Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Rocktober Fest: Satu Lagi, Muncul Festival Musik di Surabaya

Published

on

rocktoberfest-2016-83

Vokalis Sebuah Tawa Dan Cerita memberikan ke mic ke penonton saat tampil di Rocktober Fest pekan lalu (29/10). (Foto: Dimas Setiawan)

Biasanya bulan Oktober lekat dengan Helloween atau Octobeer Fest. Di mana, tiap memasuki pertengahan bulan, degup hasrat publik Surabaya terlihat sibuk membuat atau menghadiri acara yang berbau pesta kostum atau pesta bir. Sayangnya itu semua bukan kultur asli negara ini, dan sudah semestinya kita tidak terlalu larut merayakannya. Kabar baik saat mendapati benih-benih festival rock anyar di tengah hiruk-pikuk dua momen rutin tersebut. Bukan sesuatu yang berbau horror ataupun bir; melainkan rock!

Mulai siang suasana di kawasan Parkir Timur Delta Plaza Surabaya sudah dihantam soundcheck berdistorsi. Perlu diingat, dewasa ini tidak banyak yang gembling menyewa venue tersebut untuk menyelenggarakan event musik. Jelas hanya segelintir yang berani berjudi, jika tidak ada embel-embel artis tenar luar kota atau jaminan balik modal. Tapi kali ini, M-Radio selaku salah satu radio swasta yang sedang gencar melakukan rebranding berani melakukannya.

Bukan masalah balik modal, tidak juga membawa artis luar kota, tapi murni mempercayakan keberhasilan eventnya lewat musisi-musisi lokal. Dan minggu lalu (29/10), Rocktober Fest untuk kali pertamanya digelar dengan andil puluhan band underground. “Merekalah hasil dari perundingan dengan kesamaan visi untuk mengembangkan industri musik Surabaya,” ujar Cak Boker mewakili tim Rocktober Fest.

Total ada 18 band yang tampil, mulai dari pendatang baru Flowdown sampai sang veteran Jagal. Dominasi metal dan hardcore melibas crowd penonton yang kabarnya mencapai 800 orang. Capaian yang memuaskan untuk festival anyar dengan list-list band lokal. Meski begitu, dari pihak penyelenggara pun tidak menarget banyaknya penonton, karena bagi mereka ketertiban selama berlangsungnya acara jadi prioritas.

rocktoberfest-2016-03

Gilang dari Amonra yang tampil on fire di panggung Rocktober Fest. (Foto: Merlando Yuka)

Dari area mosphit, yang namanya penonton secara estafet disuguhkan musik-musik keras, sehingga keringat sudah pasti bercucuran. Dibuka dari Flowdown berlanjut ke Morganostic yang sedang sibuk mempersiapkan debut album dan masih setia dengan single To Conceive-nya. Berikutnya, Pollar 33 kolektif melodic hardcore yang juga baru merilis debut album tampil beringas hingga atmosfer punk mulai bergemuruh sesaat setelah The Flins Tone naik panggung dengan setlist dari album Good News. Hanya berselang satu band, stage super besar Rocktober Fest kembali dihuni Amonra yang bulan lalu sukses melaunching albumnya The Journey Begins.  Tongkat estafet berlanjut ke US Dollar, My Mother Is Hero, Tikam hingga Sebuah Tawa dan Cerita.

Tiap gempuran musik dari masing-masing band pun juga mempengaruhi situasi di bawah stage. Penonton bagaikan gelompang ombak pasang-surut, moshing dan kemudian hanya menikmati alunan tanpa ada reaksi. Beda halnya saat GAS on stage. Penonton bergerak masif, lebih rapat, dan headbanging. Hal serupa juga terjadi saat Fraud yang didaulat sebagai penutup festival rock yang kabarnya akan digelar tahunan ini. “Kita harus bangga dan terus support event ini agar bisa bertemu lagi di tahun depan,” seru Bayu Hastutama, vokalis eksentrik Fraud sebelum menutup acara.

Event Rock Segar Bulan Oktober

rocktoberfest-2016-81

Crowd Rocktober Fest dan ambisi mengembalikan identitas Surabaya sebagai kota rock. (Foto: Dimas Setiawan)

Tahun lalu kami sempat menyebut Brotherground Festival sebagai salah satu tonggak baru festival underground di Surabaya. Sebelumnya lagi, muncul Folk Music Festival yang sayangnya seperti kesulitan mengeksplor musisi pop/folk dari kota ini. Tidak jauh-jauh dari konsep serupa, Rocktober Fest pun ingin ikut andil dalam perkembangan skena di kota ini, khususnya musik rock.

Bagi M-Radio, musik rock sudah merupakan identitas kota ini. Kemudian, dengan sedikit sentuhan penyebutan bulan Oktober, maka tercetuslah titel Rocktober Fest. “Ide konsep ini sebenarnya sudah ada dari tahun 2013 bersama Mas Deni Saha, namun baru bisa terwujud tahun ini,” lanjut Cak Boker. Selain itu, dari segi pengisi acara ia juga menuturkan bahwa line up yang dipilih merupakan band yang notabene punya dampak besar bagi perkembangan musik Surabaya.

Masih belum diketahui juga kenapa harus bulan Oktober. Pastinya penyelenggara seperti ingin membentuk image event ini sebagai salah satu ikon di Surabaya, terutama saat memasuki bulan Oktober. “Nama Rocktober ini sekarang juga dalam proses diurus hak patennya,” lanjut Boker.

Terlepas dari Oktober dan makna rock yang bias, setidaknya Rocktober Fest telah diproyeksikan menjadi event tahunan dan berharap bisa muncul nama-nama baru dari festival seperti ini. Sesuai target awalnya juga, semoga ketertiban berjalannya acara kemarin bisa kembali jadi budaya. Setidaknya mengurangi cerita buruk tentang venue di kota ini yang terus-terusan berkurang akibat tindakan anarki sekaligus mengedukasi generasi selanjutnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya