Longest, Alternatif Baru Yang Mencoba Longlast

Longest: Oscar, Baim, Hajar, dan Budi. (Foto: Rido Ramadhan)

Longest tumbuh dari orang-orang yang menyukai musik alternatif, punk, dan emo di era 2000an. Maka bisa ditebak ketika beberapa part intro hingga reffrain mereka merujuk pada band-band sekelas Finch, Taking Back Sunday, Foo Fighters, sampai kelompok alternative asal Australia, Violence Soho. Bahkan, sound gitar hingga karakter vokal dari band ini benar-benar sengaja dibentuk supaya bisa kembali pada era tersebut.

Awal 2016, Longest yang notabene diisi oleh eks vokalis Give Me Mona dan Teenagers, eks gitaris Forbidden, dan juga eks gitaris Manic Monday ini memulai perjalanannya. Sesuai dengan nama yang dipilih, tentu Oscar, Hajar, Baim, dan Budi berupaya sebisa mungkin menjadikan band yang terakhir bagi mereka. Memang masih terlalu dini untuk membicarakannya, tapi Longest telah membuktikannya di awal. Mereka membuka 2017 dengan rilis mini album yang bisa diperdengarkan secara gratis melalui Soundcloud.

Radioactive-Force (RAF) pun langsung meliriknya. Label independen asal Surabaya itu berencana merilis EP tersebut dalam bentuk CD. “Aku suka band band baru yang konsepnya beda dari biasanya yang ngebawain musik itu-itu aja. Materi Longest juga oke, mereka muncul dengan mainin rock alternatif/emo era 2000an,” cerita Fadly Zakaria, owner Radioactive-Force. Mini album yang berisikan tiga lagu dan diberi titel Longest itu rencananya akan dirilis ulang oleh RAF saat Record Store Day bulan April nanti.

Label yang sempat melempar debut album milik Egon Spengler, Hecht, Beyond Infinity, Bvas, Methiums, hingga Timeless itu juga sempat menampilkan performa impresif Longest di Decimation Fest VI bulan Januari kemarin. Jika melihat dari sosok-sosko di belakangnya, bisa jadi band ini tidak butuh banyak waktu untuk beradaptasi. Besar kemungkinan band ini mulai mencuri perhatian banyak orang jika terus konsisten.

Kabar baiknya, Longest sendiri sudah menyiapkan dua materi baru yang kabarnya siap masuk ke dapur rekaman tengah tahun nanti. “Kalau lancar, di tahun ini juga kami rencananya mau membuat album full yang pertama,” jelas Oscar Lauma di sela-sela interview Longest di program KIRI milik Ronascent dan Radiogasm bulan lalu. Bahkan, satu label lagi dari Surabaya sudah berniat untuk meriliskan album tersebut. “Masih dalam tahap perbincangan sih, tapi kita lihat aja nanti ke depannya,” lanjut Oscar.

Sarjana hukum yang gak pandai ngibul. Mencoba menggabungkan hobi musik dan photography menjadi profesi. Tokoh protagonis di setiap peran antagonis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *