Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Merayakan Kemerdekaan & Efek Rumah Tangga Cholil di Jazz Traffic Festival 2017

Published

on

Yura Yunita bawakan lagu barunya ‘Buktikan’ untuk pertama kali di Surabaya. (Foto: Agastiko)

Hari pertama Jazz Traffic Festival tahun ini jatuh pada hari Jumat 18 Agustus 2017, berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang biasa diadakan pada kombo Sabtu-Minggu. Bisa dibilang ini merupakan jadwal yang lebih nyaman khususnya bagi para pekerja dan mahasiswa yang bisa langsung menikmati suguhan musik berkualitas sepulang dari menjalankan rutinitas, tanpa harus khawatir besok Senin kesiangan. Dibuka dengan kolaborasi antara kolektif jazz Surabaya Korek Jazz yang berkolaborasi dengan Indro Hardjodikoro, JTF seakan menjanjikan line up tahun ini bakal makin ganas karena musisi pembukanya saja sudah merupakan nama yang sangat familier di kancah jazz Indonesia.

Cukup banyaknya penampil asal Surabaya yang unjuk gigi di Jazz Traffic menjadi poin unik tersendiri bagi festival tahunan yang dihelat oleh radio Suara Surabaya ini. Walau berskala nasional, namun tidak lantas performer-nya didominasi dari Ibu Kota saja. Nama-nama seperti Vembriona, ITS Jazz, Korek Jazz, Unair Choir, dan Libels Voice menjadi bukti bahwa Surabaya adalah tuan rumah dengan talenta yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan ada pula salah satu band dari Jember, Kusamlaka, yang turut memeriahkan panggung Jazz Traffic sekaligus membuka wawasan penonton akan bergairahnya geliat musik jazz di Jawa Timur.

Jajaran line up hari pertama terbukti membuat pengunjung bingung harus standby di mana karena banyaknya most wanted performer yang naik panggung dalam waktu nyaris bersamaan—sebut saja Endah N Rhesa yang bermain di waktu yang sama dengan MLD Jazz Band Wanted ‘17 feat Anji-Fadly-Melly Mono, atau Elfa’s Singers-Yura Yunita, Samy Thiebault Quartet-Drummer 3G-Efek Rumah Kaca-Mocca dan Indra Lesmana Keytar Trio-Teza Sumendra-Sheila On 7 yang masing-masingnya juga perform bersamaan. Sungguh dilema khas festival, jika mau menonton sebanyak mungkin performer maka kita harus rela menonton beberapa di antaranya dari deretan belakang. Menariknya, layout panggung JTF kali ini tampil beda dengan setting 2 panggung besar di area outdoor yang memungkinkan semakin banyak performer dengan massa besar yang bisa tampil dalam waktu yang berkelanjutan.

Efek Rumah Tangga: Cholil tampil lagi bersama ERK beserta anak dan istrinya juga. (foto: Agastiko)

Masih dalam suasana Kemerdekaan Indonesia, beberapa performer membawakan lagu bernuansa kemerdekaan maupun gimmick yang menyiratkan nasionalisme. Ada Elfa’s Singers yang mengajak penonton untuk memekikkan “MERDEKA!” bersama-sama sebelum membawakan “Juwita Malam”, segenap personil band pengiring Yura Yunita yang kompakan mengenakan peci hitam lengkap dengan pita merah putih layaknya peserta upacara, hingga Efek Rumah Kaca yang membawakan single “Merdeka” yang mereka lepas bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan setahun silam. ‘Perayaan’ yang agak sedikit ironis mengingat hari itu adalah harpitnas alias hari kecepit nasional, di mana banyak pekerja yang ‘terpaksa’ kerja sehari lagi setelah asik leha-leha hari Kamis kemarin.

Banyak momen spesial terjadi di Jazz Traffic Festival 2017 ini, antara lain Yura Yunita yang membawakan single terbarunya “Buktikan” untuk pertama kalinya di Surabaya, dan Cholil Mahmud, frontman Efek Rumah Kaca yang sedang pulang kampung ke Indonesia! Semenjak Cholil (kembali) terbang ke Amerika Serikat tahun lalu, posisi vokal diisi Adrian Yunan yang notabene sebelumnya menempati pos bass. Tapi semenjak Juli lalu ternyata Cholil pulang, sempat ambil bagian dalam gelaran konser tunggal ‘Tiba-Tiba Suddenly Konser Again’ di Jakarta, ikut meramaikan ‘Aksi Kamisan’ di seberang Istana Negara, dan kini tampil di JTF 2017. Tentunya hal ini tidak dilewatkan oleh para penikmat musik di Surabaya, karena seperti yang kita tahu hanya Tuhan yang tahu kapan Cholil tiba-tiba suddenly pulang kampung lalu naik panggung lagi. Walau di jajaran backing vocal nampak Monica Hapsari sedang absen, menariknya Cholil tampil dengan efek rumah tangga yang lengkap bersama sang istri Irma Hidayana di pos backing vocal dan Angan, putra mereka yang nampak ikut asyik menjelajah panggung kesana-kemari. Walau hanya delapan lagu, tapi sudah berhasil membuat penonton puas-puas tak rela (karena setlist-nya berakhir). Hari pertama yang berkesan. Tak sabar untuk hari selanjutnya!

Perekam momen, penganyam benang, tukang gambar, sekaligus pengamat tulisan di bodi truk. Menghabiskan 9-5 dengan mengasuh dunia maya, sesuai dengan namanya sendiri.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Galeri Foto: Synchronize Fest 2018

Published

on

Selama tiga hari kami berkelana di tengah padatnya Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Baik di atas atau bawah stage terasa sesak. Mata dan telinga kami kenyang terpuaskan oleh penampilan ratusan musisi lintas generasi. Sebuah kenyataan di mana musik Indonesia memang beragam dan menyenangkan. Silahkan menikmati hasil jepretan fotografer kami.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Menengok Wajah Musik Indonesia di Synchronize Fest 2018

Published

on

Sinkronisasi musisi antar generasi masih jadi issue utama di Synchronize Fest ketiganya. (Foto: Agastiko)

“Jika ada orang tanya, seperti apa sih musik Indonesia? Suruh datang aja ke Synchronize Festival.” Begitulah kira-kira celetuk Iga Masardi di sela-sela set Barasuara di event tersebut. Yap, tahun ini salah satu festival musik terbesar di Indo ini kembali menyapa pemuda-pemudi yang haus akan lantunan musik Indonesia dari generasi ke generasi.

Festival musik yang dikerjakan Dyandra Promosindo dan Demajors ini kembali digelar untuk ketiga kalinya di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, signature Synchronize Festival ada deretan pengisi acara yang banyak, hingga ratusan. Lelah? memang. Tapi mood yang terbangun untuk melihat segala macam bentuk dan tampilan musik lintas genre mengalahkan segalanya. Hiperboliknya, event ini sudah cukup menggambarkan wajah musik Indonesia dulu dan sekarang.

.Feast di Synchronize Fest kemarin. (Foto: Agastiko)

Hari pertama, kalau dideskripsikan dengan satu kata sih ya “gendheng”. Deretan aksi panggung yang bikin geleng-geleng hingga ngakak sudah tersaji. Aksi dari Mesin Tempur misalnya. Band grindcore Bandung ini nyeleneh dengan membawa ayam jago ke atas panggung.  Tak mau kalah dengan Mesin Tempur, band bernuansa Betawi, Jiung juga menyuguhkan aksi panggung yang gila. Ajul, sang vokalis dengan enaknya turun panggung lalu mandi ditengah-tengah penonton. Sesudah maghrib, insaf sejenak. aksi panggung yang gila sudah berkurang, namun digantikan dengan set-set menawan. Mooner, yang pertama kalinya main di Synchronize Fest disambut antusias oleh penonton yang  menjadi-jadi. Bergeser ke District Stage, ada Reality Club yang tak kalah histeris-nya disambut. Makin malam makin jadi. Kaki sudah lelah, tubuh berkeringat, rambut lepek, baterai gadget mulai lowbatt. Tapi, jam 21.30 masih ada dua penampil yang sayang untuk dilwati. Di Dynamic Stage ada dominasi anak-anak muda sedang “menunggangi badai” dengan Barasuara. Sedangkan di Forest Stage, para senior indie sedang “menikmati coklat” bersama Pure Saturday”. Puncaknya, penampilan Naif, si tukang sedot keringat penonton.

Lanjut hari kedua, kali ini nuansa nostalgia terasa lebih kental. Deretan pengisi acara seperti Godbless, Sheila On 7, dan Project Pop ada di hari itu. Di set Godbless, penonton dipenuhi  kalangan senior pecinta rock lawas. Tembang-tembang hits seperti Musisi, Kehidupan, Rumah Kita, Semut Hitam, dan Panggung Sandiwara membangun vibes karaoke bersama. Begitupun Sheila On 7 yang penuh sesak oleh penonton lintas generasi. Sementara di Distric Stage, musik jenaka Project Pop begitu merindukan era di mana grup vokal itu tidak harus selalu keren, tapi juga bisa receh nan menyenangkan. Sang Raja Dangdut, Rhoma Irama dan Soneta Group akhirnya menutup hari kedua. Pesonanya yang kharismatik sebagai maestro selalu berhasil menyebarkan penyakit menular; (baca: goyang).

Well, dua hari non-stop berkeliling luasnya venue. Pindah dari satu stage ke stage lain, sebenarnya ada pikiran untuk menyudahinya. Tapi apa daya, nama-nama seperti Snickers And The Chicken Fighters (SATCF), Ramengvrl hingga NOXA terlalu sayang jika terlewatkan. Jamrud pun hadir di Dynamic Stage. Lagu-lagu lawas-nya masih terdengar lantang meski ada perubahan pada karakter suaranya. Lagi-lagi dan lagi-lagi, penonton yang dibesarkan era MTV Ampuh sangat dimanjakan. Kali ini giliran Padi Reborn beserta penutup Synchronize Festival 2018 secara keseluruhan; Dewa 19 bersama Once & Ari Lasso. Fine! ini sebuah pertunjukan langka. Deretan megahits yang versi bajakannya tak kalah laris ini membuat penonton semakin giting. Dua eks vokalis terbaik itu tampil dalam satu stage pertama kalinya. Di tengah nikmatnya mengenang masa muda, kami pun berpikir: bagaimana caranya si organizer melakukan proses negosiasi dengan mereka yah? Ahh sudahlah, sekalipun kami bisa melakukannya, pasti kami tak sanggup membayarnya. Akhir cerita, kami puas dan semua penonton lainnya pun demikian. Harapan kami, semoga konsep acara ini terus berkembang. Jangan sampai termakan jenuh. Karena pada dasarnya, wajah musik nusantara ada di sini (untuk saat ini). See you next year!

An amateur dilettante | Straight Edge | Star Wars’ die-hard fans | Records Junkie |

Continue Reading

EVENTS

Brotherground 2018: Beside Primadona, Down For Life Mempesona & Klimaks Death Vomit

Published

on

Mengadakan festival musik hingga edisi ke-5 bukan perkara mudah. Apalagi dengan line up yang konsisten kencengnya. Tahun ini Beside jadi primadona, namun Down For Life tak kalah mempesona, ditambah tenaga Death Vomit yang tak pernah habis hingga tuan rumah Fraud yang selalu beringas. Kami merangkumnya dalam foto-foto yang bisa memanjakan mata kalian.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading

Surabaya