Sudden Pleasure: Para Rookie Yang Siap Dinikmati

Flyer event Sudden Pleasure. (Artowrk oleh Syamsur Rijal)

Satu faktor yang berpengaruh dalam perkembangan sebuah scene tentu tidak lepas dari regenerasi. Ketika hal tersebut tidak terjadi, bisa jadi scene akan ada kecenderungan stagnan. Media juga punya fungsi besar dalam mencari nama-nama baru untuk ikut terlibat dalam konsep sinergitas sebuah industri musik bawah tanah. Maka dari itu, ketika musisi, komunitas, media dan elemen lainnya tumpul, lebih baik tutup buku daripada terkungkung dengan kedigdayaan scene di kota lain.

Seperti halnya kota lain, Surabaya juga punya banyak potensi baru yang menjanjikan. Beberapa diantaranya sudah mulai unjuk gigi, dan sisanya bahkan ada yang masih belum terjamah. Melalui pendekatan itu, Friends Family Syndicate dan Ronascent mengonsep satu event yang bertujuan mencari potensi-potensi baru untuk diperlihatkan dalam satu gigs kolektif. Dengan titel ‘Sudden Pleasure’, 10 band lintas genre siap menggempur Kaya Resto pada 29 April 2017 besok dengan esensi “kenikmatan yang serba mendadak”. Kenapa mendadak? Karena 10 band yang dipilih saat ini ‘mendadak’ jadi perhatian berkat karya-karyanya. Maka dari itu, berpikirlah bahwa sesuatu yang mendadak tidak selalu buruk, tapi juga baik.

Siapa yang tidak memperbincangkan Dandelions? Baru saja melepas debut EP Mantra Sakti bulan lalu, band ini mulai melekat di telingan dengan musik rock ‘n roll-nya. Kemudian RHNK, meski sudah lima tahun dibentuk, band ini punya semangat membara di 2017. Banyak target dan fokus yang sedang mereka kerjakan demi karya terbarunya. Begitupun dengan Tikam, album pertamanya Jurnal Amarah masih hangat setelah rilis tepat di Record Store Day (RSD) kemarin (23/4).

Nuansa post-rock juga makin membuat gig besok memiliki dinamika musik yang epik, Hecht siap untuk memegang kendali bersama The Dance Going On yang berhasil menkombinasikan antara psychedelic dengan ska. Belum lagi folk-pop pendatang baru Layung Temaram yang siap mensyahdukan susana dengan lagu-lagunya. Satu band yang juga sedang menjadi obrolan sejak awal tahun, Longest pun sudah siap membawa kembali referensi musik alternatif 90an, dan makin lengkap dengan dua kolektif hardcore War Fighters, Black Diamond, dan Children School.

Kecenk, salah satu penggagas acara ini melihat betapa pentingnya kolaborasi antara komunitas dan media untuk melahirkan movement baru. “Acara kolektif ini intinya untuk silahturahim biar lebih guyub antara satu sama lain,” ujar gitaris Fraud yang sudah brainstorm denggan Ronascent sejak Desember kemarin. Tertarik dengan wacana ini? semua dapat hadir di Kaya Resto pada 29 April mendatang. Cukup membawa uang saku Rp 20.000 sebagai biaya kolektif produksi kegiatan, selebihnya mari kita menikmati kesegaran karya dan warna musik beragam skena independent Surabaya.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *