Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Baju Barong, Slipper, Mendung & Panas Hampiri Pertunjukan Warpaint di Jakarta

Published

on

Warpaint menggelontor lagu-lagu barunya di Jakarta kemarin. (Dok. Wire It Up)

Langit abu-abu disertai sedikit gerimis rupanya tidak menyurutkan niat para penggemar Warpaint untuk datang ke Parkir Selatan Senayan Jumat kemarin (17/2). Emily Kokal (gitar & vokal) bersama dengan Theresa Wayman (gitar & vokal), Jenny Lee (bass & vokal), serta Stella Mozgawa (drum) hadir di tengah mendungnya langit sambil membawa aura ‘panas’ yang telah dinanti-natikan oleh penonton dalam tur konser bertajuk “A Heads Up Tour 2017” yang sekaligus menjadi satu-satunya negara yang disambangi Warpaint di Asia Tenggara. Jakarta patut berbangga.  Pasalnya pertunjukan malam itu berhasil membawa kelegaan yang luar biasa bagi parafansnya.

Setelah tiga band pembuka tampil, tepat pukul 21.30 WIB para personil Warpaint pun memasuki stage dengan persiapan kurang lebih setengah jam. Jenny Lee malam itu berhasil membuat mata saya terbelalak di samping banyaknya lelaki yang mengelu-elukan namanya, tidak lain karena baju yang diapakai adalah baju ‘Barong’ ala Indonesia. Dan dengan wajah cerianya, Jenny membalas terikan para penontondengan senyum lebar dan lambaian tangan.

Seperti apapun cuacanya, Warpaint masih tetap atraktif. (Dok. Wire It Up)

Pertunjukan malam itu dibuka dengan lagu Keep It Healty. Selain itu, beberapa nomor andalan Warpaint juga dimainkan seperti Undertow, Love Is To Die, New Song dan Disco//Very yang berhasil membuat penonton makin bermandikan keringat di tengah mendung yang tak tertahankan. Seperti layaknya kebanyakan artis luar negeri lainnya, mereka juga tidak lupa sesekali mengucapkan “Terimakasih”, “Bagus… Bagus…. Bagus…” dengan aksen bulenya.

Rupanya, penampilan mereka malam itu yang tanpa visual panggung tidak menyurutkan semangat para pecinta Warpaint yang datang dan menunggu cukup lama. Keempat perempuan yang sudah bersama selama 13 tahun tersebut berhasil mencuri fokus para fans lewat energi yang diramunya. Dengan sesekali headbanging para penonton mengikuti irama musik mereka. Emily, yang malam itu hanya mengenakan slipper hotel alias ‘sandal hotel’ termasuk salah satu personil yang atraktif dan membuat malam itu terasa semakin ‘panas’ sekalipun dalam kenyataannya beberapa personil lain juga kerap mengibas-kibaskan tangan dan handuk berharap ada udara menghampiri mereka. Memang keadaan mendung saat itu cukup membuat mereka gerah. Secara keseluruhan, penampilan Warpaint malam itu patut diacungkan lima jempol. Bahkan untuk seorang yang baru mengenal kelompok art rock asal California tersebut, mereka benar-benar gila!

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya