Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Lala Karmela Lepas Fisik Solina di Surabaya

Published

on

Processed with Snapseed.

Minimalis, intim, dan hangat menyelimuti penampilan Lala Karmela di Upper Studio Merdeka FM. (Foto: Rido Ramadhan)

Butuh waktu sampai lima bulan bagi Lala Karmela untuk mencetak fisik album keempatnya, Solina. Dan beruntung bagi Surabaya karena album yang awalnya rilis digital via iTunes itu dilepas fisiknya untuk kali pertama kemarin (8/9) saat intimate gig yang diadakan oleh Merdeka FM di Upper Studio Merdeka. Jadi, penonton pun terdengar cukup hafal dengan beberapa beat lagu-lagu baru yang dibawakannya sehingga gig makin intim.

Kedatangan Lala kemarin merupakan salah satu rangkaian promo album Solina yang dikemas cukup unik. Selain media tour, penyanyi yang terinfluence oleh Whitney Houston dan Madonna ini melakukan perjalanan historik ke beberapa tempat bersejarah di Surabaya. Bahkan sehari sebelumnya, Lala juga berkunjung ke Taman Safari II Prigen dan beruntung bisa menamai salah satu satwa di sana dengan nama Solina.

Kembali ke intimate gig-nya, kemarin Lala yang tampil dengan setelan dress putihnya itu tampil membawakan beberapa lagu baru seperti Matahari, A Night To Remember, Jingga, dan Kesempatan. Teruntuk Jingga, lagu ini untuk pertama kalinya dibawakan oleh Lala. Lagu berbahasa Indonesia yang liriknya ditulis sendiri oleh Lala itu merupakan salah satu track yang juga muncul di album Solina. “Cuma di Surabaya lagu ini untuk pertama kalinya aku bawain, semoga kalian suka,” seru Lala yang kemudian lanjut memetik gitarnya.

Processed with Snapseed.

Beberapa lagu baru spesial dibawakan pertama kali kemarin. (Foto: Rido Ramadhan)

Di penampilan kemarin, Lala terlihat cukup berbeda. Konsep musiknya yang sekarang mengarah ke pop/electro membuatnya lebih banyak menghabiskan perform tanpa gitar yang selama ini identik dengannya. “Bermain tanpa gitar itu ngebuat aku bisa nyanyi dengan lepas dan bisa lebih deket sama penonton,” ujarnya di sela-sela interview bersama Ronascent setelah perform.

Selain lagu baru, wanita bernama lengkap Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo itu tak lupa menyelipkan materi-materi lama seperti Satu Jam Saja dan juga dari album Between Us, seperti Morning Star dan Berkilau yang jadi encore di pertunjukan yang benar-benar intim; jauh dari kesan megah tapi mewah apresiasi.

Bagi Lala sendiri, penampilan kemarin merupakan comeback setelah beberapa waktu mengenyampingkan promo album lantaran sesi syuting film ‘Bukaan 8’. “Kalo kemarin sempet syuting jadi Ibu-Ibu hamil, sekarang seneng banget bisa balik ke panggung dan nyanyi di depan kalian semua,” lanjutnya. Meski tampil dengan format minimalis tak lantas membuat Lala perform seadanya. Penyanyi kelahiran 1985 ini tampil energik kemarin, terutama saat mendapat kesempatan memainkan part gitarnya. Di album keempatnya, Lala lebih banyak terpengaruh musik dance 80’s, sehingga porsi bermain gitar tak sebanyak di album-album sebelumnya. Di album ini juga Lala terjun langsung sebagai songwriter.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya