Orasi Dandelions Bersama Buruh Untuk Klip Kolonialis Bos

Dandelions mendadak jadi orator saat pembuatan klip ‘Kolonialis Bos’. (Foto: Ahmad Zaimul Haq)

Ketika sebagian besar orang menghindari demo buruh, Dandelions pun sebaliknya. Di perayaan May Day kemarin (1/5), band rock n roll satu ini justru coba mengikuti arus para pendemo. Ya, di hari yang sama, Dandelions turut merayakan hari buruh dengan melempar teaser untuk single barunya Kolonialis Bos. Band yang baru menelurkan EP Mantra Sakti bulan Maret kemarin itu melengkapinya dengan membuat video klip dari lagu tersebut di tengah kerumunan para pendemo.

Sesuai dengan isi lagunya, Njet, vokalis dari Dandelions coba merespon penderitaan para buruh yang selama ini belum diketahui banyak orang. Njet mengaku terinspirasi dari cerita seorang temannya yang bisa dibilang ‘di rumahkan’ dari pabrik tempatnya bekerja. Berangkat dari situ, ia bersama bandnya membuat lagu Kolonialis Bos. Sementara untuk klipnya sendiri dia mengaku tidak terlalu di konsep. “Intinya klip ini dikonsep untuk merespon situasi dan kondisi saat ratusan bahkan ribuan buruh berdemo,” ceritanya.

Bertempatkan di depan Kantor Gubernur Surabaya, Dandelions memulai proses pembuatan video klipnya yang bisa dibilang cukup beresiko. Pasalnya, mereka tidak punya izin dari pihak manapun. Mereka hanya bermodalkan info dari korlap organisasi buruh yang baru dikenalnya saat itu juga. “Untung saja beberapa korlap dari buruh juga mendukung kami untuk melakukan pengambilan video ini. Walaupun hanya diberikan waktu sekitar 6 (enam) menit,” sambung manajer mereka, Esya.

Di waktu yang singkat itu, mereka dengan tim yang bisa dibilang minimalis itu pun dengan sigap menyiapkan set drum, gitar dan bass untuk kemudian melakukan one shoot memainkan lagu Kolonialis Bos di tengah kerumunan buruh. “Emang awalnya sempet takut juga, tapi karena tujuan kita untuk bisa nyanyi bareng buruh, jadi mau gak mau harus dilakuin,”. Dandelions merencanakan video klip ini bisa selesai produksi di bulan ini, khususnya agar tidak terlalu jauh dari momentum hari buruh.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *