Nostalgia & Melankolia di Hari Kedua Jazz Traffic Festival 2017

Nostalgia & Melankolia: Tidak sedikit lagu-lagu lawas muncul di JTF 2017, termasuk dari Sammy Simorangkir. (Foto: Agastiko)

Gelaran akbar Jazz Traffic Festival berlanjut hingga hari kedua (19/8) di Grand City Convex Surabaya. Seolah tak mau kalah dengan euphoria hari pertama, jajaran musisi lintas genre juga dihadirkan guna memeriahkan hari pamungkas sebagai penutup JTF tahun ini. Tak tanggung-tanggung, kurang lebih 30 penampil menghiasi line up hari kedua, itu artinya lebih banyak dari hari sebelumnya. Banyaknya penampil serta jadwal perform yang nyaris bersamaan membuat penonton harus memutar otak dan menyusun strategi jika tidak ingin ketinggalan sejengkalpun momen.

Dimulai lebih awal, hari kedua Jazz Traffic Festival langsung terlihat bagaimana segmentasi penonton yang signifikan. Di BNI Stage Convention Hall misalnya, nama-nama seperti Beben Jazz & Friends, Dewa Budjana, dan Dwiky Dharmawan banyak menarik massa yang bisa dibilang sudah senior. Maklum, nama-nama tadi memang sudah sering malang-melintang di skena musik jazz nasional bahkan internasional. Tak heran jika para penonton senior maupun penikmat jazz banyak yang setia duduk berlama-lama di Convention Hall demi menunggu performance mereka. Turun ke lantai 1, di Indiehome Stage Exhibition Hall lebih banyak menarik massa dari kalangan anak muda. Musisi-musisi indie yang mengisi line up di stage ini memang sudah familiar di telinga, sebut saja Float, Stars and Rabbit, Teddy Adhitya, serta LALA.

Indihome Stage, menampilkan beberapa nama yang familiar di kalangan pemuda, seperti LALA. (Foto: Agastiko)

Bergeser keluar, di outdoor area yang terdapat dua stage ini dipenuhi massa dari kalangan senior dan kalangan muda. Terlebih lagi saat Sammy Simorangkir dan Anji mengambil alih panggung. Penonton dari usia yang berbeda terlihat blend in. Di outdoor area, para penonton ramai-ramai diajak bernostalgia oleh Sammy Simorangkir yang sempat menyanyikan tembang lawas dari Kerispatih. Begitupun Anji, eks vokalis Drive ini juga mengajak penonton bernostalgia dengan membawakan lagu-lagu maantan bandnya seperti Tak Terbalas dan Melepasmu. Mungkin sebuah coincidence jika kedua musisi tersebut sama-sama mengajak bernostalgia. Terlebih lagi di beberapa lagu yang mereka bawakan bercerita tentang mantan kekasih. Sebuah kombinasi nostalgia dan melankolia yang tak jarang membuat penonton bersorak jika ditanya soal mantan dan kenangan.

Masih dari panggung outdoor, Jazz Traffic Festival 2017 ditutup oleh penampilan Wildones ft. Denada yang menyuguhkan musik EDM. Jazz Traffic Festival kali ini memang bisa dibilang memberi gebrakan baru dengan menyuguhkan nama-nama di luar genre jazz. Sengaja digelar sehari setelah peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema ‘Souls of Freedom’, Jazz Traffic Festival 2017 membuktikan bahwa festival ini mampu memuliakan semua genre dan mampu mengekspresikan kebebasan atau kemerdekaan. Well, dua hari yang sangat berkesan bagi penikmat musik di Surabaya. Sampai jumpa di Jazz Traffic Festival 2018!

An amateur dilettante | Straight Edge | Star Wars' die-hard fans | Records Junkie |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *