Sensasi ‘Adventure Of A Lifetime’ Dalam Pertunjukan Coldplay

Background panggung ‘A Head Full Of Dream Tour 2016’. (Foto: Bimowid)

Sejak mendapat pengalaman nonton konser yang pertama, Saya ingat sekali setelah itu langsung inisiatif bikin list band/musisi yang harus harus banget ditonton konsernya, paling enggak sebelum saya mati, kalo kalo ada rejeki,waktu dan kesempatannya. Dan akhir 2016 kemarin, beruntung banget karena saya bisa menyentang salah satu nama band di list yang saya buat waktu itu, nama band yang saya centang adalah Coldplay. Di awal tahun 2016 kemarin emang heboh banget berita tentang ‘A Head Full Of Dream Tour’ Coldplay ke negeri seberang, Australia. Satu momen yg gak bisa dilewatin, secara Australia itu negara paling deket sama Indonesia yang masuk di rangkaian tur mereka (agak sesek juga sih begitu tau ternyata mereka bakal mampir ke Singapura juga, itupun setelah saya udah beli tiket  haha).

Dengan modal nekat, utang sana sini hahaha.. akhirnya berhasil juga saya amankan tiket untuk 2nd show mereka di Allianz Stadium, Sydney pada tanggal 14 Desember 2016. Selama kurang lebih H-2 bulan, tiap hari saya dengerin mixtape Coldplay yang saya bikin sesuai setlist di tur ini, dengan maksud biar bisa sing a long sepanjang konser. Saya tonton juga beberapa DVD live mereka yang ada di Youtube sebagai pemanasan. Sempet ikutan juga gimmick request lagu yang Coldplay adain dengan memposting video berdurasi pendek di Instagram. Yang beruntung nanti request lagunya bakal dimainin langsung pas konser. Pokoknya Saya gak mau masuk ke venue itu gak 100% prepared.

Fast forward ke hari yang ditunggu-tunggu, saya bersiap-siap untuk berangkat ke venue dengan cuaca yang lumayan panas, waktu itu sekitar pukul 12 siang. Dengan sistem transportasi yang super gampang di sana, Saya berhasil sampai di venue setengah jam setelahnya, dan antrian sudah lumayan penuh. Tampak banyak sekali wajah-wajah Asia yang begitu saya lewat dekatnya ternyata ngomong Bahasa Indonesia juga. Well, sebelum masuk antrian, Saya memutuskan mampir ke booth merchandise dulu untuk membeli sebuah kaos turnya, karena sangat tidak sah kalau tidak membawa sesuatu untuk disimpan selama-lamanya dong. setelah itu saya langsung masuk antrian dan menunggu sekitar kurang lebih 4 jam sampai gate dibuka pukul 17.30.

Non Smoking Venue: Tiket konser ‘A Head Full Of Dreams Tour 2016’. (Foto: Bimowid)

Selama menunggu itu tiba tiba cuaca berubah jadi mendung dan gerimis yang rupanya merupakan tipikal perubahan cuaca di Sydney tiap akhir tahun. Di situ juga para kru mulai membagikan xyloband, ya, xyloband akhirnya saya bisa liat langsung. Gelang yang jadi salah faktor penunjang dari show mereka, waaa gila mau nangis ngeliatnya, padahal belom masuk venue hahaha. Waktu menunjukkan pukul 17.30, akhirnya dengan tertib semua antrean mulai masuk satu persatu tanpa rusuh menuju ke gate pengecekan tiket (Btw Saya berhasil dapet Xyloband lagi di sini karena Xyloband yang sebelumnya simpen di tas sambil akting kalo belom kebagian haha).

Akhirnya saya berada di dalam stadium dengan suguhan panggung yang super megah, panggung super gede dengan background layar yang gak kalah besar yang di tutupi dengan tirai bunga-bunga, dan di kanan kiri panggung juga ada layar berbentuk lambang ‘Flower of Life’ yang jadi logo di album terbaru mereka;  logo yang sempat diributkan karena dipakai duluan oleh Bring Me The Horizon di album ‘sempiternal’). Pokoknya epik banget, tapi sayangnya itu semua bersamaan dengan hujan yang tiba-tiba menjadi deras, sehingga crew panggung dengan sigap memasang tenda tenda diatas stage untuk mengamankan alat alat musik dari hujan.

Sekitar pukul 6 tepat, Chris Martin tiba tiba naik panggung dan semua langsung heboh. Ternyata dia menjadi host di konser ini. Dia bilang terima kasih untuk semua yang sudah datang sembari mempersembahkan opening act mereka selama tur Australia ini, ada Jess Kent, penyanyi hip-hop dari Australia serta Lianna La Havas, soloist R&B dari Inggris. Di antara mereka berdua, Lianna La Havas paling menarik perhatian saya. Suaranya enak, jago main gitar dan musiknya oke banget,mengingatkan saya sama mendiang Amy Winehouse.

Masing-masing dari mereka tampil sekitar satu jam, dan selama dua jam itu hujan makin deras. Dengan basah kuyub saya makin semangat ketika melihat crew panggung sudah mulai menyiapkan alat alat musik Coldplay yang sudah standby di panggung dari awal tadi. Alat yang mereka pakai memang selalu bertema, disesuaikan dengan tema album mereka saat ini yang terlihat sekali influence ala Indian. ada bunga di sana-sini dan di kick drum-nya pun ada tulisan berbahasa India yang setelah saya cek di internet, ternyata itu tulisan Coldplay dalam aksara India, mungkin terbawa suasana  video klip Hymn For The Weekend.

Xyloband yang membuat penonton jadi bagian ‘part of the show’. (Foto: Bimowid)

Akhirnya yang ditunggu tunggu tiba, tepat jam 8 malam dengan ajaibnya hujan berhenti seketika dan lampu mulai padam. Di layar super besar muncul humbauan agar segera melepas segel yang ada di xyloband masing masing dan segera memakainya karena itu adalah ‘Part of the show’. Tiba-tiba terdengar suara intro di waktu yang bersamaan dan muncul logo ‘Flower of Life’ di layar hingga akhirnya para personil Coldplay mulai masuk ke panggung dan langgsung menggeber lagu pertama, A Head Full of Dreams. Seketika saja semua xyloband milik penonton langsung nyala bersamaan, satu stadium berubah jadi warna merah. Oke, saya benar-benar merasa menjadi ‘Part of the Show’, terharu banget waktu ngeliat gelangnya nyala bersamaan. Makin histeris saat lagu kedua dibawakan, Yellow. OMG, gila,  ini lagu favorit banget dari jaman masih di sekolah dasar dan sekarang bisa nyanyiin langsung bareng bandnya dengan gelang yang nyala warna kuning; i seriously can’t hold my tears.

Lagu berikutnya ada Every Teardrop Is A Waterfall dari album Mylo Xyloto. Begitu lagu selesai, Chris Martin langsung bergegas menuju Pianonya untuk memainkan intro The Scientist; ini salah satu lagu yang bikin saya ngefans banget sama Coldplay. Surreal banget perasaan saat itu, terutama saat nyanyi bareng satu stadium. Dilanjut dengan lagu baru Birds dan Paradise yang endingnya diselipin versi remix dari Tiesto sehingga seketika venue berubah menjadi venue DWP hahaha. Itu adalah ending dari set pertama di panggung A. Mereka langsung bergegas menuju panggung B yang letaknya ada di tengah stadium yang dijangkau dengan melewati tengah-tengah penonton.

Di Set B ini mereka banyakin bawa lagu dari album Ghost Stories karena memang musiknya minimalis, hanya ada piano, gitar, bass dan satu set drum elektrik. Konon katanya album ini adalah curhatan Chris Martin setelah dia cerai dari mantan istrinya, aktris Gwynethh Paltrow, maka lagu-lagunya emang terkesan sedih banget. Cara memainkan mood penonton yang super apik, dengan menggunakan lampu sorot berwarna biru, jadi bikin suasana makin sedih. Dalam set ini mereka membawakan lagu Always in My Head,Magic, dan diakhiri dengan lagu yang paling saya tunggu, Everglow yang kali ini dibawakan versi minimalis, dengan hanya piano dan gitar sehingga semakin memperdalam suasana dramatis. Ditambah dengan gelangnya yang menyala biru ke ungu secara bergantian.

Setelah selesai, mereka lanjut menuju stage A untuk lagu berikutnya, Clocks. Di lagu ini permainan lighting dan lasernya super duper keren, saya sampe lupa ikutan nyanyi. Lagu berikutnya ada Charlie Brown, di lagu ini xyloband nyala bergantian semua warna, gila keren banget. Sampai di awal lagu Chris minta tolong untuk taro dulu hapenya dan fokus angkat tangan agar efek xyloband-nya lebih bagus dilihat, dan itu beneran. Ada kamera di atas yang menyorot penonton dan langsung di proyeksikan ke layar panggung. Terlihat jelas crowd hari itu secara keseluruhan dengan xyloband yang berwarna warni.

Penampilan memukau Coldplay di Sydney, Australia. (Foto: Bimowid)

Setelah itu secara berurutan lagu-lagu seperti Hymn For The Weekend, dan Fix You langsung membuat satu stadion baper sampai akhirnya dilanjutkan pada lagu Heroes milik David Bowie yang memang selalu dibawakan saat tur ini. Kemudian Viva La Vida dan lagu yang melodi gitarnya lagi nyantol banget di otak saya setaun belakangan ini, Adventure Of A Lifetime. Setelah itu mereka pindah lagi ke set C di mana panggungnya berada jauh di belakang. Untungnya kualitas layar di panggung super bagus sehingga saya masih bisa melihat sangat jelas. Di set ini mereka langsung menggeber lagu yang pada masanya ini sering banget diputer di MTV, In My Place. Saya ingat sekali lagu ini dulu menjadi salah satu beat drum pertama yang saya pelajari. Setelah itu mereka langsung membawakan satu lagu request dari Instagram yang sudah dipilih. Saya sempat berdoa dalam hati semoga lagu yang saya request yang terpilih, tapi ternyata bukan, well i don’t even mind it, still having a wonderfull time haha. Lagu yang terpilih adalah Till Kingdom Come. Di sini juga mereka membawakan satu lagu baru yang ngakunya baru dibikin dua jam sebelum konser dimulai, judulnya  Christmas With the Kangaroos yang liriknya lumayan kocak.

Setelah beres di set C mereka langsung kembali ke panggung utama untuk memainkan dua lagu terakhir, ya, terakhir. Saya masih tidak rela mendengar kata itu. langsung saja dimulai intro lagu Sky Full Of Stars, layar di panggung berubah seketika menjadi langit berbintang dan semburan konfeti berbentuk bintang memenuhi pandangan kala itu, super megah.Tibalah di lagu terakhir malam itu, Up & Up yang menurut saya pribadi kurang klimaks untuk dijadikan penutup. Para personil langsung pamit setalah lagu berakhir dan muncul credit title di layar seperti layaknya film ditutup dengan logo ‘Flower of Life’ yang tayang cukup lama, cukup bagus untuk background foto dan di post di Instagram, sayangnya tidak sempat saya lakukan.

#ColdplaySydney. (Foto: Bimowid)

Sangat-sangat puas dengan show malam itu. Selama konser yang berlangsung kurang lebih dua jam itu tidak henti-hentinya saya bersyukur dalam hati karena bisa merasakan pengalaman ini. The best concert i’ve ever been!. Total ada 23 lagu yang mereka bawakan dengan total malam itu, setlist yang sangat epic. Sampai detik ini saya masih membandingkan konser ini dengen pengalaman konser saya sebelum-sebelumnya. Sepertinya belum ada yang bisa menandingi konser ini. Think about the best concert you’ve been. Multiply it by ten, itulah rasanya menonton konser Coldplay. Terus terang kalau ada rejeki dan kesempatan lagi, saya gak bakal nolak untuk mengulangi momen nonton Coldplay secara live. Menurut saya pribadi, mau kamu fans Coldplay atau bukan, kamu harus datang ke konser mereka. Sekali seumur hidup, i guarantee you’ll have the greatest experience for the rest of your life! Thank you, Coldplay. Thank you for the unforgettable experience.

Di perjalanan keluar venue, ada box yang sebenarnya digunakan untuk mengumpulkan xyloband untuk di recycle. Tapi saya malah ambil beberapa untuk dibawa pulang hahaha ada yang mau? Dan buat yang penasaran mau liat beberapa video yang sempat saya rekam, bisa cek di Instagram saya di Bimowid. Anyway, di dalam minggu yang sama, tepatnya dua hari setelah konser Coldplay, Saya berkesempatan untuk dateng ke ‘Bad Vibration’ tur-nya A Day To Remember. Bakalan saya tulis pengalamannya juga nanti, stay tune!

Cerita selengkapnya bisa cek di sini

Drummer dari The Flins Tone, saudara jauh dari Dave Grohl #HIDUPUNTUKKONSER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *