[Ekskusif] Interview Cyrus Bolooki Tentang 20 Tahun New Found Glory & Album Makes Me Sick

New Found Glory: Lengkapi perayaan 20 tahun dengan album ‘Makes Me Sick’. (Source: Billboard)

New Found Glory terbentuk pada tahun 1997 yang kemunculannya mengiringi kejayaan Warped Tour, meledaknya Blink-182 dan Green Day. Nothing Gold Can Stay dan Self-titled seolah album perkenalan yang magis, sementara Catalyst dan Sticks & Stones adalah 2 album terlaris. Lalu Coming Home merupakan momen dimana piano dan lagu cinta puitis beres ditulis. Namun sejak itu, New Found Glory terdengar tidak sama lagi, sound mereka selalu tidak bisa diprediksi.

Cyrus Bolooki. (Source: listenherereviews)

20 tahun berselang, ternyata kuartet ini tidak sedikitpun mengendorkan produktivitas. Mereka tetap membawa signature manisnya melodi dan lirik yang uplifting. Semanis kontribusi mereka terhadap kanon modern pop-punk. Band Florida Selatan itu kini sedang merayakan pencapaian eksistensi dengan cara mereka sendiri, merayakan album klasik dan album ke-9 berjudul Makes Me Sick secara bersamaan.

Berikut wawancara saya dengan Cyrus Bolooki, membicarakan 20 tahun karir bermusik, oxymoron di album baru, mengaku tidak ingin menjual nostalgia hingga pengalaman yang tak terlupakan saat manggung di Indonesia.

Apa rasanya merayakan 20 tahun New Found Glory tahun ini?

Rasanya luar biasa bisa merayakan 20 tahun band kami. Saya rasa tidak ada satupun dari kami yang menyangka bisa bertahan selama ini di saat banyak band lain bertahan paling lama beberapa tahun saja. Ini adalah waktu yang sangat spesial di hidup kami dan karena perayaan 20 tahun hanya terjadi sekali seumur hidup maka kami ingin melakukannya seseru mungkin.

Perayaannya segaris lurus dengan album baru, Make Me Sick. Waktunya seakan tepat sekali. Apakah ini album perayaan karir kalian yang bertahan selama 20 tahun?

Bukan, meski Anda benar kalau waktunya memang tepat sekali, tapi ini bukan album anniversary. Ini adalah album yang terdiri dari 10 lagu baru yang kami sukai, lagu-lagu yang saya rasa tetap dengan sound familiar NFG sementara berusaha membungkusnya dengan tambahan beberapa elemen, seperti bunyi synth dan hal semacamnya.

Cover album ‘Makes Me Sick’

“Happy Being Miserable” adalah single yang sangat menyenangkan dan apa adanya, serta yang terpenting adalah ringan. “Party on Apocalypse juga serupa itu. Saya baru tahu jika single itu punya pesan/kualitas oxymoron. Apakah itu disengaja? Apa pesan di balik album ini?

Saya pikir kami adalah band yang tidak pernah serius, namun lagu-lagu kami memang sarat pesan, jadinya itulah asal oxymoron yang Anda sebut barusan. Albumnya sendiri seperti mengajak pendengar ke dalam suatu perjalanan, dan itu bisa disebut oxymoron juga, dalam arti di awal rekaman ini punya banyak lirik yang menghakimi orang lain, akan tetapi di akhir album liriknya seolah menunjuk pada para pendengar itu sendiri agar tidak mencibir orang lain tanpa melihat dirinya sendiri dan apakah mereka pernah melakukan kesalahan sama seperti yang dituduhkan.

Saya dengar kalian latihan 75 lagu berbeda yang tidak pernah dibawakan live sebelumnya untuk tur anniversary. Ini juga tur yang beda dalam hal setlist, di mana tiap konser kalian memilih 2 album yang ada di katalog 1999-2009. Bagaimana kalian bisa kepikiran dengan pendekatan ini? Dan, bagaimana fans meresponnya sejauh ini?

Sejauh ini dalam tur kami telah memainkan 77 lagu yang mencakup 7 album (2 lagu dari album Makes Me Sick), dan ini pastinya sebuah tantangan, namun banyak keseruan saat menengok lagi dan belajar kembali lagu-lagu yang tidak pernah kami bawakan dalam konser sebelumnya.

Ide memainkan kembali album-album ini karena kami sudah melakukan sejumlah tur di masa lalu di mana kami membawakan 1 album saja hingga beres dan merasa puas, jadinya kami memikirkan untuk tur kali ini kami akan mengambil album rekaman dari 10 tahun pertama band ini, dan karena ada 6 album penuh waktu itu kami putuskan akan konser berulang kali di sejumlah kota dan membagi album-albumnya dengan cara tadi. Yang keren lagi kami tidak memainkan satu album dari awal hingga akhir, tapi sebaliknya kami mencampur dan memasangkan banyak lagu seolah “setlist” sesungguhnya, jadi itu sangat menyenangkan dan menarik bagi fans dan kami sendiri. Responnya luar biasa sejauh ini, dan boleh dibilang tiap konser berhasil sold out!

Soal tur anniversary ini, dalam satu interview, Chad mengatakan New Found Glory tidak menjual sebuah nostalgia. Bisa dijelaskan kenapa tur ini bukan tentang nostalgia?

Ini bukan tentang nostalgia karena menurut kami nostalgia akan mengartikan kalau kami sudah tamat, dan yang kita tahu adalah sebaliknya. Kami masih tetap prima dan terus mengeluarkan album baru, jadinya tidak ada alasan bagi orang-orang berpikir bahwa kami akan segera mandek! Tur ini adalah sebuah perayaan, bukan suatu kenangan!

Apakah kalian akan membawa tur anniversary ini ke Asia?

Kami akan berkunjung ke Jepang dalam waktu dekat, meski begitu di sana kami tampil di sebuah festival bukan menggelar konser album. Sayangnya, kami belum ada rencana membawa tur ini ke Asia sejauh ini. Padahal kami sangat menginginkannya, untuk masa mendatang kami tidak akan melewatkannya. Bahkan jika bukan tahun ini dan sebaliknya adalah tahun depan, kami semua akan tetap membuatnya seolah-seolah ini masih tur anniversary ke-20!

Ada banyak penggemar kalian di Indonesia yang telah mengikuti dari sejak awal karir dan mereka sangat respek serta selalu bangga—ada yang ingin kalian sampaikan untuk mereka?

Saya selalu mengingat konser kami di Indonesia sebagai beberapa konser NFG paling gila yang pernah kami alami—ada fans yang menunggu kami di hotel, dan lebih banyak dari yang sempat kami bayangkan ketika di dalam konser singing along lagu-lagu kami. Ada video di Youtube dari beberapa konser di Indonesia sehingga kalian bisa lihat sendiri apa yang saya ungkapkan tadi. Saya pastinya sangat menghargai semua dukungan yang sudah kami dapatkan dari fans di Indonesia sejak awal dan berharap bisa kembali kesana sesegera mungkin! Kami tidak akan melupakan kalian!

Senang berbagi kesenangan. Pengoleksi press release yang sementara bekerja sebagai humble data entry clerk di Jakarta. Salah satu yang terpengaruh Almost Famous.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *