Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

Folk Music Fest 2016: Datangkan Ari Reda, Littlelute, Sampai Reuni AATPSC

Published

on

Folk Music Festival 2014 (Ayorek)

Gelaran perdana Folk Music Festival 2014 di Surabaya Town Square (Sutos). (Sumber: Ayorek)

Dua tahun setelah gelaran perdananya, terlihat bagaimana atmosfer musik folk begitu menjanjikan dan dinantikan. Folk Music Festival yang mengusung konsep tersebut terbilang sukses di helatan dua harinya kala itu, tepatnya di tahun 2014. Satu momen yang tak terlupakan ialah penampilan reuni dari duo folk, Silampukau. Bahkan semakin menarik dengan hadirnya duo vokal asal Perancis Brigitte serta momen Record Store Day perdana di Surabaya.

Melihat dari kesuksesan tersebut, Soledad & The Sisters Co. bekerjasama dengan GoAheadPeople Malang akan kembali menggelarnya bulan depan (14/5). Namun kali ini dari segi konsep cukup berbeda, mulai dari penampil, stage, venue, dan juga konten acara lainnya. Lembah Dieng, Malang dipilih sebagai venue yang merepresentasikan alam dan musik folk. Lokasi tersebut akan menjadi saksi penampilan 12 musisi folk dari Malang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Float, Tigapagi, dan Silampukau kembali menjadi line-up festival ini. Mereka akan berbagi panggung dengan Mocca, White Shoes & The Couples Company, Danilla, Teman Sebangku, Christabel Annora, dan Wake Up, Iris!. Di luar beberapa nama tadi, ada tiga nama yang cukup menarik perhatian. Ialah Ari Reda, Littlelute, dan Aurette & The Polska Seeking Carnival (AATPSC).

Ari Reda, duet Ari Malibu dan Reda Gaudiamo ini mungkin jadi salah satu benang merah Folk Music Festival 2016 dengan lagu-lagu folk balada serta nyanyian sajak-sajak dari penyair Indonesia. Kemudian Littlelute, debutan grup folk asal Bandung ini sekarang tengah jadi perbincangan lewat album pertamanya Traces of Dollface & Plots. Nyanyian riang tentang keindahan alam dan liburan tentu mampu membangun ambient tersendiri di tengah sejuknya udara di Lembah Dieng.

Terakhir ada AATPSC. Bulan Desember tahun 2015 kemarin Matchamu Café sukses jadi saksi reuni mereka di kotanya. Ya, band bernafaskan musik pop dengan beragam instrumen folk ini baru saja memutuskan untuk kembali berkumpul setelah sempat vakum selama dua tahun. Jadi, dengan harga tiket pre-sale Rp 40 ribu tentu event ini cukup worth it untuk disambangi. Dan satu lagi, tetap jaga kebersihan Lembah Dieng.

32. [14 Mei 2016] Folk Music Fest 2016

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Dimas Wijatniko

    18 April 2016 at 18:22

    Littlelute! ada mbak dhea!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Dialog Ibu & Anak Dalam “Berita Kehilangan” Milik Feast

Published

on

Artwork Berita Kehilangan yang dikerjakan Mikael Aldo & Baskara Putra. (Dok. Feast)

.Feast makin memantapkan posisinya sebagai band yang cukup responsif terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Usai klip Peradaban yang cukup frontal, kemarin (10/8) mereka kembali melempar lagu sekaligus klip baru berjudul Berita Kehilangan. Secara lirik, apa yang mereka tuliskan masih cukup sarkas, namun implisit. Bedanya, nuansa musik yang diperdengarkan sangat sesuai dengan klipnya; gelap, berduka, dan pemakaman.

Lagu Berita Kehilangan ini ditulis sendiri oleh vokalis mereka, Baskara Putra. Ia terinspirasi dari beberapa kasus kriminalisasi yang telah terjadi, salah satunya yang menimpa mendiang temannya Raafi Aga Winasya Benjamin tujuh tahun silam. Adapun sebuah surat milik orang tua korban kriminalisasi lainnya juga menjadi sumber inspirasi mereka, sekaligus sebagai bentuk empati terhadap kasus-kasus tersebut.

Selain audio dan video yang cukup membangkitkan ambient lagu, kehadiran Rayssa Dynta sebagai kolaborator justru makin mendramatisir. Tiap bait yang dinyanyikan .Feast dan juga Rayssa Dynta dibuat seperti dialog antara Ibu dan Anak. Dialog itu menggambarkan bagaimana seorang Ibu yang berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Begitupun sebaliknya, sang anak juga coba menguatkan Ibunya.

Single terbaru milik kolektif rock Ibukota ini sudah bisa dinikmati secara digital melalui layanan streaming Spotify, Joox, Apple Music, Deezer dan sejenisnya. Lalu untuk video klipnya bisa dinikmati lewat kanal Youtube ofisial atau IGTV milik .Feast.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

NEWS

Rilis Debut Album, Manic Monday Berkolaborasi Dengan 2 Musisi

Published

on

Formasi terkini Manic Monday. (Dok. Manic Monday)

Sempat tertunda cukup panjang, akhirnya debut album milik Manic Monday rilis pekan lalu (20/7). Kurang lebih berselang sekitar setahun setelah proses rekaman, Manic Monday memilih untuk mematangkan konsepnya terlebih dulu. Sampai akhirnye Issue dipilih jadi titel albumnya. Menurut mereka, nama Issue disepakati bersama sebagai jawaban dari pembuktian eksistensi Manic Monday.

Dalam album tersebut, Manic Monday menyematkan 10 lagu, dua diantaranya mereka berkolaborasi dengan Kiky dari The Flins Tone serta Kecenk dari Fraud. Jagoan pertama mereka ialah I Know I Can yang sudah diperdengarkan lewat video klipnya sejak awal 2017 lalu. Secara keseluruhan album ini bercerita tentang perasaan, karakter, dan ego setiap orang. Musiknya sendiri masih tetap dikemas alternatif, dengan distorsi dan ketukan drum-nya yang upbeat. Rilisan Grounderz Records tersebut sudah bisa diputar di kanal digital seperti Joox dan Spotify.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

FEATURES

Ternyata Tidak ‘Selamanya’ Seringai Absen Rilis Video Klip

Published

on

Behind the scene pembuatan klip Selamanya. (Foto: Rigel Haryanto)

Pada era album Serigala Militia yang rilis 2007 silam, saat itu Seringai melempar tiga video klip. Ketiganya ialah Citra Natural, Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan), dan Serigala Militia. Lima tahun berselang, Arian13 cs absen dalam merilis klip meskipun album saat itu mereka punya gaco baru; album Taring yang cukup melejit. Dan sekarang, setelah 10 tahun absen merilis klip, band Ibukota ini akhirnya kembali menyelesaikan klip yang sekaligus jadi single teranyar mereka berjudul Selamanya.

Selamanya, lagu yang rilis pekan lalu itu mengambil konsep ‘Wahana Pesta Seringai’; gambaran minimalis yang seakan menyampaikan ke pendengar jika Seringai masih akan terus menerus menghibur. Ide itu datangnya dari Surya Adi Susianto, sutradara klip yang juga pernah menangani video musik dari Kunto Aji, Morfem, Ramengvrl, dan Lawless Vomit Crew. “(dalam klip ini) Seringai digambarkan bakal menghibur tiap pengunjung yang naik ke bus dan bersenang-senang bersama mereka sembari berkeliling kota, dan begitu seterusnya,” jelas Seringai melalui rilis pers yang Ronascent terima.

Pasca klip ini, Seringai berencana merilis album keempatnya berjudul Seperti Api yang akan dirilis via High Octance Production. Menurut Wendi Putranto, albumnya akan selesai produksi dalam waktu dekat. Pastinya, akan ada 11 lagu yang diproduseri sendiri oleh gitaris mereka, Ricky Siahaan. Selain diproduseri personil sendiri, cover album Seperti Api juga dikerjakan oleh vokalis mereka, Arian13. Tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, Seringai masih gemar berbicara tentang isu sosial, sambil sesekali berbicara tentang sci-fi. Bahkan mereka juga berkolaborasi dengan solois, Danilla Riyadi. Jadi, silahkan ditunggu. Kemungkinan bulan depan.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya