Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Raisa Handmade Tour 2016: Tak Semegah Tahun Lalu, Tapi Jauh Lebih Meriah

Published

on

raisa-handmade-tour-2016-05

Balik ke Surabaya: Raisa di konser Handmade Tour kemarin (19/10), tepatnya hampir setahun setelah konsernya di 2015 lalu. (Foto: Riezky Trisna)

Tak terasa sudah hampir setahun Raisa menggelar konser eksklusifnya di DBL Arena bulan November tahun lalu. Dan kemarin, solois yang melejit lewat debut album Raisa di tahun 2011 itu kembali mengadakan konser di Surabaya. Tidak ada yang tidak menjanjikan dari embel-embel nama Raisa. Selain sosoknya yang cantik, muda, dan berbakat, karya-karyanya juga menggairahkan kembali industri musik nasional. Dengan momentum album ketiganya Handmade, Raisa dengan Juni Concert mengadakan tur promo di beberapa titik, di mana Rabu kemarin (19/10) The Square Ballroom Surabaya jadi saksi betapa sempurnanya musisi satu ini.

Sama persis dengan konsep album barunya, Handmade tak lain tak kurang benar-benar melibatkan Raisa dengan porsi yang cukup besar di balik panggung. Bukan sekadar membuat lagu, menulis lirik, atau mengonsep musiknya, bahkan untuk proses produksi album juga konsernya kemarin ia ikut memberikan sentuhannya. Tidak berlebihan jika konser semalam terasa cukup berbeda, cukup banyak hal yang mampu merepresentasikan musiknya baik itu dari segi visual, tata panggung dan cahaya.  “Dengan mengerjakan album ini sendiri aku lebih tau prosesnya mulai dari musik, sound dan mood yang mau aku bawa di setiap lagunya sampai detail seperti kertas, desain, dan vendor percetakan aku ikut turun tangan” ujar Raisa.

raisa-handmade-tour-2016-14

Raisa terjun langsung di proses produksi konsernya kemarin. (Foto: Riezky Trisna)

Selepas memutuskan untuk bernaung di label dan manajemen Juni, Raisa terasa makin dewasa dengan karya-karyanya. Termasuk juga album Handmade, meskipun baru rilis bulan April kemarin nyatanya YourRaisa (sebutan untuk penggemar Raisa,red) sudah mampu mencernanya di luar kepala. Sepanjang berlangsungnya konser, tidak ada yang tidak bernyanyi, bahkan Raisa sendiri pun mengaku tidak menyangka jika penontonnya begitu menghafal lagu-lagu barunya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, konser kemarin memang masih kalah megah. Namun jika berbicara kemeriahannya, tentu konser kemarin melampauinya. “Meskipun berskala kecil karena merupakan rangkaian tur, dan juga lagu yang aku bawain 100% dari album Handmade, aku gak mau buat mereka (YourRaisa) kecewa. Aku pengen memberikan yang terbaik untuk mereka yang sudah menunggu cukup lama sekitar tiga tahun untuk dengerin karya terbaruku,” lanjutnya. Kemarin, Raisa dan tim produksinya tidak main-main dalam menyajikan sensasi konser berkualitas yang disuguhkan

Tidak berlebihan juga jika dua piala Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2016 untuk kategori ‘Album Pop Terbaik’ dan ‘Album Terbaik-Terbaik’ plus nominasi MTV Europe Music Awards (EMA) 2016 disematkan untuk album ketiganya. Penghargaan tersebut belum termasuk ‘Artis Solo Wanita Pop Terbaik’, ‘Artis Kolaborasi Pop Terbaik Bersama Afgan’, ‘Karya Produksi Kolaborasi Terbaik Lewat Lagu Percayalah‘ serta penghargaan-penghargaan lain yang didapatnya tahun ini.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya