Cerita Perjalanan #PreludeShowcase2017 Wake Up, Iris!: Langkah Pertama

Bie Paksi dan Vania Marisca, minggu ini mereka coba memperdengarkan karyanya lebih luas lagi. (Dok. Wake Up Iris!)

Wake Up, Iris! akan mengadakan sebuah perjalanan selama 10 hari untuk memperkenalkan diri di Jakarta dan Bandung. Saya akan menceritakan perjalanan kami serta tips dan trik yang mungkin membantu untuk para pembaca jika ingin melakukan halserupa.

Sebelum perjalanan dimulai, hal pertama yang harus diperhatikan adalah perencanaan. Showcase Wake Up, Iris! Ini adalah sebuah tantangan bagi saya untuk mengatur jadwal dan lokasi se-efektif mungkin. Di tahun 2017 ini banyak sekali musisi Malang yang unjuk karya di Ibukota dan sekitarnya. Sebut saja, Remissa, Christabel Annora, Crimson Diary, Hot New Camp, SumberKencono yang secara berturut-turut ke Ibukota dalam kurun waktu singkat. Semuanya rata-rata dengan tujuan yang sama, memperdengarkan karyanya lebih luas lagi. Pastinya setiap perjalanan harus direncanakan secara matang agar mencapai tujuan yang diharapkan. Ada beberapa hal yang kami lakukan agar perjalanan menjadi lebih mudah. Berikut ulasannya.

Kami mempersiapkan showcase kali ini sudah sejak akhir bulan Desember 2016, segera setelah mendapatkan undangan untuk bermain di Folk Night, RuangPutih Bandung. Bagi kami, hanya bermain di satu tempat di luar kota rasanya nanggung, sehingga kami mencari setidaknya 2-3 tempat di Bandung sebelum dan setelah tanggal utama tersebut. Mengingat Bandung tidak terlalu jauh dari Jakarta, akhirnya kami mempertimbangkan untuk menambah hari di Jakarta.  Efisiensi. Jika dapat kamu lakukan, kamu akan menghemat banyak biaya promosi di kemudian hari serta menabur lebih banyak bibit di berbagai tempat.

Apa Pentingnya Showcase?

Showcase secara umum adalah sebuah gig/konser/acara untuk memperkenalkan talent/karya. Showcase biasanya dilakukan oleh record label atau penyelenggara acara musik yang masif. Namun tidak menutup kemungkinan untuk digelar sendiri oleh musisi, teruta,a yang memilih jalur independen, maka cara promosi dengan memperkenalkan karya juga harus lebih kreatif.

Dok. Wake Up Iris!

Apa Bedanya Showcase dan Tur?

Sama saja, intinya dengan keduanya kita mau mengenalkan karya kita kependengar yang lebih luas di lebih dari satu destinasi. Jadi istilah tidak perlu dipusingkan. Buatlah istilahmu sendiri dan perjelas dengan pertanggungjawaban yang baik.

Ada beberapa poin yang akan saya bahas dalam tulisan berkala ini selama berlangsungnya acara. Semua hal yang saya tuliskan bersifat cerita pengalaman perjalanan kami, siapa tahu bisa sesuai dengan kalian yang baru memulai projek bermusik dan ingin mengadakan tur/showcase secara lebih hemat, baik dengan sponsor maupun tanpa sponsor. Mulailah dari persiapan, penentuan tempat tampil, akomodasi, transportasi, pembiayaan (funding), dan tips dari berbagai hal yang kami alami semoga dapat membantu kalian dalam mengorganisir perjalanan karir bermusik kalian.

Persiapan: Perjalanan panjang tidak dapat disiapkan hanya dalam 1 bulan. Jika menginginkan hal yang maksimal, siapkanlah dua hingga tiga bulan sebelumnya untuk mengurus keuangan, teknis dan promosi yang dibutuhkan. Jika kamu memutuskan untuk mencari sponsor, pastikan proposal sudah ada minimal tiga bulan sebelum perjalanan untuk mempermudah calon sponsor mengatur keuangannya. Jika menggunakan uang pribadi, tiga bulan adalah waktu yang lumayan baik untuk menabung. Catat segala persiapan dan target waktu untuk melakukannya.

Output sound perlu diperhatikan, terutama saat bermain di luar kota. (Dok. Wake Up, Iris!)

Venue Gigs: Sebelum memikirkan pengeluaran, kita harus menyusun tanggal dan tempat di mana kita akan menyelenggarakan acara. Bagaimanakah cara mencarinya? Carilah tempat yang sesuai dengan kebutuhan kita. Di era internet ini, hal tersebut sangat mudah dicari. Lihatlah contoh-contoh showcase dari berbagai musisi. Misalnya kalian ingin bermain di Semarang, lihatlah sosial media dari beberapa musisi dari Semarang, cari tahu di manakah mereka sering manggung? cari juga musisi dari luar Semarang yang sedang berkunjung ke sana. Di mana sajakah mereka bermain di kota tersebut? Jangan menutup kemungkinan. Contact them! Jangan malu-malu untuk membangun relasi.

Ada beberapa tempat yang menyediakan soundsystem yang akan mempermudah kita nanti, ada beberapa tempat yang lumayan signifikan tetapi tidak ada soundsystem, jika tempat itu sesuai dan kamu sangat ingin manggung di sana, bisa kamu usahakan. Hubungi terlebih dahulu, tanyalah teman-temanmu jika ada yang pernah kesana untuk mengetahui bagaimana suasananya. Bila memungkinkan, mampirlah dahulu ke tempat tersebut, dan bertemu dengan pemiliknya. Hal ini akan sangat mempermudah dan mempererat komunikasimu dengan pemilik. Jangan sungkan, beberapa tempat mencari musisi-musisi di luar kota untuk menjadi daya tarik tempatnya.

Nah Sejauh ini, dua hal tadi sangat penting untuk menjamin keberlangsungan tur kamu. Jika sudah menemukan tempat, gampang untuk kita menyiapkan segalanya. Selama perjalanan, mungkin akan ada tempat yang menawarkan kafenya, lokasinya menjadi tempat manggung kita tanpa imbalan berupa uang. Jika sudah ada sound systemnya, ambil saja kesempatan itu. Ingat, yang kita butuhkan adalah karya kita sampai ke banyak pendengar, dan bibit yang kita tanamkan menjadipohon di kemudianhari, jadi sebisa mungkin kesampingkan kebutuhan ekonomi. Lalu bagai mana menyiasati kekurangannya? SampaiJumpa di artikelberikutnya!(van)

Sedang belajar meramu kata dan merangkai nada. Tidak suka buang sampah sembarangan dan sayang pohon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *