Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

WSATCC: “Sejauh Apapun Perjalanan Kami, Baliknya Tetep ke Cikini”

Published

on

Jpeg

Dari kiri: Rio, Ricky, Mela, Sari & John saat sesi tanya jawab di Wisma Jerman Surabaya. (Foto: Rona Cendera)

Tiga belas tahun memang bukan waktu yang singkat. Banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi, apalagi dalam sebuah kelompok musik. Singkat cerita, istilah ‘don’t forget you roots’ memang selalu berlaku, termasuk bagi kolektif pop asal Jakarta White Shoes and the Couples Company (WSATCC). Momentum perayaan usia ke-13 mereka yang jatuh tahun ini bukan cuma melalui konser tunggal, tapi juga dirayakan dengan melakukan flashback rekam jejak mereka ketika pertama kali terbentuk dan melakukan banyak hal di Cikini; salah satu kawasan ramai yang terletak di pusat Kota Jakarta.

“Cikini itu ibaratnya perguruan pertama kami. Jadi sejauh apapun perjalanan kami (WSATCC), tetep aja baliknya bakal ke Cikini,” terang Ricky. Lanjutnya, bagi Ricky Cikini menyimpan banyak cerita, mulai dari pertemuan mereka, terbentuknya WSATCC, proses kreatif membuat lagu, hingga pertemuan mereka dengan orang-orang penting yang punya andil membesarkan nama mereka. Semua kisah tersebut terangkum apik dalam film dokumenter ‘White Shoes and the Couples Company di Cikini’ yang kemarin Minggu (15/5) untuk pertama kali diputar di Surabaya, tepatnya di Wisma Jerman.

Dalam film arahan sutradara Henry Foundation itu, masing-masing personil bercerita tentang pengalamannya berada di sana. Seperti John Navid dengan ceritanya ketika di Gado-Gado Bon Bin, hingga Rio Farabi yang berkunjug ke Kantor Pos di kawasan Cikini. “Jadi kenapa kami menyelipkan Cikini di film ini? Ya karena itu tadi, kami memang tidak bisa dilepaskan dari tempat itu. Jadi emang udah waktunya Cikini juga kami angkat” imbuh John Navid.

Selain itu, cuplikan persiapan hingga pertunjukan konser tunggal mereka juga muncul di film tersebut. Kemeriahan penonton, pertunjukan The Typwriter yang mengesankan dari John Navid, sampai sesi encore di luar tracklist. “Mengesankan sekali bagi kami,” tambah Sari. Sementara itu, perilisan single Senja yang mereka keluarkan baru-baru ini juga termasuk dari sekuel peryaan WSATCC yang bisa dibilang sudah menginjak usia dewasa. Di sesi tanya jawab setelah pemutaran film, tidak sedikit yang bertanya tentang bagaimana caranya menjaga hubungan band sampai selama itu. Jawab mereka, “Kita ngalir aja, yang penting mem-build pertemanan sejak awal,” lanjut Ricky.

Kedatangan White Shoes and the Couples Company di Surabaya kemarin merupakan lanjutan dari perjalanan mereka usai tampil di Folk Music Festival 2016 yang berlangsung di Lembah Dieng Malang (14/5). Sementara itu, pemutaran film ‘White Shoes and the Couples Company di Cikini’ kemarin berlangsung selama tiga sesi yang dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab langsung dari penonton.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Gallery: Rockmaiden, Oase Gigs di Tengah Ramadhan

Published

on

Persiapan alat dan (mungkin) jam tarawih membuat acara kolektif ini molor. Meski begitu, gigs ini mampu menghibur, terlebih di tengah pasifnya skala gigs saat ramadhan. Jajaran band pengisi bermusik berdistorsi berat seperti Electric Bird, X60 Jaran, The Classhat, Dandelions, The Old Pines, dan Frank The Syndicate membayar segala kelelahan penonton dalam menunggu. Berikut foto-foto dari fotografer kami.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Premiere Video Klip (Bukan) Playboy

Published

on

Kemarin (15/5) Dandelions memutar perdana video klip terbarunya, (Bukan) Playboy. Mereka bekerjasama dengan Senyawa Creative untuk menghasilkan sebuah ide cerita yang menggabungkan antara permainan sudut pandang, bahasa, dan semiotika.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Jayabaya Raya Vol.1

Published

on

Pekan yang padat. Kurang dari seminggu jelang Ramadhan, Surabaya diguyur estafet gigs,  salah satunya Jayabaya Raya Vol. 1 gagasan Jayabaya. Acara yang diadakan di Skale Space Sabtu kemarin (12/5) ini menghadirkan berbagai kolaborasi seni, pameran sekaligus launching Skale Store dengan enam performer pilihan. Berikut hasil jepretan dari fotografer baru kami, Adven Wicaksono.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya