Hi Mom! Tampilkan Lima Koreografi Dalam Klip “Penghuni Telinga”.

Cuplikan video klip perdana Hi Mom! yang disutradarai oleh drummernya sendiri. (Source: Youtube)

Sebelas bulan setelah debut album ‘The Youth Is The Real Time Bomb’ dirilis, Hi Mom! merilis video klip pertama mereka dari lagu Penghuni Telinga pada 13 September 2017 kemarin. Sebelumnya lagu tersebut sempat dijadikan teaser pre-release album mereka pada September 2016. Seperti halnya komposisi dari Penghuni Telinga, video ini menampilkan keunikan dari Hi Mom! sebagai band yang dikenal selalu menghadirkan gagasan-gagasan unik dari setiap rilisannya. Klip ini disutradarai sendiri oleh sang drummer Giovanni Dananjaya, yang sehari-harinya berprofesi sebagai multimedia designer. Keberadaan drummer yang bergabung dengan Hi Mom! sejak 2015 ini adalah suatu keuntungan bagi Hi Mom! dengan memiliki personel yang mampu menerjemahkan ide-ide kreatif musiknya kedalam ranah visual.

Ide dari klipnya sendiri kurang lebih berangkat dari makna lagu yang menggambarkan selalu adanya ‘bisikan’ bawah sadar pada setiap manusia saat akan melakukan suatu tindakan. Biasanya ‘bisikan’ bawah sadar itu akan mengajak untuk berbuat positif jika manusia tersebut ingin berbuat negatif, sebaliknya seringkali ‘bisikan’ itu mengajak berbuat negatif saat manusia ingin melakukan hal-hal baik. Dari pemikiran inilah judul Penghuni Telinga berasal.

Daya tarik video klip Penghuni Telinga ini ada pada penggunaan koreografi sebagai fokus utama video yang dilakukan oleh para anggota Hi Mom! dan pelaku tari profesional. Alasan menggunakan koreografi pun bercermin pada keberadaan klip-klip musik indie lain yang ada saat ini. “Video klip musik indie dengan koreografi bisa dihitung dengan jari, bahkan nyaris tidak ada,” ujar Giovanni, “kepikiran menggunakan koreografi adalah sebagai pembeda dari video klip kita dengan band-band lain.” tandasnya.

Video ini menampilkan potongan-potongan adegan di mana kelima anggota Hi Mom! yang berekspresi sesuka mereka sembari didampingi penari dengan genre yang berbeda-beda. Para penari ini bisa dibilang adalah penggambaran ‘penghuni telinga’. Gitaris Indra Adi Surya dengan seorang pesenam aerobik diambil di sebuah sanggar senam di sekitaran Rungkut, Surabaya. Bassist Adhil Alba ditemani penari salsa di atap rumah pribadinya di kawasan Ampel, Surabaya. Vokalis sekaligus gitaris Khukuh Yuda menari krumping di tepi sungai kanal dan keyboardist Eri Rukmana menari di sebuah lahan kosong dalam Bengkel Kereta Api Sidotopo. Video ini memperlihatkan juga kemampuan street dance drummer dan sutradara klip Giovanni Dananjaya yang juga aktif di sebuah komunitas tari modern di kota Surabaya.

Selain menghibur secara visual, klip ini juga cukup menghibur dan tampilan sisi humor intelek dari Hi Mom!. Sebuah kejutan, sekaligus membuktikan bahwa untuk video klip perdana dari band alternative rock berusia 10 tahun, mereka mampu menampilkan koreografi tari juga editing video yang cukup apik, apalagig untuk ukuran klip perdana. Tak sekedar menampilkan para anggota band yang bermain alat musik, tapi si sutradara juga mampu “memaksa” teman-teman bandnya untuk menari dan akting. Hi Mom! memang tak pernah berhenti mengajak para pendengarnya untuk berpikir, bahkan melalui video klip-nya sekalipun.

Penulis musik, sejarah dan periset budaya perkotaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *