Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

Hi Mom! Tampilkan Lima Koreografi Dalam Klip “Penghuni Telinga”.

Published

on

Cuplikan video klip perdana Hi Mom! yang disutradarai oleh drummernya sendiri. (Source: Youtube)

Sebelas bulan setelah debut album ‘The Youth Is The Real Time Bomb’ dirilis, Hi Mom! merilis video klip pertama mereka dari lagu Penghuni Telinga pada 13 September 2017 kemarin. Sebelumnya lagu tersebut sempat dijadikan teaser pre-release album mereka pada September 2016. Seperti halnya komposisi dari Penghuni Telinga, video ini menampilkan keunikan dari Hi Mom! sebagai band yang dikenal selalu menghadirkan gagasan-gagasan unik dari setiap rilisannya. Klip ini disutradarai sendiri oleh sang drummer Giovanni Dananjaya, yang sehari-harinya berprofesi sebagai multimedia designer. Keberadaan drummer yang bergabung dengan Hi Mom! sejak 2015 ini adalah suatu keuntungan bagi Hi Mom! dengan memiliki personel yang mampu menerjemahkan ide-ide kreatif musiknya kedalam ranah visual.

Ide dari klipnya sendiri kurang lebih berangkat dari makna lagu yang menggambarkan selalu adanya ‘bisikan’ bawah sadar pada setiap manusia saat akan melakukan suatu tindakan. Biasanya ‘bisikan’ bawah sadar itu akan mengajak untuk berbuat positif jika manusia tersebut ingin berbuat negatif, sebaliknya seringkali ‘bisikan’ itu mengajak berbuat negatif saat manusia ingin melakukan hal-hal baik. Dari pemikiran inilah judul Penghuni Telinga berasal.

Daya tarik video klip Penghuni Telinga ini ada pada penggunaan koreografi sebagai fokus utama video yang dilakukan oleh para anggota Hi Mom! dan pelaku tari profesional. Alasan menggunakan koreografi pun bercermin pada keberadaan klip-klip musik indie lain yang ada saat ini. “Video klip musik indie dengan koreografi bisa dihitung dengan jari, bahkan nyaris tidak ada,” ujar Giovanni, “kepikiran menggunakan koreografi adalah sebagai pembeda dari video klip kita dengan band-band lain.” tandasnya.

Video ini menampilkan potongan-potongan adegan di mana kelima anggota Hi Mom! yang berekspresi sesuka mereka sembari didampingi penari dengan genre yang berbeda-beda. Para penari ini bisa dibilang adalah penggambaran ‘penghuni telinga’. Gitaris Indra Adi Surya dengan seorang pesenam aerobik diambil di sebuah sanggar senam di sekitaran Rungkut, Surabaya. Bassist Adhil Alba ditemani penari salsa di atap rumah pribadinya di kawasan Ampel, Surabaya. Vokalis sekaligus gitaris Khukuh Yuda menari krumping di tepi sungai kanal dan keyboardist Eri Rukmana menari di sebuah lahan kosong dalam Bengkel Kereta Api Sidotopo. Video ini memperlihatkan juga kemampuan street dance drummer dan sutradara klip Giovanni Dananjaya yang juga aktif di sebuah komunitas tari modern di kota Surabaya.

Selain menghibur secara visual, klip ini juga cukup menghibur dan tampilan sisi humor intelek dari Hi Mom!. Sebuah kejutan, sekaligus membuktikan bahwa untuk video klip perdana dari band alternative rock berusia 10 tahun, mereka mampu menampilkan koreografi tari juga editing video yang cukup apik, apalagig untuk ukuran klip perdana. Tak sekedar menampilkan para anggota band yang bermain alat musik, tapi si sutradara juga mampu “memaksa” teman-teman bandnya untuk menari dan akting. Hi Mom! memang tak pernah berhenti mengajak para pendengarnya untuk berpikir, bahkan melalui video klip-nya sekalipun.

Penulis musik, sejarah dan periset budaya perkotaan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS

Menanti Via Vallen di Jazz Traffic 2018

Published

on

Errol Jonathans (kanan) bersama Nelly Lawson (kiri) ketika sesi prescon Jazz Traffic siang tadi (24/8) di Garden Palace Hotel. (Foto: Adven Wicaksono)

Apa yang ada di benak pikiran kalian saat mendengar nama Via Vallen? irama dangdut koplo? atau malah Marko Simic? Sudahlah, sejenak simpan dulu perspektif kalian tentang penyanyi fenomenal satu ini. Kami pun sempat terkaget-kaget kala Jazz Traffic (JTF) secara ofisial mengumumkan nama tersebut sebagai line up. Surprise! Kami pikir, munculnya Fourtwnty, Lala Karmela atau Sheila On 7 tahun lalu merupakan kejutan luar biasa. Tapi nyatanya, ada yang lebih bombastis. Sebuah pertaruhan nama besar festival tahunan gagasan maestro jazz Bubi Chen!

“Saya mendapat kabar, Via akan memainkan repertoar-repertoar jazz meskipun dia sebenarnya penyanyi dangdut. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri tentang kekayaan pilihan musik di JTF kali ini,” jelas Errol Jonathans, Direktur Utama Suara Surabaya Media sekaligus chairman Jazz Traffic ketika sesi prescon siang tadi (24/8) di Garden Palace Hotel, Surabaya. Benar, di penampilannya nanti, Via Vallen tidak membawakan musiknya selama ini, melainkan sebagai Via Vallen Jazz Traffic Project; sebuah format langka yang digadang-gadang (mungkin) hanya bisa ditemui di festival musik ini.

Dari kiri: Aoki, Rasvan dan Eet Sjaharanie. (Foto: Adven Wicaksono)

Tidak jauh berbeda dengan Via, ada juga kolaborasi antar genre dan generasi yang bakal tersaji selama dua hari pergelaran. Ada Indra Lesmana Project (ILP) yang menawarkan jazz-rock-nya. Lalu Gilang Ramadhan Blue and Eet Sjaharabie Black hingga duo Rasvan Aoki yang akan berkolaborasi bersama penyanyi asal Perancis, Nelly Lawson.

Jadi, pada intinya Jazz Traffic masih dan akan terus membuka perluasan musik jazz melalui banyak hal, salah satunya dengan kolaborasi. JTF membiarkan jazz melebur dengan segala jenis musik, yang toh ujung-ujungnya berdampak positif pada peremajaan penikmat jazz. Secara keseluruhan, ada lebih dari 400 musisi yang akan menampilkan lebih dari 50 pertunjukan dalam 5 stage. Masih padat seperti tahun lalu, dan tentunya megah secara audio dan visual.

 

Teks: Rona Cendera | Foto: Adven Wicaksono

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Dialog Ibu & Anak Dalam “Berita Kehilangan” Milik Feast

Published

on

Artwork Berita Kehilangan yang dikerjakan Mikael Aldo & Baskara Putra. (Dok. Feast)

.Feast makin memantapkan posisinya sebagai band yang cukup responsif terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Usai klip Peradaban yang cukup frontal, kemarin (10/8) mereka kembali melempar lagu sekaligus klip baru berjudul Berita Kehilangan. Secara lirik, apa yang mereka tuliskan masih cukup sarkas, namun implisit. Bedanya, nuansa musik yang diperdengarkan sangat sesuai dengan klipnya; gelap, berduka, dan pemakaman.

Lagu Berita Kehilangan ini ditulis sendiri oleh vokalis mereka, Baskara Putra. Ia terinspirasi dari beberapa kasus kriminalisasi yang telah terjadi, salah satunya yang menimpa mendiang temannya Raafi Aga Winasya Benjamin tujuh tahun silam. Adapun sebuah surat milik orang tua korban kriminalisasi lainnya juga menjadi sumber inspirasi mereka, sekaligus sebagai bentuk empati terhadap kasus-kasus tersebut.

Selain audio dan video yang cukup membangkitkan ambient lagu, kehadiran Rayssa Dynta sebagai kolaborator justru makin mendramatisir. Tiap bait yang dinyanyikan .Feast dan juga Rayssa Dynta dibuat seperti dialog antara Ibu dan Anak. Dialog itu menggambarkan bagaimana seorang Ibu yang berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Begitupun sebaliknya, sang anak juga coba menguatkan Ibunya.

Single terbaru milik kolektif rock Ibukota ini sudah bisa dinikmati secara digital melalui layanan streaming Spotify, Joox, Apple Music, Deezer dan sejenisnya. Lalu untuk video klipnya bisa dinikmati lewat kanal Youtube ofisial atau IGTV milik .Feast.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

NEWS

Rilis Debut Album, Manic Monday Berkolaborasi Dengan 2 Musisi

Published

on

Formasi terkini Manic Monday. (Dok. Manic Monday)

Sempat tertunda cukup panjang, akhirnya debut album milik Manic Monday rilis pekan lalu (20/7). Kurang lebih berselang sekitar setahun setelah proses rekaman, Manic Monday memilih untuk mematangkan konsepnya terlebih dulu. Sampai akhirnye Issue dipilih jadi titel albumnya. Menurut mereka, nama Issue disepakati bersama sebagai jawaban dari pembuktian eksistensi Manic Monday.

Dalam album tersebut, Manic Monday menyematkan 10 lagu, dua diantaranya mereka berkolaborasi dengan Kiky dari The Flins Tone serta Kecenk dari Fraud. Jagoan pertama mereka ialah I Know I Can yang sudah diperdengarkan lewat video klipnya sejak awal 2017 lalu. Secara keseluruhan album ini bercerita tentang perasaan, karakter, dan ego setiap orang. Musiknya sendiri masih tetap dikemas alternatif, dengan distorsi dan ketukan drum-nya yang upbeat. Rilisan Grounderz Records tersebut sudah bisa diputar di kanal digital seperti Joox dan Spotify.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya