Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

Setelah ‘Tanda Tanya’, Tikam Siapkan 4 Klip Sequel

Published

on

Tikam

Tikam, unit Metal asal Surabaya ini pekan kemarin baru saja merilis video berjudul Tanda Tanya. Video lirik yang menampilkan performance art tersebut menjadi cara mereka untuk membocorkan materi visual album pertamanya Jurnal Amarah. Video yang dikerjakan secara mandiri oleh mereka sendiri, namun di bawah bendera Insting Creative Lab itu coba menggambarkan kerasnya kehidupan jalanan yang mereka juga coba tampilkan di 14 track yang ada di album Jurnal Amarah.

Pasca albumnya rilis di Record Store Day 2017, Tikam pun kini tengah menyiapkan 4 klip baru lagi setelah video lirik Tanda Tanya. “Rencananya kita mau rilis 4 video klip lagi, di mana tiap-tiap klipnya punya cerita yang saling berkaitan,” ujar Cak Boker sebelum tampil di ‘Sudden Pleasure’ kemarin (29/4). Lanjutnya, keempat klip tersebut nantinya tetap akan mereka kerjakan secara mandiri bersama Insting Creative Lab mulai dari konsep hingga proses eksekusinya.

Jurnal Amarah sendiri berisi 14 track, 3 diantaranya merupakan lagu instrumental. Sembilan lagu menggunakan lirik bahasa Indonesia, dan dua lagu menggunakan lirik bahasa Jawa. Sesuai judulnya, pesan yang terekam pada album ini merupakan dokumentasi kemarahan atas apa yang Mereka lihat maupun Mereka alami sendiri, mulai dari tema kehidupan sehari-hari hingga politik. Salah satu hal menarik pada album ini adalah, selain dari sudut pandang manusia terkadang Mereka menceritakan diri sebagai makhluk fiktif yang merencanakan kejahatan atau memberikan kekuatan untuk melakukan kejahatan.

 

Pelaku musik yang tak pernah laku di pasaran. Kini sedang belajar menulis demi mencari cerminan diri sendiri.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS

Menanti Via Vallen di Jazz Traffic 2018

Published

on

Errol Jonathans (kanan) bersama Nelly Lawson (kiri) ketika sesi prescon Jazz Traffic siang tadi (24/8) di Garden Palace Hotel. (Foto: Adven Wicaksono)

Apa yang ada di benak pikiran kalian saat mendengar nama Via Vallen? irama dangdut koplo? atau malah Marko Simic? Sudahlah, sejenak simpan dulu perspektif kalian tentang penyanyi fenomenal satu ini. Kami pun sempat terkaget-kaget kala Jazz Traffic (JTF) secara ofisial mengumumkan nama tersebut sebagai line up. Surprise! Kami pikir, munculnya Fourtwnty, Lala Karmela atau Sheila On 7 tahun lalu merupakan kejutan luar biasa. Tapi nyatanya, ada yang lebih bombastis. Sebuah pertaruhan nama besar festival tahunan gagasan maestro jazz Bubi Chen!

“Saya mendapat kabar, Via akan memainkan repertoar-repertoar jazz meskipun dia sebenarnya penyanyi dangdut. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri tentang kekayaan pilihan musik di JTF kali ini,” jelas Errol Jonathans, Direktur Utama Suara Surabaya Media sekaligus chairman Jazz Traffic ketika sesi prescon siang tadi (24/8) di Garden Palace Hotel, Surabaya. Benar, di penampilannya nanti, Via Vallen tidak membawakan musiknya selama ini, melainkan sebagai Via Vallen Jazz Traffic Project; sebuah format langka yang digadang-gadang (mungkin) hanya bisa ditemui di festival musik ini.

Dari kiri: Aoki, Rasvan dan Eet Sjaharanie. (Foto: Adven Wicaksono)

Tidak jauh berbeda dengan Via, ada juga kolaborasi antar genre dan generasi yang bakal tersaji selama dua hari pergelaran. Ada Indra Lesmana Project (ILP) yang menawarkan jazz-rock-nya. Lalu Gilang Ramadhan Blue and Eet Sjaharabie Black hingga duo Rasvan Aoki yang akan berkolaborasi bersama penyanyi asal Perancis, Nelly Lawson.

Jadi, pada intinya Jazz Traffic masih dan akan terus membuka perluasan musik jazz melalui banyak hal, salah satunya dengan kolaborasi. JTF membiarkan jazz melebur dengan segala jenis musik, yang toh ujung-ujungnya berdampak positif pada peremajaan penikmat jazz. Secara keseluruhan, ada lebih dari 400 musisi yang akan menampilkan lebih dari 50 pertunjukan dalam 5 stage. Masih padat seperti tahun lalu, dan tentunya megah secara audio dan visual.

 

Teks: Rona Cendera | Foto: Adven Wicaksono

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Dialog Ibu & Anak Dalam “Berita Kehilangan” Milik Feast

Published

on

Artwork Berita Kehilangan yang dikerjakan Mikael Aldo & Baskara Putra. (Dok. Feast)

.Feast makin memantapkan posisinya sebagai band yang cukup responsif terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Usai klip Peradaban yang cukup frontal, kemarin (10/8) mereka kembali melempar lagu sekaligus klip baru berjudul Berita Kehilangan. Secara lirik, apa yang mereka tuliskan masih cukup sarkas, namun implisit. Bedanya, nuansa musik yang diperdengarkan sangat sesuai dengan klipnya; gelap, berduka, dan pemakaman.

Lagu Berita Kehilangan ini ditulis sendiri oleh vokalis mereka, Baskara Putra. Ia terinspirasi dari beberapa kasus kriminalisasi yang telah terjadi, salah satunya yang menimpa mendiang temannya Raafi Aga Winasya Benjamin tujuh tahun silam. Adapun sebuah surat milik orang tua korban kriminalisasi lainnya juga menjadi sumber inspirasi mereka, sekaligus sebagai bentuk empati terhadap kasus-kasus tersebut.

Selain audio dan video yang cukup membangkitkan ambient lagu, kehadiran Rayssa Dynta sebagai kolaborator justru makin mendramatisir. Tiap bait yang dinyanyikan .Feast dan juga Rayssa Dynta dibuat seperti dialog antara Ibu dan Anak. Dialog itu menggambarkan bagaimana seorang Ibu yang berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Begitupun sebaliknya, sang anak juga coba menguatkan Ibunya.

Single terbaru milik kolektif rock Ibukota ini sudah bisa dinikmati secara digital melalui layanan streaming Spotify, Joox, Apple Music, Deezer dan sejenisnya. Lalu untuk video klipnya bisa dinikmati lewat kanal Youtube ofisial atau IGTV milik .Feast.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

NEWS

Rilis Debut Album, Manic Monday Berkolaborasi Dengan 2 Musisi

Published

on

Formasi terkini Manic Monday. (Dok. Manic Monday)

Sempat tertunda cukup panjang, akhirnya debut album milik Manic Monday rilis pekan lalu (20/7). Kurang lebih berselang sekitar setahun setelah proses rekaman, Manic Monday memilih untuk mematangkan konsepnya terlebih dulu. Sampai akhirnye Issue dipilih jadi titel albumnya. Menurut mereka, nama Issue disepakati bersama sebagai jawaban dari pembuktian eksistensi Manic Monday.

Dalam album tersebut, Manic Monday menyematkan 10 lagu, dua diantaranya mereka berkolaborasi dengan Kiky dari The Flins Tone serta Kecenk dari Fraud. Jagoan pertama mereka ialah I Know I Can yang sudah diperdengarkan lewat video klipnya sejak awal 2017 lalu. Secara keseluruhan album ini bercerita tentang perasaan, karakter, dan ego setiap orang. Musiknya sendiri masih tetap dikemas alternatif, dengan distorsi dan ketukan drum-nya yang upbeat. Rilisan Grounderz Records tersebut sudah bisa diputar di kanal digital seperti Joox dan Spotify.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya