Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Menawannya Silampukau dan Kawan-Kawan

Published

on

Konser Silampukau 01

Format lawas, Silampukau membawakan lagu ‘Berbenah’ dibantu Donnie pada accordeon. (Foto: Dimas Setiawan)

Sepertinya Silampukau telah memasuki masa jayanya. Cukup setahun bagi mereka untuk mendapat banyak pencapaian yang belum tentu grup musik lain dapatkan. Album, tur, konser dan tentunya apresiasi. Kurang lebih semuanya sudah mereka rasakan, hingga akhirnya kemarin (18/7) tepat sehari selepas perayaan kemerdekaan Indonesia  Silampukau meretaskan cita-cita lamanya, yakni konser tunggal di Kotanya sendiri: Surabaya. Ibarat sepakbola, mereka sukses merengkuh semua gelar di berbagai kompetisi.

Sesuai dugaan, penjualan album Dosa, Kota, dan Kenangan yang laris manis di pasaran juga berdampak pada pembelian tiket konser mereka yang digelar di Gedung Kesenian Cak Durasim. Beberapa saat sebelum konser mulai, tiket sold out. Harapan sebagian penonton yang menunggu tiket on the spot harus pupus. Lebih dari 500 tiket terjual ludes demi satu konser yang menarik di tempat heroik; Silampukau dan Kawan-Kawan.

Konser Silampukau 03

Silampukau dan Kawan-Kawan. (Foto: Dimas Setiawan)

Masih terekam jelas bagaimana penampilan memukau Silampukau di Tambak Bayan bulan April tahun lalu. Dan itu semua dihadirkan kembali dengan venue yang jauh lebih gagah berkonsep megah. Permainan cahaya dan instrumen silih berganti mengiringi duet Kharis Junandharu-Eki Tresnowening yang membawakan karya-karya hebatnya itu. Mulai dari parikan, guyonan, teriakan slengekan khas Suroboyo, sampai gimmick ‘break’ di tengah konser rasanya membuat penonton mendapat hiburan yang tidak biasa di kota ini.

Di tiga lagu pertama Silampukau menunjukan penampilan standarnya hingga lagu keempat Si Pelanggan yang mulai memberi greget lewat instrumentalia di tengah klimaks lagu. Semua berjalan menarik, hingga Aduh, Abang Sayang yang notabene lagu baru mereka dengan irama dangdut pantura makin meningkatkan ekspektasi penonton; berharap sesuatu yang lebih dari konser ini. Aksi aduhai sang biduan di lagu ini makin membuat penonton menjadi-jadi. Yah, namanya juga Surabaya. Seksi sedikit, langsung ramai, bahkan makin riuh saat ada aksi ‘terpeleset’ si biduan di beberapa bait terakhir sebelum lagu usai. Hebatnya, meski jatuh suaranya tetap prima. Dan..konser break sejenak tepat setelah lagu tersebut.

Silampukau tampak menyimpan lagu-lagu andalannya untuk dimainkan di sesi kedua. Puan Kelana, Doa1, Sang Juragan dan dua lagu lawas Berbenah serta Cinta Itu dimainkan bergantian tanpa banyak interaksi. Sedangkan Sampai Jumpa seperti biasa, di plot jadi lagu terakhir sama seperti kebanyakan setlist mereka saat perform reguler. Nampaknya lagu itu di set sebagai encore, namun penonton seperti tak merasakan gairahnya. Selepas Doa1 dengan seluruh player tampil epik di atas panggung, tidak ada aba-aba bahwa konser akan disudahi. Hanya dibatasi dengan tirai panggung menutup dan selang beberapa saat kembali terbuka. Dan.. Sampai Jumpa dimainkan, kemudian selesai. Memang Silampukau bukan tipikal grup musik yang pandai bersandiwara, cenderung apa adanya persis seperti lirik-liriknya.

Konser Silampukau 02

Selalu Memukau, Kharis Junandharu & Eki Tresnowening. (Foto: Dimas Setiawan)

Sedikt antiklimaks, karena teriakan penonton sudah habis untuk berteriak Ahmad Dhani di lagu sebelumnya. Beberapa miss juga sempat terdengar di tengah lagu, memang sedikit, tapi begitu terasa. Terutama bagi penonton yang sudah hafal lagu-lagu mereka di luar kepala. Sesi blocking panggung juga beberapa kali cukup menganggu. Sebagai player utama, sosok Kharis dan Eki cenderung tidak seberapa menonjol di konser tersebut. Entah karena faktor blocking itu tadi atau tata cahaya. Pastinya bukan dari sound, karena mau sebagus atau seburuk apapun sound-nya mereka tetap saja mampu memperlihatkan kharismatik musik dan nyanyiannya. Tapi semua itu bukan berarti langsung menjatuhkan nilai estetis konser mereka. Toh, dari judulnya saja sudah jelas: Silampukau dan Kawan-Kawan. Jadi tidak salah kalau mereka cenderung setara dengan player lainnya. Dengan kata lain, khusus di konser semalam, Silampukau menjelma sebagai musik, bukan musisi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya