Morganostic – Paradox: Cukup Berbahaya

Cover EP Morganostic – Paradox

Setelah melepas single bertajuk To Conceive melalui kanal Youtube, Morganostic  secara resmi merilis Extended Play (EP) perdananya. Paradox jadi hasil karya mereka setelah tiga tahun hiatus tanpa karya. Selanjutnya karya dari Riza (bass), Rio (vokal), Bunz (drum), Mistar (synth), dan Reza (gitar) ini diperdengarkan secara gratis melalui Youtube, Spotify serta Souncloud, alhasil album ini memang cukup layak menyita perhatian, ditambah video klip mereka yang digarap khusus oleh Anton Ismael.

Track dibuka tanpa basa-basi pada nomor pertama, SHOA yang jadi gerbang pembuka. Perpaduan kombinasi riff gitar path patah dipadu dengan sikupansi drum, serta hentakan groovepun tidak dapat terhindar dan benar-benar terasa. Alunan synth pada akhirnya jadi pemanis yang tepat segaligus berbahaya. Nomor selanjutnya lebih rancak. Vokal Ryo yang energik menyatakan bahwa dewa palsu jadi penambah estetis.

Paradox, total berisikan 5 lagu yang padat akan ledakan energi khas Morganostic. Tiap track demi track seolah-olah ingin mengajak para pendengar untuk menyimak dan hanyut dalam wacananya. Secara keseluruhan album ini sungguh nikmat. Track demi track yang disuguhkan untuk dapat menyihir kepala agar headbanging.

Dengan tetap konsisten bermain di area djent dan metalcore-nya, Paradox mayoritas dijejali oleh riff-riff gitar khas djent yang berdistorsi tebal, high-gain, heavy palm-mute, tuning gitar rendah (low tuned), syncoped riff, polyrhythm, virtuoso soloing ke dalam rentetan blast beat metalcore. Belum lagi tone synth sebagai pemanis nada yang sudah tersusun sedemikian rupa, mengingatkan pada band-band seperti Meshuggah atau Periphery. Ditambah adanya sentuhan tangan dingin dari Roman Kharyukov sebagai sound engineer di album EP ini, membuat Morganostic terdengar sebagai band yang tidak main-main.

Tracklist:
01.Shoa
02.War at Heart
03.Counterfeit Gods
04.Irreversible
05.To Concieve

 


Artikel ini merupakan salah satu pemenang submission “Diskusi Musikal 2017-The Excusic” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Mahasiswa (HIMAHI) Universitas Airlangga.  Teks ditulis oleh Yoga Radyan dari Universitas Brawijaya. Salah satu peserta album review submission yang terpilih untuk ditampilkan saat acara Diskusi Musikal The Excusic bulan Mei 2017. 


 

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *