Nonanoskins – Ricochet Baby: Terasa Feminin, Terdengar Maskulin

Nonanoskins – Ricochet Baby

Identitas lama dengan wajah dan warna musik baru. Begitulah gambaran sederhana untuk unit punk, Nonanoskins. Sempat hiatus di tahun 2012 silam, Nonanoskins kembali dengan formasi baru yaitu Zara Zahrina (vokal), Luthfy (gitar), Sinergy Aditya (bass), Dika (drum) dengan menyisakan satu personil lama Brilyan Prathama (gitar). Seketika saja mereka berhasil menggebrak dengan dirilisnya EP Ricochet Baby. Tak tanggung-tanggung, perilisan itu bertepatan dengan event akbar bagi para pecinta rilisan fisik yakni Record Store Day (RSD). Yap, selain melempat fisiknya ke pasaran, Nonanoskins juga berkesempatan tampil di RSD Indonesia, Kuningan, Jakarta.

Tidak sia-sia penantian enam bulan untuk vakum setelah merilis single baru. Memang di akhir 2016 mereka sempat meluncurkan Catwalk yang disertai pengenalan personil-personil barunya. Namun karena vokalis mereka harus studi untuk waktu yang cukup lama di Jepang, Noskins memilih vakum lagi sambil merampungkan Ricochet Baby. Alhasil, pertengahan 2017 jadi momen yang tepat bagi mereka untuk membuktikan jika Catwalk tidak sendirian, karena masih ada tiga lagu lain yang sudah disiapkan.

Ricochet Baby yang berisi empat lagu ini berfokus pada women issues. Terbukti, EP ini dibuka dengan track Catwalk. Sang vokalis menorehkan point of view nya mengenai fenomena catcalling di Indonesia yang banyak menimpa wanita. Dengan mengombinasikan lirik, sayatan gitar, dan gebukan drum agresif; track pembuka yang sangat powerful. Lagu kedua berjudul Waiting Room juga tak kalah agresif. Intro sederhana dengan sayatan overdrive gitar, disambung dengan sedikit fill in untuk kemudian ketukan drum ala punk masuk bersamaan merubah tempo yang mulanya kalem langsung beranjak kencang. Pada track ini, Nonanoskins sedikit mengingatkan pendengar akan band punk rock asal Amerika, Adolescents.

Kemudian This Song is Totally About You (But Saying it So Would Make Me Sound Cheesy as Hell) yang menjadi track ketiga dan sedikit berbeda dari dua nomor sebelumnya. Lagu ini lebih cheerful, namun di sisi lain lirik yang dinyanyikan justru berkisah tentang keluh kesah para wanita. Sebagai penutup, All Girls Go to Heaven mampu menjadi konklusi album mini rilisan Nanaba Records ini. Lagu tersebut membuktikan bahwa Nonanoskins telah benar-benar bertransformasi. Mereka bukan lagi band maskulin yang berlirik feminin seperti di formasi sebelumnya. Nonanoskins kini lebih terasa feminin, tapi dengan musik dan lirik yang jauh lebih maskulin. Terlepas dari itu, album ini sudah lebih dari cukup untuk menyuguhkan wajah dan warna musik baru di Surabaya.

Tracklist:
1. Catwalks
2. Waiting Room
3. This Song is Totally About You (But Saying it So Would Make Me Sound Cheesy as Hell)
4. All Girls Go to Heaven

An amateur dilettante | Straight Edge | Star Wars’ die-hard fans | Records Junkie |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *