1.015 Musicians: Pecahnya Rekor Baru di Surabaya

Rekor Baru: 1.094 Musisi se-Jawa Timur yang berhasil memecahkan rekor. (Foto: Agastiko)

Tata lampu yang indah, deretan barikade besi gagah, dan sound raksasa harus berbanding dengan kekosongan penonton pada area tengah. Pemandangan itu terus jadi suguhan sejak Heavy Monster mulai berskankin, hingga Goodnight Electric yang berdisko ria di kala senja. Sedikit gambaran tentang suasana rangkaian event Road to Soundrenaline pekan lalu yang digelar selama dua hari (12-13 Agustus) di Lapangan V Kodam Brawijaya, Surabaya. Sepi memang di awal, tapi selalu begitu. Mungkin karena Sabtu siang belum sepenuhnya orang selesai beraktivitas, sehingga baru selepas Maghrib venue tampak penuh.

Lambat laun, barisan pemuda mulai berdatangan. Sedikit demi sedikit hingga waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB. Sedikit perkenalan dari MC, Timeless pun masuk menghujam venue dengan sayatan overdrive-nya yang khas. Sebagai pemanasan, intro masuk lebih dulu. Tepat waktu itu juga barisan penonton mulai membentuk shaf. Meski tidak terlalu rapat tapi setidaknya kuantitas pengunjung baru terlihat mulai padat. Bima memulai dengan track Lonesome Street dan lanjut ke Ride Into The Sun dan terus menggelontorkan track track pamungkas seperti Golden Age, Genuine Heart, Motown Crush, hingga Cold Summer.

Usai Timeless Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya tidak langsung padam. Giliran kaum romantisme datang melebur ke depan stage. Betul, dewa lagu cinta si Glenn Fredly masuk dengan membuka pertunjukannya melalui nomor Youre My Everything sambil menguatkan barisan penonton. Gitar bolong  yang renyah benar membuat crowd makin hangat. Terutana ketika tembang cinta andalan Glenn keluar dan sukses membuat penonton sing along.

Malam semakin larut, setelah beromantis ria tongkat estafet dilempar ke Kelompok Penerbang Roket.  Crowd pun mendadak liar. Terutama pada nomor Dimana Merdeka koor massal semakin kompak sambil diselipi stage diving hingga permainan Coky, cs selesai. Hari pertama event ini pun usai dengan pertunjukan estafet kolaborasi musisi lokal dan nasional. Tapi itu hanya pemanasan, karena pemecahan rekor 1.015 musisi baru akan dilakukan setelahnya. (ian/ron)

Rekor & Jumlah Musisi Yang Di Luar Ekspetasi

Lanjut di hari kedua, sebuah misi memecahkan rekor baru akhirnya terwujud. Dibarengi oleh ide gila beberapa Musisi Senior Surabaya seperti Arief (Blingsatan) dan Samir (GAS/Tengkorak) ditambah momen Kemerdekaan Indonesia ke-72, Minggu kemarin (13/8) rekor tersebut pecah dan berhasil membuat musisi-musisi se-Jawa Timur jadi lebih ‘berisik’. Yes, target awal yang ingin mengumpulkan 1.015 musisi untuk jamming dan bermain bersama-sama ternyata keluar dari ekspektasi. Overall, acara yang mengusung tagline ‘Be Part Of Breaking The Rercord In World’s Largest band Performance’ ini diikuti oleh 1.094 musisi.

Masih bertempat di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya, semua musisi yang sudah terdaftar secara bersama-sama memainkan dua lagu yang sudah disepakati, yakni Gebyar-Gebyar dan Rumah Kita secara serempak. Semangat dan rasa nasionalisme pun terlampiaskan melalui 1.094 musisi tersebut. “Dengan Semangat dan harapan yang sama, yaitu mempersatukan seluruh musisi di Jawa Timur, perhelatan ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri,” ujar Ega, gitaris band Karat Malang yang juga turut serta dalam acara 1.015 Musicians Breaking The Record. (aga/ron)

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *