Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS UPDATES

Homebound, Amunisi Baru Modern Pop-punk

Published

on

homebound-band-2016Homebound, unit pop-punk asal kota kecil Farnham, Inggris merilis EP terbarunya di bawah label Rude Records. Album kecil berjudul The Mould You Build Yourself Around itu mencoba menjadi peluru baru Homebound menembus pasar pop-punk kontemporer.

Homebound sangat seru didengarkan bagi mereka yang menyukai tren permukaan saat ini. Pop-punk memang menunjukkan nama-nama baru yang terus diperhitungkan dengan reputasi identitas yang lebih banyak soal bersenang-senang, pertemanan, dan percintaan. Mengenai hal itu, vocalis Homebound Charlie Boughton angkat bicara menyatakan perbedaan bandnya.

“Ada banyak band yang doing the same things akhir-akhir ini dan makin hari makin oversaturated, menjadikan saya tidak tartarik dengan hal itu. Saya rasa tiap lagu di dalam EP ini menawarkan sesuatu yang beda,” ujar Charlie. “Sound kami lebih dewasa, jelas berada di area yang lebih gelap. Materi kali ini juga makin mendekati keinginan musikalitas kami sebagai band,” timpalnya lagi.

Homebound sendiri rasanya memiliki aksen yang bisa dikelompokkan dengan new wave UK Pop-punk seperti nama Neck Deep, ROAM dan Trashboat. Lebih luas lagi, bagian dari invasi Tr00 Pop-punk yang belakangan tidak terbendung lagi pengaruhnya. Seb Barlow, yang merupakan saudara kandung dari frontman Neck Deep juga terlibat di album-album Homebound sebagai produser. Dia secara tidak langsung mengambil peranan penting membentuk sound Homebound. Terbukti 2 EP terakhir Homebound telah diproduseri oleh Seb Barlow.

“Dia (Seb Barlow) adalah pilihan mutlak bagi kami. Kami bekerja dengan cara yang sama dan tahu betul apa yang kami inginkan, tentu sangat membantu kami mendapatkan hasil lagu-lagu terbaik,” tukas Charlie, kembali bercerita.

Hasilnya adalah lagu-lagu personal sarat emosi introspektif yang polished. Pada 2 Desember lalu, Homebound merilis single kedua berjudul ‘Distrait’. Lagu itu dapat distreaming di Youtube lewat akun label Rude Records. Selain merilis ‘Distrait’, mereka juga sudah pernah mengenalkan video music perdana dari single ‘Headspace’. Single-single tersebut bisa menjadi acuan potensi Homebound ke depannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS UPDATES

Looking For, Perkenalan dari Kayman

Published

on

Mira Jasmine dan Kayman. (Dok. Pon Your Tone)

Rasa hambar dalam suatu hubungan, sebuah penantian tak berujung, hingga menunggu kesempatan kedua; ungkapan-ungkapan itu mengendap tersembunyi dalam percakapan antar pasangan yang terasa dingin dan penuh kecanggungan. Seperti halnya Looking For menembus dimensi kedua pasangan itu untuk menentukan ujungnya.

Pekan lalu, produser muda Kayman memperdengarkan karya bernuansa R&B/Neo-Soul dengan menggaet penyanyi muda Mira Jasmine. Kolaborasi keduanya cukup mengena, sekalipun ini merupakan debut bagi Kayman dalam merilis karya orisinil. Selama ini, produser yang dinaungi Pon Your Tone itu lebih dikenal sebagai DJ bergenre House, Afro-Beat dan Baile-Funk, dirinya juga lebih banyak menghabiskan waktu sebagai co-producer Dipha Barus.

Sebelum melempar debut Looking For, Kayman lebih aktif dalam urusan aransemen ulang, seperti lagu How Many Drinks milik Miguel atau Oye Como Va milik Tito Puente yang pernah di remix. Pria yang menekuni bidang Audio Engineering sejak usia 16 tahun ini juga sempat menggubah lagu Chasing Time milik Azelia Banks yang masuk di album kolaborasi antara Pon Your Tine dan De La Hous ‘Tone House’.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Fraud: Release The Beast

Published

on

Fraud ketika tampil di Grand City pertengahan Februari kemarin (16/2) dengan memainkan beberapa materi baru. (Foto: Haryo Bahrul Ilmi)

Seperti yang kita ketahui bersama, selepas album kedua Movement Before Mouthment rilis empat tahun lalu, Fraud tidak berhenti untuk menciptakan karya baru. Dan masuk di 2019 ini, mereka sedikit memberi bocoran tentang album barunya. Mengutip dari statement Kecenk, gitaris dari Fraud, ia sempat mengujarkan niat bandnya untuk tidak lagi menggunakan kata-kata umpatan dalam liriknya.

Lebih lanjut lagi, Kecenk menjelaskan sebagian dari lirik di album ketiganya nanti akan rilis tahun ini. Isinya masih tetap berkutat tentang refleksi mereka terhadap lingkungan sosial dalam bentuk kritik yang membangun. Tak luput beberapa permasalahan yang terjadi di tanah air dalam beberapa waktu lalu, termasuk juga suntikan motivasi untuk para korban bencana alam yang terjadi baru-baru ini. “Jadi di album ketiga ini kami lebih menata kalimat dan diksi. Tidak seperti album-album sebelumnya,” terang Kecenk ketika kami hubungi pekan lalu. Dirinya juga tak lupa menyelipkan pesannya untuk lebih mempertahankan lokalitas Surabaya. “Karena kita harus tetap jadi diri sendiri, mempertahankan esensi kelokalan, supaya bisa memperkuat agar trend dan industrinya tidak tergeser dan berubah-ubah,” sambungnya.

Kini Fraud tengah fokus pada tahap revisi dan evaluasi materi yang telah selesai digarap.  Dengan mengenyampingkan ego, band yang baru saja berpisah dengan drummernya (Edel) akhir tahun kemarin coba memperhatikan hal-hal terkecil untuk album barunya, termasuk urusan menggaet produser. Nantinya, nama produser yang telah mereka pilih akan diumumkan pasca single barunya rilis. Selain itu, pemilihan studio dan sound engineering juga mereka fokuskan. Buktinya, proses rekaman dilakukan di beberapa studio berbeda, khususnya untuk take drum, Fraud menginginkan studio yang nyaman dengan feel akustik yang mumpuni.

Dalam waktu dekat, sembari menunggu menunggu proses album yang berjalan sejak pertengahan 2018 rampung, Fraud akan merilis ulang album pertama dan keduanya. Kali ini, band yang sempat berbagi panggung dengan Sick Of It All ini memlih format kaset untuk merilis kedua album lawas-nya. “Setelah rampung produksinya, kami akan membuat launching atau bahkan secret gigs mungkin,” tutur Kecenk.

Fraud (1)
Fraud (2)
Fraud (3)
Fraud (4)
Fraud (5)
Fraud (6)
Fraud (7)
Fraud (8)
Fraud (9)
Fraud (10)
Fraud (11)
Fraud (12)
Fraud (13)
Fraud (14)
IMG_6929
Continue Reading

EVENTS

Gallery: Workshop Distribusi Musik Promosi Masa Kini

Published

on

Dalam acara Colleague Eksposura yang diselenggarakan di Grand City akhir pekan kemarin (16/2) terselip sebuah workshop yang membahas tentang “Distribusi Musik dan Promosi Masa Kini”. Sesi tersebut diisi oleh empat narasumber, yakni kedua personil Wake Up, Iris!, Deni Saha (Programme Director M-Radio) dan juga Kecenk (Fraud).

Continue Reading

Surabaya