Sentimental Frequency Vol 2: Menyatunya Design Visual, Interior, Musik, & Seni Pertunjukan

Penampilan Christabel Annora dengan single-single andalan dari debut albumnya. (Dok. Llamahouse)

Masih dalam nuansa awal tahun, pekan lalu (22/1) Yogyakarta menghadirkan acara seru bertajuk Sentimental Frequency Vol 2 yang di inisiasi oleh Llamahouse. Acara yang berlangsung di Foodiest ini mengadirkan penampil penampil beken seperti Christabel Annora (Malang), Figura Renata (Semarang), Illona ATSP, Jono Terbakar, Keke Ode Naomi, Dan Samasthra, dipandu Danish Wishnu dan Galih Kabra.

Melalui Sentimental Frequency Vol. 2, acara tersebut menggabungkan multi elemen, antara design visual, interior, musik, dan seni pertunjukan; terlihat dengan bagaimana dekorasi panggung yang mengedepankan keintiman antara penampil dan penikmat musik dengan pendekatan living room.

Figur Renata di Sentimental Frequency Vol.2 (Dok. Llamahouse)

Uya Samasthra sebagai pembuka acara tampil apik dengan musik esperimentalnya, bersambung Keke Ode Naomi yang mebius penikmat dengan suaranya ketika membawakan tembang My Favorite Things dari Rodgers and Hammerstein. Illona ATSP menyapa penikmatnya dengan beberapa tembang andalanya seperti Di Antara Pilu, Hanya Berteman serta satu tembang dari The Carpenter – Top of The World. Line up berikutnya adalah Christabel Annora pianis asal kota Malang ini membawakan tembang tembang Talking Days yang sukses membius penonton untuk menikmati syahdunya alunan kibor dari gubahan lagu Efek Rumah Kaca, Desember.

Penampil selanjutnya adalah Figura Renata, duo folk asal kota Semarang menambah semaraknya malam itu dengan dengan aksi pangungnya. Sebagai penutup Jono Terbakar berhasil menutup perhelatan malam itu dengan tembang andalan Tualang untuk mengobati kerinduan penikmatnya yang sepat ditinggalkan selama setahun.

Llamahouse sendiri merupakan ruang atas energi positif dari elemen kreatif baik secara kolektif maupun personal untuk saling meng-influence, maka di acara tersebut, dibagikan pula zine sebuah zine yang berisi interview dari para penampil di volume sebelumnya serta Kalender dan beberapa merchandise dari para penampil yang siap diboyong pulang. Bagi yang belum kedapatan, bisa mengunduhnya di sini.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *