Kedewasaan Neck Deep di Album ‘The Peace And The Panic’

Cover album terbaru Nick Deep, The Peace and the Panic. (source: iTunes)

Unit Pop Punk asal Wales (UK), Neck Deep, akhirnya merilis album rekaman ketiga mereka bertajuk ‘The Peace And The Panic’ pada 18 Agustus 2017 lalu. Dibawah naungan Hopeless Records, album yang berisikan 11 track dan dua bonus track (hanya dalam format CD dan Vinyl) ini menampilkan sisi Neck Deep yang lebih dewasa dan personal. Banyak momen-momen dan pelajaran yang dialami Neck Deep dua tahun setelah rilisnya album kedua ‘Life’s Not Out to Get You’. Tak heran jika hal tersebut banyak dituangkan dalam album ketiga mereka.

Album ini dibuka dangan track berjudul “Motion Sickness”. Track ini menceritakan perubahan yang Neck Deep alami setelah rilisnya album kedua mereka. “Motion Sickness” sangat pas dipilih sebagai track pembuka karena secara general track ini mampu merangkum cerita perjalanan Neck Deep setelah rilisnya album kedua.

Bergeser ke ranah lebih personal, sang vokalis, Ben Barlow, menuangkan pengalaman pribadinya di beberapa lagu. Di track ketiga berjudul “The Grand Delusion”, Ben menuliskan lirik tentang dirinya ketika ia mengalami psychological issue yang menyebabkan dirinya berhalusinasi dan tidak berfikir jernih. Di track keempat “Parachute”, Ben kembali menceritaan pengalamannya bahwa ia ingin mengubah hidupnya dan keluar dari realita yang menjebak dirinya. Kemudian di track “In Bloom” dan “Critical Mistake”, Ben merangkum kisah asmaranya yang kandas dikarenakan oleh kesalahannya.

Dalam album ini juga terdapat dua track yang sangat personal bagi Ben Barlow dan Fil Thorpe-Evans sang bassist. Semua terangkum dalam track delapan berjudul “Wish You Were Here” dan track sepuluh berjudul “19 Seventy Sumthin” yang menceritakan tentang kematian orang yang mereka sayangi. Terlebih lagi di track sepuluh yang menceritakan tentang bagaimana orang tua Ben bertemu sampai ayah Ben meninggal. Bisa dibilang “19 Seventy Sumthin” merupakan lagu tribute to Terry Barlow.

Tidak melulu soal depresi, anxiety, kesedihan, dan kenangan, ‘The Peace And The Panic’ juga menyoroti masalah politik di era masyarakat modern. Tema itu mereka tuangkan dalam track kedua “Happy Judgement Day” dan track keenam “Don’t Wait”. Yang lebih spesial lagi, pada track keenam, Neck Deep menggandeng Sam Carter (The Architects) untuk berkolaborasi di dalamnya. Scream voice  ala Sam Carter dalam track ini menjadikan “Don’t Wait” sangat powerful.

Sejauh ini, ‘The Peace And The Panic’ adalah album terbaik yang pernah Neck Deep ciptakan. Diangkat dari pengalaman yang mereka alami dua tahun ke belakang, lagu-lagu di dalamnya sangat raw, vulnerable, dan jujur. Hal ini membuktikan bahwa Neck Deep telah beranjak dari zona nyaman mereka.

Tracklist:

  1. 1. Motion Sickness
  2. 2. Happy Judgement Day
  3. 3. The Grand Delusion
  4. 4. Parachute
  5. 5. In Bloom
  6. 6. Don’t Wait (feat. Sam Carter)
  7. 7. Critical Mistake
  8. 8. Wish You Were Here
  9. 9. Heavy Lies
  10. 10. 19 Seventy Sumthin’
  11. 11. Where Do We Go When We Go
  12. 12. Beautiful Madness (Bonus Track)
  13. 13. Worth It (Bonus Track)
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
An amateur dilettante | Straight Edge | Star Wars’ die-hard fans | Records Junkie |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *