Mendengarkan Pop Jazz Berkualitas Milik Dea Anggita

Dea Anggita, solois pop pendatang baru di Surabaya. (Dok. Dea Anggita)

Ketika kota lain sedang berlomba-lomba melahirkan penyanyi solo. Di Surabaya, melihat suguhan musik pop berkualitas saja sudah lebih dari cukup. Seperti apa yang tersaji pada gig Sudden Plessure milik FFS dan Ronascent bulan April kemarin. Penampilan Layung Temaram dengan sekte pop-nya seketika membuat penonton yang mayoritas berkiblat underground langsung menyimak, bahkan tertarik dengan musiknya. Ya, memang musik harus balance, terutama di scene yang sedang tumbuh seperti di kota ini.

Begitupun Dea Anggita. Penyanyi yang sedang tumbuh menjadi dewasa ini juga mendadak mencuri perhatian kami. Namanya masih asing di telinga kami, tapi musiknya mengajak kami untuk mengapresiasinya. Dengan latar belakang sebagai pemenang ‘Sunsilk Kilauborasi 2016 Jawa Timur’, penyanyi belia yang masih berusia 19 tahun ini mencoba peruntungannya dengan melempar single Seperti yang bisa dikonsumsi secara bebas melalui beberapa platform digital.

Dea Anggita tidak sendiri, beberapa sosok ikut membantu di belakangnya. Reza dari Dan Band atau yang biasa dikenal sebagai Rezroll menjadi produser sekaligus yang mengerjakan musik dari penyanyi kelahiran 17 Juni 1997 tersebut. Reza tidak sendirian, ia juga dibantu oleh Rahmad Kurniawan yang membuat nada dan lirik serta Herlambang Permana dan Virgus Ragil Eryko yang mengaransemen musiknya. Musik yang ditawarkan Dea Anggita cenderung sendu dengan olahan pop jazz yang terdengar kalem ditambah sedikit sentuhan R&B pada olah vokalnya.

Memang masih terlalu dini untuk menilai kapasitas dari Dea Anggita. Meski lebih aktif di Youtube dan baru menghasilkan sebuah single yang rilis November kemarin, tapi karakter suaranya yang kalem ternyata sudah mampu menarik banyak pasang telinga. Overall, single pertama Dea Anggita berhasil menyedot lebih dari 8 ribu listener di berbagai platform musik digital. Dan kabar baiknya, solois yang juga sempat berkolaborasi dengan Rizky Febian dan Karina Salim ini tengah menyiapkan album pertama yang direncanakan rilis akhir 2017.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *