Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS UPDATES

Eksperimen Zat Kimia Untuk Visualkan Bumi & Nyepi

Published

on

Zat Kimia

Supaya lebih mengena, Zat Kimia berksperimen di video klip terbarunya. (Source: Trill/Cult Records)

Zat Kimia dan eksperimen, dalam ilmu sains keduanya saling berhubungan. Lalu, bagaimana jika di musik? Andaikata udara di Bumi ini tidak tercemar oleh zat kimia, mungkin saja band satu ini tak tercetus. Mungkin. Belakangan pergulatan musik di Bali makin segar mengingat nama yang baru meretas mulai mentas. Ya, Zat Kimia; sebuah band berhaluan rock yang tahun lalu jadi perbincangan berkat penampilannya di Soundrenaline. Melanjutkan perilisan single Dalam Diam yang dilepas bulan Maret kemarin, Zat Kimia kini memulai eksperimennya dengan membuat klip lagu tersebut dengan konsep visual eksperimental.

Menariknya, konsep yang mereka gagas di video klip Dalam Diam cukup multi-tafsir. Bukan sekadar memvisualkan lirik lagu yang bercerita tentang kesunyian dan ketenangan dalam perayaan Hari Raya Nyepi. Zat Kimia juga mengambarkan karakter masing-masing personil yang berasal dari latar belakang genre berbeda. Ialah Teddy Drew, seniman muda asal Pulau Dewata yang mencetuskan ide tersebut. “Hari Raya Nyepi merupakan momen terbaik untuk menikmati visual langit di malam hari secara jelas. Ambient tersebut bisa dilihat saat langit dipenuhi bintang dan galaksi ditambah dengan warna-warna terang dan nyentrik hingga visual maping, itu semua akan ditemui di klip ini,” jelas Teddy.

Jika lebih lanjut memaknainya, maka kita akan menemui makna sesungguhnya di mana Zat Kimia coba bercerita kepada manusia tentang keadaan sebenarnya yang terjadi pada bumi. Menurut mereka, bumi sedang tidak baik-baik saja. Ide, emosi hingga pengalaman hari raya tersebut dituangkan ke dalam video berdurasi 6 menit dengan digitalisasi bentuk-bentuk maping dan footage yang abstrak. Bali yang sepi, tenang dan sunyi pada hari raya Nyepi digambarkan secara bertentangan dengan maksud mengajak manusia untuk introspeksi dan berkaca. Keresahan yang dirasakan Zat Kimia tentang bumi digambarkan melalui bentuk-bentuk visual yang berantakan, warna-warni terang dengan sentuhan efek mirror dan rewind pada beberapa scene.

Bagi Zat Kimia sendiri, proyek kolaborasi ini merupakan yang pertama mereka lakukan. Ian, Edy, Kiki dan Onky tak hanya mencoba produktif, tapi juga inovatif. Jadi, kedepannya akan banyak hal baru yang nantinya mereka coba, dan pembuatan video klip inilah salah satunya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS UPDATES

Looking For, Perkenalan dari Kayman

Published

on

Mira Jasmine dan Kayman. (Dok. Pon Your Tone)

Rasa hambar dalam suatu hubungan, sebuah penantian tak berujung, hingga menunggu kesempatan kedua; ungkapan-ungkapan itu mengendap tersembunyi dalam percakapan antar pasangan yang terasa dingin dan penuh kecanggungan. Seperti halnya Looking For menembus dimensi kedua pasangan itu untuk menentukan ujungnya.

Pekan lalu, produser muda Kayman memperdengarkan karya bernuansa R&B/Neo-Soul dengan menggaet penyanyi muda Mira Jasmine. Kolaborasi keduanya cukup mengena, sekalipun ini merupakan debut bagi Kayman dalam merilis karya orisinil. Selama ini, produser yang dinaungi Pon Your Tone itu lebih dikenal sebagai DJ bergenre House, Afro-Beat dan Baile-Funk, dirinya juga lebih banyak menghabiskan waktu sebagai co-producer Dipha Barus.

Sebelum melempar debut Looking For, Kayman lebih aktif dalam urusan aransemen ulang, seperti lagu How Many Drinks milik Miguel atau Oye Como Va milik Tito Puente yang pernah di remix. Pria yang menekuni bidang Audio Engineering sejak usia 16 tahun ini juga sempat menggubah lagu Chasing Time milik Azelia Banks yang masuk di album kolaborasi antara Pon Your Tine dan De La Hous ‘Tone House’.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Fraud: Release The Beast

Published

on

Fraud ketika tampil di Grand City pertengahan Februari kemarin (16/2) dengan memainkan beberapa materi baru. (Foto: Haryo Bahrul Ilmi)

Seperti yang kita ketahui bersama, selepas album kedua Movement Before Mouthment rilis empat tahun lalu, Fraud tidak berhenti untuk menciptakan karya baru. Dan masuk di 2019 ini, mereka sedikit memberi bocoran tentang album barunya. Mengutip dari statement Kecenk, gitaris dari Fraud, ia sempat mengujarkan niat bandnya untuk tidak lagi menggunakan kata-kata umpatan dalam liriknya.

Lebih lanjut lagi, Kecenk menjelaskan sebagian dari lirik di album ketiganya nanti akan rilis tahun ini. Isinya masih tetap berkutat tentang refleksi mereka terhadap lingkungan sosial dalam bentuk kritik yang membangun. Tak luput beberapa permasalahan yang terjadi di tanah air dalam beberapa waktu lalu, termasuk juga suntikan motivasi untuk para korban bencana alam yang terjadi baru-baru ini. “Jadi di album ketiga ini kami lebih menata kalimat dan diksi. Tidak seperti album-album sebelumnya,” terang Kecenk ketika kami hubungi pekan lalu. Dirinya juga tak lupa menyelipkan pesannya untuk lebih mempertahankan lokalitas Surabaya. “Karena kita harus tetap jadi diri sendiri, mempertahankan esensi kelokalan, supaya bisa memperkuat agar trend dan industrinya tidak tergeser dan berubah-ubah,” sambungnya.

Kini Fraud tengah fokus pada tahap revisi dan evaluasi materi yang telah selesai digarap.  Dengan mengenyampingkan ego, band yang baru saja berpisah dengan drummernya (Edel) akhir tahun kemarin coba memperhatikan hal-hal terkecil untuk album barunya, termasuk urusan menggaet produser. Nantinya, nama produser yang telah mereka pilih akan diumumkan pasca single barunya rilis. Selain itu, pemilihan studio dan sound engineering juga mereka fokuskan. Buktinya, proses rekaman dilakukan di beberapa studio berbeda, khususnya untuk take drum, Fraud menginginkan studio yang nyaman dengan feel akustik yang mumpuni.

Dalam waktu dekat, sembari menunggu menunggu proses album yang berjalan sejak pertengahan 2018 rampung, Fraud akan merilis ulang album pertama dan keduanya. Kali ini, band yang sempat berbagi panggung dengan Sick Of It All ini memlih format kaset untuk merilis kedua album lawas-nya. “Setelah rampung produksinya, kami akan membuat launching atau bahkan secret gigs mungkin,” tutur Kecenk.

Fraud (1)
Fraud (2)
Fraud (3)
Fraud (4)
Fraud (5)
Fraud (6)
Fraud (7)
Fraud (8)
Fraud (9)
Fraud (10)
Fraud (11)
Fraud (12)
Fraud (13)
Fraud (14)
IMG_6929
Continue Reading

EVENTS

Gallery: Workshop Distribusi Musik Promosi Masa Kini

Published

on

Dalam acara Colleague Eksposura yang diselenggarakan di Grand City akhir pekan kemarin (16/2) terselip sebuah workshop yang membahas tentang “Distribusi Musik dan Promosi Masa Kini”. Sesi tersebut diisi oleh empat narasumber, yakni kedua personil Wake Up, Iris!, Deni Saha (Programme Director M-Radio) dan juga Kecenk (Fraud).

Continue Reading

Surabaya