Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

Sentilan Frau Dalam Storm Over Cut

Published

on

Frau (Rolling Stone)

Frau yang baru merilis single ketiganya, Storm Over Cut. (Foto: Rolling Stone)

Terbayang ketika seorang seniman harus berhadapan dengan dua dunia sekaligus. Dunia imaji yang melahirkan karya harus bertemu dengan realitas dunia. Dari hal itu lahirlah sebuah strategi di mana para seniman harus menanggapi pemotongan anggaran. Inilah intisari sekaligus sebuah sentilan Frau dalam menanggapi pemotongan anggaran seniman di Belanda yang disampaikan lewat single ketiganya Storm Over The Cut.

Track ini dibuka dengan dentingan piano nada yang rumit sampai bait pertama masuk dan memulai cerita. Lailani, nama asli solois ini menceritakan usaha para seniman yang melawan kebijakan dengan aksi protes dan perundingan. Lanjut kemudian, denting nada-nada piano rumit terus dimainkan dan mulai bercerita tentang dinamika permasalahan hingga pada akhirnya lahir Parasite Lottery sebagai upaya kolektif sekaligus solidaritas tentang fenomena tersebut.

Strom Over The Cut tidak dilepas sendiri, pada single ini pendengar bisa menikmati karya Frau bersama komik strip karya Wok The Rock (Yes No Wave Music) sebagai artwork  lagu. Persis pada dua single sebelumnya, karya Frau dilepas ecer dan di-bundle dengan artwork komik strip sesuai tema lagunya. Bersama dua lagu yang baru dirilis, Pull The Plug dan Slow Burn, single Storm Over The Cut menjadi karya Frau yang dilepas untuk sebuah proyek seni bernama Parasite Lottery.

Sebuah proyek seni ini digagas oleh Wok the Rock beserta institusi seni non-profit asal Belanda bernama Casco, sehingga lagu-lagu Frau bersama komik strip-nya tidak dapat ditemui di halaman Leliani, melainkan hanya di halaman Casco sendiri. Selain Frau, masih banyak musisi yang terlibat dalam proyek bersama ini. Nantinya semua karya akan dilepas menjadi album dengan hasil penjualan yang akan diserahkan pada musisi Belanda yang sedang dilanda musibah pemotongan anggaran oleh pemerintah setempat.

Frau memiliki nama asli Leilani Hermiasih yang sudah merilis dua album penuh yaitu Starlit Carousel rilis pada 2010 dan Happy Coda yang rilis pada 2013 lalu. Frau sempat mengadakan konser tunggalnya bertitel ‘Konser Tentang Rasa’ di tiga kota, yakni Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Surabaya? Mungkin harus bersabar untuk bisa merasakan kemegahan nada-nada imajiner Frau.

Pelaku musik yang tak pernah laku di pasaran. Kini sedang belajar menulis demi mencari cerminan diri sendiri.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

FEATURES

Ternyata Tidak ‘Selamanya’ Seringai Absen Rilis Video Klip

Published

on

Behind the scene pembuatan klip Selamanya. (Foto: Rigel Haryanto)

Pada era album Serigala Militia yang rilis 2007 silam, saat itu Seringai melempar tiga video klip. Ketiganya ialah Citra Natural, Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan), dan Serigala Militia. Lima tahun berselang, Arian13 cs absen dalam merilis klip meskipun album saat itu mereka punya gaco baru; album Taring yang cukup melejit. Dan sekarang, setelah 10 tahun absen merilis klip, band Ibukota ini akhirnya kembali menyelesaikan klip yang sekaligus jadi single teranyar mereka berjudul Selamanya.

Selamanya, lagu yang rilis pekan lalu itu mengambil konsep ‘Wahana Pesta Seringai’; gambaran minimalis yang seakan menyampaikan ke pendengar jika Seringai masih akan terus menerus menghibur. Ide itu datangnya dari Surya Adi Susianto, sutradara klip yang juga pernah menangani video musik dari Kunto Aji, Morfem, Ramengvrl, dan Lawless Vomit Crew. “(dalam klip ini) Seringai digambarkan bakal menghibur tiap pengunjung yang naik ke bus dan bersenang-senang bersama mereka sembari berkeliling kota, dan begitu seterusnya,” jelas Seringai melalui rilis pers yang Ronascent terima.

Pasca klip ini, Seringai berencana merilis album keempatnya berjudul Seperti Api yang akan dirilis via High Octance Production. Menurut Wendi Putranto, albumnya akan selesai produksi dalam waktu dekat. Pastinya, akan ada 11 lagu yang diproduseri sendiri oleh gitaris mereka, Ricky Siahaan. Selain diproduseri personil sendiri, cover album Seperti Api juga dikerjakan oleh vokalis mereka, Arian13. Tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, Seringai masih gemar berbicara tentang isu sosial, sambil sesekali berbicara tentang sci-fi. Bahkan mereka juga berkolaborasi dengan solois, Danilla Riyadi. Jadi, silahkan ditunggu. Kemungkinan bulan depan.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

NEWS

Pusakata yang Dirundung Ketakutan & Kecemasan

Published

on

Artwork single ‘Cemas’ milik Pusakata. (Dok. Pusakata)

Sebelum memutuskan hengkang dari Payung Teduh, Muhammad Istiqamah Djamad yang akrab disapa Is sempat punya beberapa ketakutan. Mulai dari kecemasan tidak lagi bisa bermain teater hingga bermain dengan anaknya karena rutinitas bandnya saat itu . Dan kini, setelah bermuara berasma Pusakata, ia kembali dirundung terhadap kecemasan yang tak lain ditumpahkan lewat single keduanya; Cemas. Lagu tersebut baru saja rilis pertengahan Juni ini, bertepatan dengan momen lebaran.

Lagu Cemas ini ia tulis berdasarkan indera perasanya terhadap ketakutan anak-anak. Mulai ketakutan anak-anak yang jadi korban perang, konflik, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kekerasan seksual. Mereka cemas karena selalu ingin lari dari tempat yang gelap itu. Akan tetapi, mereka tak tahu harus lari ke mana atau ke siapa. “Saya membuat lagu ini dengan tiga bagian terpecah. Di depan ada kecemasan, di tengah ada melodi manis yang membungkus refrain, dan di bagian akhir tetap ada ketakutan. Soalnya ke mana pun mereka lari, anak-anak akan tetap dihantui,” ungkap Pusakata.

Masalah anak-anak yang menjadi korban konflik disebut sebagai inspirasi dalam pembuatan single ini. kegelisahan, kecemasan yang sempat membuat Pusakata tidak bisa tidur berhari-hari. Merasa ada yang mau keluar dari kepala, tapi sulit. Biasanya, kata Pusakata, kalau gelisah begitu dia mencari studio untuk menyalurkan semuanya. Dengan dibantu kawan dari Makassar, ia menemukan studio. Sambil memetik gitar, Pusakata menyelesaikan aransemen musik dan lirik Cemas hanya dalam dua jam. Pusakata membungkus nuansa lagu tersebut dengan aransemen minimalis, agar setiap bait liriknya bisa diresapi.

Cemas akhirnya menjadi yang kedua setelah debut Pusakata ditandai dengan munculnya single Kehabisan Kata awal tahun 2018 ini. Bedanya, di single pertama, Is banyak dibantu oleh The Panganans; band yang menemaninya di atas panggung dan di balik layar. Sementara di single keduanya ini, Is hanya menggunakan dua gitar dan satu cello. Single ini dirilis melalui label My Music Records dan sudah bisa didengarkan melalui digital platform. Bersiaplah mendengar satu nomor getir yang manis, karena setitik harapan akan selalu ada di tengah masalah yang menghimpit.

Rakjat Djelatah yang tak segan untuk mengepul ilmu dari panggung ke panggung bebunyian. Suka menggagungkan katakata pada limit kepsyen instagram belaka. Akhir-akhir ini, ia sedang belajar menulis yang baik dan benar untuk kemaslahatan umat.

Continue Reading

BACKSTAGE

RIP Gibson: Salah Satu Ikon Pembentuk Rock and Roll

Published

on

Jimmy Page (kanan) dengan siganture gitar Gibson double neck-nya. (Foto: Laurance Ratner/Wireimage)

Kita punya hutang yang besar pada Gibson; merek gitar legendaris yang memutuskan mengakhiri bisnisnya bulan ini. Tidak akan ada sound menyalak di Whole Lotta Love-nya Led Zeppelin andaikata Gibson tidak terbentuk 1894 silam. Jimmy Page—guitar hero kita semua—adalah pemakai Gibson Les Paul yang taat. Gibson juga sudah jadi signature Slash, Eric Clapton, sampai Pete Townshend dari The Who. Gibson—tanpa disadari—punya peran membentuk rock and roll, membuatnya bisa semacam agama baru yang pernah diimani hampir jutaan populasi.

Kalian bisa mengeceknya di YouTube, sejauh mana Gibson dan sound-nya yang ikonik, sangat cocok dimainkan gondrongers berjaket kulit dan bersepatu Doc-Mart. Satu lagi, bentuknya—ya Tuhan—lengkungan dan teksturnya membuat kamu sebagai budak rock and roll berpotensi horny; seperti maniak GP saat melihat knalpot Yamaha Rossi; seperti The Gooners yang bernafsu saat melihat trofi Liga Primer.

Cerita soal hancurnya bisnis Gibson dimulai saat perusahaan ini berhutang 1 koma 3 triliun rupiah. Gibson lalu memilih menyerah dan mengaku bangkrut; sebuah sikap yang sebenarnya sangat tidak rock and roll. Meski begitu, Gibson berjanji untuk bangkit, dengan merilis produk headphone dan speaker. Perusahaan asal Nashville ini juga segera merombak ulang susunan perusahaan yang kacau, dan akan menjual kembali alat musik; ini baru rock and roll. Tapi pastinya, kita tetap tidak bisa mengkhianati peran Gibson, membentuk dan mempengaruhi apa yang kita dengar saat ini.

Rekomendasi film soal gitar, sound, and anything like that yang bisa disimak di situs streaming kesayangan kalian: Sound City (2013), It Might Get Loud (2008), HBO Vinyl Series (2016).

Mahasiswa sastra. Kecanduan Tebs dan masih mengimani Billie Joe Armstrong sebagai nabi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya