Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

Gratitude: Debut Album GEA yang Sempat Tertunda

Published

on

gea-portrait

Gratitude; debut album dari Gea. (Dok. Gea)

Penantian panjang perjalanan musik GEA segera terbayar lewat debut album perdana bertajuk Gratitude; sebuah diksi berbahasa Inggris yang bermakna sebagai bentuk rasa syukur ini rilis pasca hiatus selama 2 tahun dan tepat pada usia band yang ke-6.

“Lewat album ini, GEA percaya bahwa suatu usaha yang diiringi dengan rasa syukur, mimpi sebesar apapun Tuhan dan alam semesta akan mewujudkan itu melalui campur tangan-nya,” tulis mereka dalam siaran pers yang Ronascent terima. Unit Alternative/
Rock ini ingin mempersembahkan karyanya untuk dinikmati dan apresiasi oleh masyarakat.

Gratitude sendiri berisi 10 track dengan rincian tiga lagu lama yang di recycle dan tujuh track baru yang masih segar. Beberapa nomor yang cukup diandalkan seperti Right Here Right Now, Dreams, Sorry, 180, The Highest & The Giver.

Secara musik dan lirik album tersebut merupakan bentuk ekplorasi dari masing-masing personil yang menyukai genre musik berbeda-beda tapi tidak lepas dari akar, yakni alternative/rock. Sementara itu, wacana yang dibahas dalam Gratitude diambil dari cerita sehari-yang hari mereka kemas dengan lirik easy listening, agar semua orang dapat menyanyikan ketika datang di panggung-panggung GEA.

Sedikit penasaran Album ini nantinya akan dirilis dalam bentuk CD, Boxset Package, dan Limited Package yang dicetak secara DIY (Do It Yourself). Selain rilis bentuk fisik, GEA juga membuat format digital yang dapat diakses melalui iTunes dan didengarkan lewat berbagai layanan streaming musik seperti Spotify.

Album Gratitude juga nantinya akan dilaunching 10 November besok di Gedung Kesenian Srimulat Surabaya. Di launchingnya, GEA juga mengundang beberapa musisi untuk berkolaborasi, seperti Kiky (The Flins Tone), Eltikei (Rappublik Hip Hop), Vembriona (Best Friends Project), dan Maswiraaa (Stand Up Indo Surabaya).

Sebelumnya band yang terbentuk pada tahun 2010 ini sempat mengalami perombakan personil. Lambat laun pada usia tepat enam tahun GEA terlihat nyaman dengan format empat personil di mana posisi bass digantikan oleh Johan dan GEA bertahan dengan single stroke guitar oleh Brok. Sementara di posisi penjaga tempo masih tetap dengan Whyra.

Pelaku musik yang tak pernah laku di pasaran. Kini sedang belajar menulis demi mencari cerminan diri sendiri.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS

Pusakata yang Dirundung Ketakutan & Kecemasan

Published

on

Artwork single ‘Cemas’ milik Pusakata. (Dok. Pusakata)

Sebelum memutuskan hengkang dari Payung Teduh, Muhammad Istiqamah Djamad yang akrab disapa Is sempat punya beberapa ketakutan. Mulai dari kecemasan tidak lagi bisa bermain teater hingga bermain dengan anaknya karena rutinitas bandnya saat itu . Dan kini, setelah bermuara berasma Pusakata, ia kembali dirundung terhadap kecemasan yang tak lain ditumpahkan lewat single keduanya; Cemas. Lagu tersebut baru saja rilis pertengahan Juni ini, bertepatan dengan momen lebaran.

Lagu Cemas ini ia tulis berdasarkan indera perasanya terhadap ketakutan anak-anak. Mulai ketakutan anak-anak yang jadi korban perang, konflik, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kekerasan seksual. Mereka cemas karena selalu ingin lari dari tempat yang gelap itu. Akan tetapi, mereka tak tahu harus lari ke mana atau ke siapa. “Saya membuat lagu ini dengan tiga bagian terpecah. Di depan ada kecemasan, di tengah ada melodi manis yang membungkus refrain, dan di bagian akhir tetap ada ketakutan. Soalnya ke mana pun mereka lari, anak-anak akan tetap dihantui,” ungkap Pusakata.

Masalah anak-anak yang menjadi korban konflik disebut sebagai inspirasi dalam pembuatan single ini. kegelisahan, kecemasan yang sempat membuat Pusakata tidak bisa tidur berhari-hari. Merasa ada yang mau keluar dari kepala, tapi sulit. Biasanya, kata Pusakata, kalau gelisah begitu dia mencari studio untuk menyalurkan semuanya. Dengan dibantu kawan dari Makassar, ia menemukan studio. Sambil memetik gitar, Pusakata menyelesaikan aransemen musik dan lirik Cemas hanya dalam dua jam. Pusakata membungkus nuansa lagu tersebut dengan aransemen minimalis, agar setiap bait liriknya bisa diresapi.

Cemas akhirnya menjadi yang kedua setelah debut Pusakata ditandai dengan munculnya single Kehabisan Kata awal tahun 2018 ini. Bedanya, di single pertama, Is banyak dibantu oleh The Panganans; band yang menemaninya di atas panggung dan di balik layar. Sementara di single keduanya ini, Is hanya menggunakan dua gitar dan satu cello. Single ini dirilis melalui label My Music Records dan sudah bisa didengarkan melalui digital platform. Bersiaplah mendengar satu nomor getir yang manis, karena setitik harapan akan selalu ada di tengah masalah yang menghimpit.

Rakjat Djelatah yang tak segan untuk mengepul ilmu dari panggung ke panggung bebunyian. Suka menggagungkan katakata pada limit kepsyen instagram belaka. Akhir-akhir ini, ia sedang belajar menulis yang baik dan benar untuk kemaslahatan umat.

Continue Reading

BACKSTAGE

RIP Gibson: Salah Satu Ikon Pembentuk Rock and Roll

Published

on

Jimmy Page (kanan) dengan siganture gitar Gibson double neck-nya. (Foto: Laurance Ratner/Wireimage)

Kita punya hutang yang besar pada Gibson; merek gitar legendaris yang memutuskan mengakhiri bisnisnya bulan ini. Tidak akan ada sound menyalak di Whole Lotta Love-nya Led Zeppelin andaikata Gibson tidak terbentuk 1894 silam. Jimmy Page—guitar hero kita semua—adalah pemakai Gibson Les Paul yang taat. Gibson juga sudah jadi signature Slash, Eric Clapton, sampai Pete Townshend dari The Who. Gibson—tanpa disadari—punya peran membentuk rock and roll, membuatnya bisa semacam agama baru yang pernah diimani hampir jutaan populasi.

Kalian bisa mengeceknya di YouTube, sejauh mana Gibson dan sound-nya yang ikonik, sangat cocok dimainkan gondrongers berjaket kulit dan bersepatu Doc-Mart. Satu lagi, bentuknya—ya Tuhan—lengkungan dan teksturnya membuat kamu sebagai budak rock and roll berpotensi horny; seperti maniak GP saat melihat knalpot Yamaha Rossi; seperti The Gooners yang bernafsu saat melihat trofi Liga Primer.

Cerita soal hancurnya bisnis Gibson dimulai saat perusahaan ini berhutang 1 koma 3 triliun rupiah. Gibson lalu memilih menyerah dan mengaku bangkrut; sebuah sikap yang sebenarnya sangat tidak rock and roll. Meski begitu, Gibson berjanji untuk bangkit, dengan merilis produk headphone dan speaker. Perusahaan asal Nashville ini juga segera merombak ulang susunan perusahaan yang kacau, dan akan menjual kembali alat musik; ini baru rock and roll. Tapi pastinya, kita tetap tidak bisa mengkhianati peran Gibson, membentuk dan mempengaruhi apa yang kita dengar saat ini.

Rekomendasi film soal gitar, sound, and anything like that yang bisa disimak di situs streaming kesayangan kalian: Sound City (2013), It Might Get Loud (2008), HBO Vinyl Series (2016).

Mahasiswa sastra. Kecanduan Tebs dan masih mengimani Billie Joe Armstrong sebagai nabi.

Continue Reading

NEWS

Bedchamber Ajak Penonton Tentukan Ending Klipnya

Published

on

Bedchamber. (Foto: George Mundor)

Kurang lebih empat bulan setelah album Geography rilis, kolektif indie pop Ibukota, Bedchamber melempar video klip Moon kemarin (10/5). Video klip tersebut sekaligus jadi yang terbaru setelah empat tahun lamanya. Ya, Bedchamber terakhir kali merilis klip Perennial empat tahun silam. Dalam project ini, Nadine Hanisya dipercaya sebagai sutradara dengan menampilkan aktor senior Jim Adhi Limas. Klip tersebut sudah bisa dinikmati di akun Youtube ofisial milik Kolibri Rekords.

Dalam video ini Bedchamber coba mengisahkan tentang sosok pria feminim yang berusaha keluar dari tekanan. Jim Adhi Limas  yang memiliki simbolisme dan pemaknaan berlapis pun tampak menyatu dengan lagu yang ditulis oleh Ratta cs. Namun di akhir, Bedchamber sengaja memberikan ending yang kabur agar penonton bisa ikut terlibat menentukannya. “Di sini Bedchamber membuka kesempatan penonton untuk menginterpretasi dan menentukan sendiri kisah hidup pria tersebut. Silahkan berbagi, semua teori diterima!” tulis Bedchamber dalam rilis persnya.

Bersamaan dengan rilisnya Moon, Bedchamber juga mengumumkan dua titik turnya di Jatim, yakni Surabaya (11/5) dan Malang (12/5). Untuk yang di Surabaya, Bedchamber akan tampil di launching album terbaru Cotswolds, ‘Tadius Showcase’ akhir pekan ini bersama Closure, Gizpel, dan tentunya Cotswolds.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya