Masa Transisi & Eksplorasi Musik LALA

lala-karmela-blackwhite

Perjalanan panjang LALA di dunia musik yang penuh dengan masa transisi dan eksplorasi. (Dok. LALA)

Enam tahun lalu, sebuah single everlasting berjudul Satu Jam Saja muncul menghiasi industri musik nasional. Lala Karmela terdengar begitu sendu dengan petikan gitar merdu. Lagu yang jadi soundtrack film berjudul serupa itu membawanya ke titik di mana namanya kian santer terdengar. Setahun setelahnya, ia pun merilis album Aku, Kamu, Cinta di mana terdapat satu hits hasil kolaborasi dengan Barry, Ello, dan Ipank di single Semangat Baru.

Tidak dipungkiri juga kalau beberapa menyebutnya sebagai one hit wonder. Pasalnya tidak semua lagu yang ada di albumnya merasakan kesuksesan seperti Satu Jam Saja. Tapi, dengan kemapanan di bawah label besar, nama Lala Karmela tidak pernah redup. Lewat beberapa klip, perform, sampai kolaborasi dengan musisi lain solois satu ini masih terus muncul di tengah industri musik pop yang di tahun-tahun itu sedang mengalami deklinasi.

Memang sosoknya bukan lagi nama baru di blantika musik nasional ataupun dunia entertainment. Memulai karir di dunia akting, nyatanya passion tetap tidak bisa ditinggalkan. Karya demi karya dengan musik pop generiknya makin melekat membentuk karakternya, ditambah stage perform yang tidak bisa jika tanpa gitar. Hingga, satu albumnya yang rilis 2013 kemarin seperti merubah brand image yang telah dibangun sebelumnya. Namanya perubahan tentu bertujuan untuk sesuatu yang lebih baik, dan itulah yang ia lakukan.

Tidak sedikit musisi potensial yang memilih jalur sendiri untuk melampiaskan hasrat bermusiknya. Dan Lala jadi salah satunya. Between Us (2013) membuktikan betapa ‘liar’ ide-ide bermusiknya. Album ketiga yang rilis via Sinjitos Records itu menyajikan kolaborasi menarik antara Lala dengan produser ‘cerdas’ Joseph Saryuf. Berangkat dari pop industrial, mereka coba mempertahankan lirik cinta yang melodramatis, namun dipadukan sentuhan pop eklektik; itulah kesan pertama yang muncul saat mendengarkannya.

lala

Selepas memilih ke jalur independen, LALA jauh lebih bersinar. (Dok. LALA)

Tidak ada lagi lagu yang mengelu-elukan cinta sampai jatuh bangun dan berdarah-darah. Tidak ada lagi nada pop monoton atau judul lagu lugas tanpa makna. Adanya hanya Lala Karmela yang terdengar lebih ekspresif, impresif dan eksploratif. Kita seperti melihat burung yang keluar dari sangkar lalu terbang bebas ke langit luas. Morning Star merupakan track pembuka dari album Between Us yang sepertinya jadi represantasi karirnya dulu. Musiknya lebih variatif dan tetap easy listening, dan hebatnya dia tidak membuang karakter lamanya. “Aku seneng banget ngeksplor musik, tapi tetep bakal aku jaga benang merahnya. Karena bagiku, musik itu never ending explore,” cerita Lala Karmela.

Wanita  bernama lengkap Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo itu memilih bergerak di jalur independen. Dan bisa ditebak, lewat album Between Us Lala membuka lembaran baru, di mana pendengarnya kian luas dan cerdas. Tanggapan positif pun juga bermunculan selepas album tersebut. Banyak yang menganggap jika Lala jadi salah satu musisi penyelamat musik pop nasional. “Butuh kerja sama antara seorang penyanyi dan pencipta lagu pop potensial dengan produser cemerlang guna menunjukkan bagaimana seharusnya musik pop dikemas: menyenangkan untuk didengar sekaligus memiliki kedalaman artistik,” komentar Rolling Stone Indonesia.

Tiga tahun berselang, dengan nama LALA yang sudah digunakan sejak album Between Us, dia kembali lagi lewat album keempat, Solina. Sempat tertunda lama karena satu dan lain hal, sampai akhirnya April kemarin  album tersebut rilis mandiri. Yang ditawarkan kali ini bukan sekadar pop eklektik, tapi juga sentuhan 80’s. Kita seperti mendengar ambisi LALA yang ingin kembali pada era bermunculannya diva pop dunia. Belum lagi musiknya, ide-ide cemerlang Widi Puradiredja yang kali ini jadi produsernya membuat album minimalis itu jauh lebih berbobot.

Bicara Cinta Tanpa Kata Cinta

Untuk urusan lirik, tiap musisi punya karakterisitiknya masing-masing. Namun jika kita mendengarkan LALA, mudah saja langsung menebak arah pembicaraannya. Cinta, namun tanpa kata ‘cinta’ dan tanpa derita. Tidak ada istilahnya menderita karena urusan hati. Lihat cover album Solina, kita pasti tidak sedikitpun menemukan kesan muram di dalamnya, begitupun saat mendengarkan semua lagunya.

solina-cover

Nuansa ceria yang ada di cover album ‘Solina’ merepresentasikan lagu-lagunya yang tak kalah ceria. (Dok.LALA)

Meski begitu, ada dua kesulitan yang didapat saat memilih terjun sebagai songwriter di albumnya sendiri. Pertama, bagaimana mengolah lirik berbahasa Indonesia dengan manis dan tulus, kedua bagaimana memoles kata cinta tanpa menghilangkan maknanya. “Nulis lirik berbahasa Indonesia itu bener-bener gak gampang, terutama untuk menulis lirik yang manis dan setulus mungkin,” cerita LALA saat interview bersama Ronascent.

Berbicara cinta tanpa kata cinta; ini salah satu hal menarik yang kami dapat saat mewawancarainya, tentu di luar musik dan parasnya yang tak biasa. Mengenai perasaan, mungkin itu sudah menjadi sifat superego tiap kaum hawa, namun wanita satu ini coba menutupinya agar tidak terkesan mendayu. Perhatikan keseluruhan lirik dari delapan lagu di album Solina. Hanya ada satu kata ‘cinta’ yang ada pada track Love Affair. Sisanya, Lala menganalogikannya tanpa perlu menyebutnya sebagai suatu kebutuhan.

Yah, meskipun proses perampungan album ini diwarnai dengan rubuhnya kisah percintaan Lala yang tak mungkin dibahas di sini, tapi itu justru memberi power tersendiri. Setidaknya Lala berusaha menunjukkan pada Lalaland (fanbase LALA,red) bahwa tidak ada dinamika terbawah yang harus dilalui dengan tertatih-tatih. Semua harus dihadapi dengan ceria, kurang lebih seperti itu. Baik Between Us ataupun Solina; kedua album ini menunjukan bahwa pop itu ‘megah’, dan tidak selalu menjengahkan.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *