Menonton Maling di Pig Rock Show

Pig Rock Show, hajatan Pig Face Joe untuk merilis klip terbarunya ‘Maling’. (Foto: Agastiko)

Dengan menggelar “Pig Rock Show”, unit Punk asal Surabaya Pig Face Joe kembali menghentakkan scene lokal dengan suguhan gigs yang ramai meski digelar saat tarawih. Bertempat di Cafe Orange, setidaknya di acara kemarin (18/6) penonton mendapati tiga misi dari gigs tersebut. Pertama, band ini ingin merayakan single terbarunya Maling yang rilis saat Record Store Day (RSD) 2017 kemarin. Kedua, dari lagu yang sama band ini juga melakukan screening perdana video klipnya. Dan yang terakhir, tentunya wahana rock show yang tujuannya untuk bersenang-senang.

Venue yang ditunjuk kali ini menawarkan kembali esensi gigs yang segar. Bukan lagi di pub, resto, radio, atau di tempat indoor-outdoor biasanya.  Kali ini lebih sejuk, di mana area stage sebelah kanan dan kiri diisi oleh pohon rindang. Selain enak dilihat, tentunya juga fotogenik. Meski band yang main bukan dari ranah folk atau reggae, tetap saja tidak ada kecanggungan di sana. Mulai dari My Mother Is Hero, The Last Suga, Headcrusher, Fraud, Pig Face Joe, hingga set DJ dari Gimanzz dan Sinatrya bergantian menghimbur sebagian besar penonton yang cukup energik.

Sesi screening video yang disertai penjelasan dari tiap personil Pig Face Joe. (Foto: Agastiko)

Singkat cerita, dari keseluruhan performer yang tampil, tidak satupun yang kaku. Baik penampil ataupun penonton, semuanya luwes, lompat sana-lompat sini, senggol sana-senggol sini, teriak sana-teriak sini, intinya di sana-sini ada keseruan yang tak terbeli oleh korporasi rokok, bir, sirup, atau sarung manapun. Khususnya Headcrusher, band yang cukup lama vakum ini menyempatkan tampil dengan beberapa lagu barunya. Seketika, penonton yang rindu melihat Molotov atau AK47 dimainkan langsung girang bukan kepayang. Belum lagi pendatang baru The Last Suga yang materinya menjanjikan sampai MMIH dan Fraud yang berdistorsi ria di tengah lampu temaram.

Pig Face Joe sendiri tidak mau kehilangan momennya. Selepas EP Are You Okay? mereka coba membuka lembaran baru (baca: album baru), salah satu langkahnya lewat single Maling yang belakangan rajin mereka promosikan di media-media setempat. Di tengah screeningnya, PFJ juga tak lupa menceritakan maksud dari lagu dan klipnya. Kurang lebih mereka coba merepresentasikan Tanah Papua yang sejak dulu telah dijajah negara asing. Mereka mengemasnya dengan visual yang apik, sederhana, dan mudah dipahami.

 

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *