Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Merasakan Gebukan Termuda Hingga Teriakan Tertua di Brotherground 2017

Published

on

Kolektif black metal Dry, jadi salah satu band tertua yang tampil di Brotherground 2017. (Foto: Agastiko)

Jika ditanya apa yang berbeda di tiap edisi Brotherground, tentu yang terdepan ialah deretan performernya. Kemudian, tanggal penyelenggaraan, sampai harga tiketnya: hal minor untuk gelaran acara musik ter-major di Surabaya saat ini. Masih mengusung spirit persaudaraan bawah tanah (baca: brotherground), festival ini tak habisnya merotasi potensi-potensi terbaik yang ada di kotanya. Tak berhenti di metal-HC, punk hingga hip-hop pun ditampilkan dengan satu syarat, yakni karya. Cocaine Crimes dan Grounderz Records tidak menerima band bodong, alias hanya ada personil tanpa musikalitas. Setidaknya satu single saja sudah bisa jadi modal untuk naik ke stage dan di tonton ratusan hingga ribuan penoton.

Seperti biasa, warga Surabaya sangat menyukai suasana rindang. Ketika ada siluet pohon di tengah siang bolong, spot itulah yang paling menarik di banding apapun.  Suhu di Surabaya saat Brotherground 2017 kemarin (10/9) yang mencapai 33⁰C sedikit membuat kesal. Tidak disangka, banyak yang rela merogoh kocek Rp 40 ribu hanya untuk berteduh. Padahal, ini bukan pertunjukan Payung Teduh yang musiknya tanpa gaduh. Alhasil, pemandangan Parkir Timur Delta Plaza kemarin agak lowong di tengah karenanya, klise. Tapi tetap, apapun yang terjadi, atraksi musik bawah tanah tetap berlangsung. Dibuka oleh kolektif HC energik Strength Of Change, veteran hip-hop Point Blank, band punk diambang sadar Pig Face Joe, Tikam hingga death metal anyar Unscarred.

Vokalis Dandelions, Njet dengan gimmick andalannya di stage: menyuarakan (bukan) playboy. (Foto: Agastiko)

Suasana sempat adem kala rombongan generasi bunga maju merajut lirik demi lirik milik Dandelions. Gimmick band satu ini masih bisa ditebak kala sang vokalis Njet berdiri di barikade dan menyodorkan mic-nya ke penonton, kemudian: “Bisa Saja / Kumiliki Kamu / Jika Aku Lelaki / Playboy”. Setelah itu, siluet pohon kembali ramai digemari. “Kayaknya temen-temen di sini harus banyak di edukasi. Soalnya, mereka semua masuk sini bayar, jadi harusnya mereka bisa bebas menikmati acara ini. Jangan takut panas, terus kalo bandnya gak kenal gak mau maju. Kan aneh,” celetuk Simon, gitaris Burning yang tampil setelah Dandelions. Memang ketika Burning on stage, tidak sedikit penonton yang maju dan tenggor sana-sini, tapi setelah itu lagi-lagi tunduk pada teriknya matahari.

Break Maghrib datang, penonton pun senang. Ditambah lagi band-band yang tampil semakin brutal. Dimulai dari Daging, Neurosick, Wolf Feet, hingga dedengkot black metal berusia 27 tahun, Dry yang tampil paling mencolok dengan tampilan dan energi pedal-nya. Tak ketinggalan Plester-X, Crucial Conflict, dan Fraud: salah satu penyebab terselenggaranya acara ini. Yang ditunggu-tunggu pun hadir, band yang sedang sibuk meledakan album Mazmur: 187, yess Siksa Kubur tak henti-hentinya menggiling crowd yang makin malam makin ramai. Begitupun dengan GAS hingga Deadsquad yang didapuk sebagai penutup padatnya Brotherground 2017.

Dibalik riuhnya puncak acara, banyaknya penampil, ramainya penonton, hingga ajang reunian di backstage, Brotherground 2017 juga menyimpan tontonan yang (mungkin) banyak dilewati. Jika di edisi-edisi sebelumnya Brotherground gencar melakukan regenerasi, hal itu mulai terasa dengan munculnya nama-nama baru. Sebut saja Unscarred yang jadi band termuda. Sama juga dengan Metallion. Memang band ini bukan wajah lama, tapi juga tidak bisa dibilang baru. Band bermuatan thrash yang sangat menjiwai Sepulutura ini cukup menarik perhatian. Gebukan drum yang muncul dari mereka berasal dari keringat seorang anak kelas 5 SD. Kekuatan dan kecepatan skill-nya bersanding langsung dengan vokalis veteran, yakni Bonie vokalis Metallion yang berduet dengan eks vokalis band metal yang sempat menggema di era 90an, Retry Beauty. Sepertinya ini jadi regenerasi yang cukup ekstrim. Penonton benar-benar diajak merasakan gebukan dari yang termuda hingga teriakan dari yang tertua.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

Surabaya