Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS UPDATES

Warpaint dan Alasannya Memilih Jakarta

Published

on

Sesi prescon Warpaint tadi siang (17/2) di Lobby Golf Driving Range Senayan, Jakarta. (Foto: Arina Habaidillah)

Menempatkan Jakarta sebagai destinasi tur mungkin sudah banyak dilakukan oleh musisi internasional. Tapi ketika menjadikan satu-satunya destinasi di Asia Tenggara, Ibukota dengan kepadatan penduduk mencapai 9 juta jiwa ini perlu bangga. Memang sedikit berlebihan, tapi setidaknya kedatangan Warpaint kali ini mampu menarik banyak penduduk dari negeri-negeri seberang yang gigit jari karena negaranya terlewati.

Bukan cuma Warpaint beserta dara-dara manis dibaliknya, nama Wire It Up selaku promotor konser ‘A Heads Up Indonesian Tour 2017’ pun ikut jadi perbincangan. Meski tergolong baru, Wire It Up yang juga dihuni nama-nama lama inilah yang bertanggung jawab atas datangnya pemilik single New Song tersebut. “There is no special reasons, we have been to Singapore, Malaysia and others. So, Jakarta in our priority, because we never been here before,” cerita Warpaint saat sesi prescon yang digelar pagi tadi (17/2) di Lobby Golf Driving Range Senayan, Jakarta.

Jakarta jadi prioritas Warpaint untuk tur album terbarunya ‘Heads Up’. (Foto: Arina Habaidillah)

Saat prescon, baik Emily Kokal, Theresa Wayman, ataupun Jenny Lee Lindberg sama-sama belum pernah mengunjungi Jakarta, kecuali drummer mereka Stella Mozgawa yang tahun 2008 sempat berkunjung ke Indonesia. Terkait pertunjukannya nanti malam, Warpaint tidak banyak memberikan bocoran, malah topik pemerintahan di Amerika terdengar lebih menarik dibahas. “It’s makes me works harder to make a great songs,” cerita Emily Kokal, gitaris Warpaint.

Warpaint sendiri hingga kini sudah menelurkan tiga album, yakni The Fool (2010), Warpaint (2014), dan Heads Up yang rilis September 2016 lalu melalui label Rough Trade. Album yang mengandalkan single New Song ini diproduseri oleh Jake Bercovici, di mana mereka menghabiskan sekitar lima bulan di House on the Hill untuk menyelesaikan album tersebut. Sementara itu, tur malam ini merupakan rangkaian promo album Heads Up yang akan digelar di Parkir Selatan Senayan Jakarta. Penampilan Warpaint juga akan dibuka oleh tiga band nasional, mereka adalah Kimokal, Diocreatura, dan Trou.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS UPDATES

Looking For, Perkenalan dari Kayman

Published

on

Mira Jasmine dan Kayman. (Dok. Pon Your Tone)

Rasa hambar dalam suatu hubungan, sebuah penantian tak berujung, hingga menunggu kesempatan kedua; ungkapan-ungkapan itu mengendap tersembunyi dalam percakapan antar pasangan yang terasa dingin dan penuh kecanggungan. Seperti halnya Looking For menembus dimensi kedua pasangan itu untuk menentukan ujungnya.

Pekan lalu, produser muda Kayman memperdengarkan karya bernuansa R&B/Neo-Soul dengan menggaet penyanyi muda Mira Jasmine. Kolaborasi keduanya cukup mengena, sekalipun ini merupakan debut bagi Kayman dalam merilis karya orisinil. Selama ini, produser yang dinaungi Pon Your Tone itu lebih dikenal sebagai DJ bergenre House, Afro-Beat dan Baile-Funk, dirinya juga lebih banyak menghabiskan waktu sebagai co-producer Dipha Barus.

Sebelum melempar debut Looking For, Kayman lebih aktif dalam urusan aransemen ulang, seperti lagu How Many Drinks milik Miguel atau Oye Como Va milik Tito Puente yang pernah di remix. Pria yang menekuni bidang Audio Engineering sejak usia 16 tahun ini juga sempat menggubah lagu Chasing Time milik Azelia Banks yang masuk di album kolaborasi antara Pon Your Tine dan De La Hous ‘Tone House’.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Fraud: Release The Beast

Published

on

Fraud ketika tampil di Grand City pertengahan Februari kemarin (16/2) dengan memainkan beberapa materi baru. (Foto: Haryo Bahrul Ilmi)

Seperti yang kita ketahui bersama, selepas album kedua Movement Before Mouthment rilis empat tahun lalu, Fraud tidak berhenti untuk menciptakan karya baru. Dan masuk di 2019 ini, mereka sedikit memberi bocoran tentang album barunya. Mengutip dari statement Kecenk, gitaris dari Fraud, ia sempat mengujarkan niat bandnya untuk tidak lagi menggunakan kata-kata umpatan dalam liriknya.

Lebih lanjut lagi, Kecenk menjelaskan sebagian dari lirik di album ketiganya nanti akan rilis tahun ini. Isinya masih tetap berkutat tentang refleksi mereka terhadap lingkungan sosial dalam bentuk kritik yang membangun. Tak luput beberapa permasalahan yang terjadi di tanah air dalam beberapa waktu lalu, termasuk juga suntikan motivasi untuk para korban bencana alam yang terjadi baru-baru ini. “Jadi di album ketiga ini kami lebih menata kalimat dan diksi. Tidak seperti album-album sebelumnya,” terang Kecenk ketika kami hubungi pekan lalu. Dirinya juga tak lupa menyelipkan pesannya untuk lebih mempertahankan lokalitas Surabaya. “Karena kita harus tetap jadi diri sendiri, mempertahankan esensi kelokalan, supaya bisa memperkuat agar trend dan industrinya tidak tergeser dan berubah-ubah,” sambungnya.

Kini Fraud tengah fokus pada tahap revisi dan evaluasi materi yang telah selesai digarap.  Dengan mengenyampingkan ego, band yang baru saja berpisah dengan drummernya (Edel) akhir tahun kemarin coba memperhatikan hal-hal terkecil untuk album barunya, termasuk urusan menggaet produser. Nantinya, nama produser yang telah mereka pilih akan diumumkan pasca single barunya rilis. Selain itu, pemilihan studio dan sound engineering juga mereka fokuskan. Buktinya, proses rekaman dilakukan di beberapa studio berbeda, khususnya untuk take drum, Fraud menginginkan studio yang nyaman dengan feel akustik yang mumpuni.

Dalam waktu dekat, sembari menunggu menunggu proses album yang berjalan sejak pertengahan 2018 rampung, Fraud akan merilis ulang album pertama dan keduanya. Kali ini, band yang sempat berbagi panggung dengan Sick Of It All ini memlih format kaset untuk merilis kedua album lawas-nya. “Setelah rampung produksinya, kami akan membuat launching atau bahkan secret gigs mungkin,” tutur Kecenk.

Fraud (1)
Fraud (2)
Fraud (3)
Fraud (4)
Fraud (5)
Fraud (6)
Fraud (7)
Fraud (8)
Fraud (9)
Fraud (10)
Fraud (11)
Fraud (12)
Fraud (13)
Fraud (14)
IMG_6929
Continue Reading

EVENTS

Gallery: Workshop Distribusi Musik Promosi Masa Kini

Published

on

Dalam acara Colleague Eksposura yang diselenggarakan di Grand City akhir pekan kemarin (16/2) terselip sebuah workshop yang membahas tentang “Distribusi Musik dan Promosi Masa Kini”. Sesi tersebut diisi oleh empat narasumber, yakni kedua personil Wake Up, Iris!, Deni Saha (Programme Director M-Radio) dan juga Kecenk (Fraud).

Continue Reading

Surabaya