Mendengarkan Catwalks Sambil Menunggu Kejutan Nonanoskins 6 Bulan Kemudian

Nonanoskins 2016

Anti-You: Nonanoskins kembali berkumpul dengan konsep baru. (Foto: Ryo Dinata)

Pernah dengar megahits Marcello Tahitoe dengan judul Pergi Untuk Kembali? Tentu kalian yang membaca tulisan ini hampir semuanya paham. Tapi dia dan lagunya tak akan dibahas di sini. Hanya saja panganalogian lagu itu sangat pas kala mendapat berita kembalinya Nonanoskins ke panggung scene musik kota ini. Empat tahun hiatus, kembali lewat satu single, dan harus menunggu sekitar enam bulan ke depan untuk berjalan aktif lagi jadi band yang agresif seperti pada eranya dulu.

Jangan pernah berharap bisa mendengarkan lagu-lagu seperti Satu Alasan, Putar Waktu Jangan Kembali atau bahkan Little Girl In My College. Nonanoskins sudah tutup buku untuk sesi itu. Bisa dipastikan juga comeback band ini tak lagi menghadirkan musik easy listening seperti yang disebutkan tadi. Selain ada sedikit eksplorasi musik, suara vokal juga lah yang mempengaruhinya.

Zara Zahrina, sosok wanita ini benar-benar memberi warna baru bagi Nonanoskins. Bukan permasalahan style atau tatapannya yang tajam, tapi caranya menulis lirik juga perlu digarisbawahi. “Aku sering ngalamin street harrassment atau catcalling–dipanggil-panggil di jalan, disiul-diulin, and you know the drill. Kesannya sepele, tapi bagiku dan aku yakin bagi banyak perempuan lain hal seperti ini sangat mengganggu. Membuat kami merasa nggak aman pergi sendirian,” jelas Zara yang lantas mengisyaratkan bahwa single Catwalks adalah representasinya.

Nonanoskins - Catwalks

Artwork single ‘Catwalks’. (Foto: Ryo Dinata)

Berbicara Catwalks, lagu yang direkam di Rezroll ini baru saja diperdengarkan secara massal lewat akun Soundcloud Nonanoskins Jumat kemarin (9/9). Respon yang didapat juga lumayan. Dalam dua hari, lagu tersebut diputar lebih dari 800 kali. Melalui track itu juga Nonanoskins memperjelas jika materi-materi lain akan segera menyusul dalam bentuk mini album (EP). “Lagu ini jadi single pertama dari EP yang tengah kami kerjakan. Dijadwalkan bulan depan akan rilis,” imbuh gitaris Brilyan Prathama.

Jika menilik dari karakter musiknya, Nonanoskins bukan lagi ‘Melodramatic Popular Song’ yang sempat diusungnya sekitar empat tahun silam. Mungkin karena perjalanan dan pendewasaan masing-masing personil, kini Nonanoskins cenderung terpengaruh garage punk. “Kami juga banyak terpengaruh riot grrrl selain tentu saja roots punk rock yang selama ini jadi signature Noskins,” lanjutnya. Unsur-unsur musik dari influence mereka seperti The Ramones, The Clash, dan NOFX juga masih tetap dipertahankan.

Selain Zara, formasi anyar Nonanoskins turut dilengkapi drummer baru, yakni Dika. Sementara itu pertukaran instrumen dilakukan oleh dua anggota lama, di mana Brilyan Prathama yang awalnya bassis beralih jadi gitars. Sedangkan Haris Lahji bertukar dari gitaris menjadi bassis. Dan nama terakhir, Ade Juniawan masih nyaman bersama gitarnya. Meski sudah dengan formasi lengkap beserta materi matang, band yang dibentuk tahun 2006 ini masih harus menunggu sekitar enam bulan untuk aktif lagi. Pasalnya, vokalis mereka Oktober besok harus berangkat studi ke Jepang selama enam bulan. Jadi, silahkan puaskan mendengar Catwalks lebih dulu sebelum muncul lagi kejutan-kejutan baru dari mereka.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *