Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

RSD Ramai, Rilisan Fisik Masih Aman

Published

on

Jpeg

Momen Record Store Day di Surabaya pekan lalu (17/4). Foto: Rona Cendera

Seperti biasa, tiap bulan keempat tepatnya di minggu ketiga beberapa negara serentak merayakan hari khusus untuk rilisan fisik. Record Store Day (RSD), sejak beberapa tahun kebelakang Indonesia ikut andil merayakannya, tak terkecuali di Surabaya. Dan perayaannya tahun ini menuai hasil positif, terutama untuk apresiasinya. Terlihat bagaimana padatnya area Aiola Eatery sejak sore menjelang akhir pekan kemarin (17/4).

“Record Store Day 2016 ini pertama kali di Surabaya,” ucap Eri Rukmmana mewakili Sub Record selaku penyelenggara. Sebenarnya dua tahun lalu, Surabaya sempat memeriahkannya, hanya saja tidak pada satu ruang yang sama. Tahun 2014 misalnya, perayaan RSD diselenggarakan di bawah sebuah event clothing raksasa. Alhasil pada waktu itu momen Record Store Day hanya sebatas konten acara, sehingga tidak jadi fokus utama pengunjung.  Sedangkan tahun lalu, Record Store Day kembali diadakan, namun pada tempat yang terpisah. Sehingga tolok ukur dan animo pemburu rilisan fisik dirasa cukup abstrak.

Lambat laun para pelapak yang belakangan aktif melakukan music trade di berbagai event pun menunjukkan perkembangan. Sampai akhirnya muncul Sub Record yang aktif bergerak menghimpun sesame pelapak dan aktif merilis hingga membuat event. Seperti halnya kemarin, tak hanya aktifitas jual beli saja, perilisan beberapa album khusus pun jadi perhatian pengunjung. The Evening Wolves, one man show yang EP-nya sempat tertunda hamper dua tahun ini akhirnya resmi merilis Sleep di bawah bendera Beautful Terror Records, label asal Surabaya. Selain itu, dua split album juga muncul eksklusif di RSD Surabaya, ialah Deathroned dan Diabolical, kemudian Depo Sampah dan Abraham.

Jpeg

Mixtape perform dari Sub Record.

Berada di satu ruang indoor yang tak begitu luas bukan berarti tak ada pertunjukan music. Sebagai bagian dari pesta perilisan EP-nya, The Evening Wolves ikut tampil bersama musisi lain seperti Ayren Mayden ft. DJ Dellen, Occasion Sound System dari Gimanz dan Sinatrya.

Salah satu penggiat scene lokal, Ndoweh keluar dari area padat dalam ruangan dan menghampiri Ronascent sambil mengusap keringat yang bercucuran. “Gila! Asik banget tahun ini,” ucap pria kondang yang masih giat bergelut di berbagai scene. Menurutnya, tahun ini perayaan RSD jauh lebih seru dari sebelumnya, sebab para pelapak semakin mengenal satu sama lain, sehingga tak ada kecenderungan di satu pusat saja.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya