZ (Bekasi) dan Radioaktif (Bandung). Karya kompilasi ini juga bisa didengarkan atau diunduh secara digital melalui aplikasi musik seperti iTunes, Apple Music, JOOX, Spotify dan sebagainya.

Rakjat Djelatah yang tak segan untuk mengepul ilmu dari panggung ke panggung bebunyian. Suka menggagungkan katakata pada limit kepsyen instagram belaka. Akhir-akhir ini, ia sedang belajar menulis yang baik dan benar untuk kemaslahatan umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *