[#PreludeShowcase Part 1] Hujan & Showcase Pertama Wake Up Iris! di Jakarta

Demajors Radio jadi tempat pertama yang disinggahi Wake Up, Iris! dalam #PreludeShowcase. (Dok. Wake Up, Iris!)

Wake Up, Iris ! mengadakan sebuah perjalanan selama 10 hari untuk memperkenalkan diri di Jakarta dan Bandung. Saya, Vania, akan menceritakan perjalanan kami serta tips dan trik yang mungkin membantu untuk para pembaca jika ingin melakukan hal serupa.

Keberangkatan kami sengaja diagendakan lebih awal agar memiliki waktu untuk bersiap-siap di kota tujuan. Karena kick drum kami tidak cukup untuk melewati gerbong, maka kami memaketkan kick drum sehari sebelumnya. Barang sampai tepat waktu dan sesuai dengan rencana.

Pada hari pertama, jadwal kami adalah mampir ke Demajors Radio dan bermain di Coffeewar. Keduanya berada di Kemang. Persiapan di Demajors Radio tidak terlalu ribet, dan tentu sudah kami persiapkan sebelum perjalanan bagaimana caranya meminimalisir alat yang kami gunakan. Kami selalu membawa alat musik kami sendiri dan sering kali membawa mixer mini untuk back up.

Ketika kami akan on air, hujan deras sempat membuat server down. Beruntung pihak Demajors Radio sudah ada rencana kedua yaitu tapping dan disiarkan malam harinya. Untungnya hujan segera reda 15 menit dari jadwal sehingga semua berjalan dengan baik sesuai rencana. Penyiarnya, Stephanus Adjie dan Ari yang sangat menyenangkan dan friendly!

Coffeewar, tempat kedua sekaligus gig pertama Wake Up, Iris! di #PreludeShowcase. (Dok. Wake Up, Iris!)

Setelah on air kami segera bergegas menuju Coffeewar untuk soundcheck dan persiapan. Suasananya menyenangkan namun menegangkan karena tempat ini adalah batu pijakan pertama kami untuk Prelude Showcase. Kami bermain dengan durasi 1 jam. Biasanya kami memiliki soundguy di belakang meja mixer, namun kali ini harus digantikan oleh sound engineer setempat karena beberapa hal. Kali ini kami dibantu oleh Bayu semua pun berjalan dengan baik.

Hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai performer kita jangan sungkan untuk request jenis suara dari alat musik yang kita inginkan. Hal tersebut akan sangat membantu dalam performance. Lalu setelah itu hal yang terpenting dan tidak boleh dilewatkan adalah meluangkan waktu setelah perform untuk ngobrol bersama pemilik tempat dan pendengar yang ada di tempat. Kami belajar banyak dengan berdiskusi bersama Yogi Sumule – Pemilik Coffeewar, Ketjak – pegiat teater UI, danb eberapa orang lagi yang memberi masukan berharga yang akan kami terapkan di pertunjukan Wake Up Iris! berikutnya.

Setelah itu, kami memutuskan untuk pulang lebih awal karena tur masih panjang. Memang, keinginan untuk nongkrong dan berdiskusi lebih lanjut soal musik sangatlah menyenangkan, tetapi stamina harus tetap dijaga agar dapat memberikan yang terbaik di hari berikutnya.

 

Sedang belajar meramu kata dan merangkai nada. Tidak suka buang sampah sembarangan dan sayang pohon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *