Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

The Journey Begins, Reuni, & Perpisahan

Published

on

amonra-launching-17

The Journey Begins; debut album Amonra yang dilaunching minggu lalu (15/10) di M-Radio. (Foto: Merlando Yuka)

Pesta rilis debut album Amonra The Journey Begins Sabtu (15/10) lalu identik dengan kata reuni. Jabat tangan, alkohol, moshing, hingga setengah peluk kerap jadi sajian malam itu. List band juga dipenuhi nama-nama yang sudah tidak asing lagi, terutama bagi rekam jejak band yang punya hajat, Amonra. Adalah The Flins Tone, Morganostic, Pig Face Joe, Humanure, My Mother Is Hero, dan Fraud; mereka jadi penampil yang punya andil besar memanaskan stage sebelum Amonra menyentuh seluruh setlist baru dari albumnya.

Bar milik Pig Face Joe membuka gig yang diselenggarakan di Ruang Galeri M-Radio Surabaya. Keringat mulai bercucur malu, melodi punk rock dari band satu ini tak pernah berhenti untuk memeras keringat. Kemudian Morganostic melanjutkan pesta dengan materi-materi lagu yang kabarnya sedang di finishing untuk album pertama mereka. Selanjutnya, suasana makin gelap dan penuh asap. Sound garang dari My Mother Is Hero (MMIH) makin menjadi-jadi. Tak mau kalah energik, The Flins Tone (TFT) ganti menggertak dengan lagu-lagu andalannya dari album Good News. Band yang kini sebagian personilnya identik dengan rambut blonde itu menghajar crowd dengan lagu-lagu punk ala mereka, bukan metal.

Sementara itu, makin terasa gelap, berisik, dan terkesan urakan bagi yang tidak terbiasa. Namun inilah gig yang sebenarnya (mungkin) memang dirindukan oleh sebagian scenester. Tak terkecuali bassis dari TFT, Ucup. Karena harus pindah venue mengurus acara di tempat sebelah, dengan berat hati ia harus cabut meninggalkan kehangatan gig tersebut. “Sayangnya gak bisa lama, padahal udah nyaman kumpul dan ketemu banyak temen lama,” keluhnya.

amonra-launching-20

Thariq Marteen dan perform terkahirnya bersama Amonra. (Foto: Merlando Yuka)

Jika tidak percaya pada reportase kali ini coba telisik galeri liputan “The Journey Begins” dan masuk lebih dalam hingga mendekati stage yang rata dengan arena penonton. Kehangatan gig seperti inilah yang akan menjadi momen yang dirindukan. Dan terakhir, Amonra dengan formasi yang 80% berubah dari awal terbentuk akhirnya tampil. Materi-materi dari The Journey Begins meluncur secara hampir urut. Mulai dari Design To Explode, Self Shield, sampai A Fallen Dream digelontor cepat. Mereka juga mengundang beberapa vokalis band yang tampil untuk featuring, seperti Bayu (Fraud), Ryo (Morganostic), dan Yasser (MMIH).

Meski banyak mempertemukan teman-teman lama, launching tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari perpisahan. Di lagu ketiga, drummer mereka Thariq Marteen mengucapkan perpisahan, di mana gig tersebut jadi perform terakhirnya bersama Amonra. Selepas lagu ketiga, posisi drum langsung diganti oleh drummer baru mereka Filsa. Ya, sesuai judul albumnya, perjalanan baru dimulai. Selamat atas rilisnya debut album Amonra, dan selamat melanjutkan perjalanan!

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya