Sintas; Debut Adrian Yunan Sebagai Seorang Penyintas

Adrian Yunan, berupaya menjadi seorang penyintas melalui album ‘Sintas’. (Dok. Adrian Yunan)

Menerima kenyataan sebagai seorang difabel dengan kondisi kesehatan tubuh dan penglihatan yang terus menurun tidaklah mudah. Andaikata saat itu Adrian tidak terbangun dari mimpinya, mungkin pria yang lebih dikenal sebagai bassis dari Efek Rumah Kaca (ERK) tersebut bakal terjebak dan terpuruk dengan kondisinya. Berkat salah satu mimpinya, Adrian pun bertekad untuk memperbaiki mentalnya yang sempat jatuh. “Saat bangun saya jadi terpikir, apakah saya mau melanjutkan hidup sebagai orang yang kalah atau yang menang,” tukas Adrian. Semenjak itu, lagu demi lagu terus dibuatnya, hingga album bertajuk Sintas resmi dirilisnya awal bulan ini (5/6).

Total ada 10 lagu yang Adrian Yunan tulis di album pertamanya. Hampir keseluruhannya bercerita tentang semua yang ia rasakan semenjak lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya. Mulai dari pergulatan batin, penyemangat diri, hingga interaksi-interaksi dengan istri dan anaknya. Adrian juga menulis lagu berjudul Ruang Yang Sama, lagu ini didedikasikan untuk sesama teman-teman Difabel. Dominan dengan lirik-lirik yang kontemplatif, Adrian menyuarakan lagu-lagu seperti Mikrofon, Lari, Komedi Situasi, dan Tak Ada Histeria yang menggambarkan apa yang dirinya rasakan di kondisinya saat ini.

Sintas sendiri merujuk pada arti untuk bertahan hidup. Judul yang cukup mewakili Adrian yang beranjak untuk jadi seorang penyintas. “Dari awal saya baru memulai kembali menulis lagu saat jatuh sakit, saya yakin suatu saat semua ini akan lewat dan akan menjadi sesuatu yang baik. Akhirnya terbukti dengan dirilisnya album Sintas, ada hikmah positif di balik semua ini,” jelas Adrian. Secara keseluruhan, album Sintas mengandung harapan bahwa semua kesulitan pasti akan ada jalan keluarnya.

Sejak 2010, Adrian Yunan sudah mulai absen dari Efek Rumah Kaca karena kondisi kesehatannya yang terus menurun. Meskipun begitu, seiring berjalannya waktu, Adrian mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya. Termasuk saat vokalisnya di ERK, Cholil Mahmud melempar ide untuk mengumpulkan semua lagu-lagu yang diciptakan Adrian jadi sebuah album. Selain dikemas dalam album Sintas, beberapa lagu ciptaan Adrian juga ada yang dimasukan ke album ketiga ERK Sinestesia.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *