Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Lagu Baru di Tengah Penantian dan Perpisahan

Published

on

GE 01

Penampilan Goodnight Electric di Surabaya. (Foto: Rido Ramadhan)

Malam itu tidak sedikit yang menyempatkan hadir di sebuah Gedung yang tak diduga-duga akan disinggahi rombongan tur Ruru Radio. Gedung Wanita Kalibokor, lokasi ini biasanya lebih sering diwarnai gig HC atau arena jobfair. Tapi, hari itu (19/2) rombongan Ruru Radio yang mengatasnamakan ‘Radio Of Rock Tour Serial 2’ ternyata singgah membawa nuansa berbeda.

Tidak tanggung-tanggung, selain membawa band sekelas Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric, dan White Shoes & The Couples Company; Ruru Radio juga hadir dengan tim sukses-nya yang bergelimang seniman dari berbagai bidang mulai dari Arie Dagienkz, Indra Ameng, Felix Dass, Komikazer, The Popo, dan masih banyak lagi. Jadi, tidak berlebihan jika event ini menyita banyak perhatian. Hastag #radioofrocktourserial2 bertebaran di media sosial dan tiket mahal pun tak jadi masalah. Pasalnya, ini bukan cuma ajang ngegigs, melainkan wadah bertemu, berbagi, berkenalan, berbelanja, dan tentunya berkeringat.

Jpeg

Dari kiri: X-Go, Anitha Silvia, The Popo, & Komikazer. (Foto: Rona Cendera)

Bincang-bincang singkat menjadi konten pembukanya. Komikazer, The Popo dan X-Go berbagi cerita dan pengalamannya menyikapi media sosial yang kini telah menjadi platform galeri gambar-gambar mereka. Obrolan sore itu turut dimeriahkan oleh wewangian makanan, suara blender, sampai display rilisan fisik dan merch dari tenant­-tenant lokal yang berjejer di belakang kursi penyimak diskusi tersebut. Itu semua masih pemandangan di lantai dasar. Sedangkan pertunjukan utamanya ada di lantai 2. Jadi pengunjung yang sudah berada di venue harus menaiki sekitar belasan anak tangga yang disambut antrean panjang untuk masuk ke tempat di mana empat band yang dinantikan tampil.

Dipandu oleh duo MC kawak nan kocak; Gilang Gombloh & Adjis Doaibu. Acara ini terasa seperti siaran Ruru Radio saat mengudara di dunia maya. Sapaan khas-nya, obrolan joroknya, sampai bumper-bumper mereka juga ikut muncul. Hingga akhirnya sekitar pukul tujuh malam White Shoes & The Couples Company keluar dari backstage tanpa kehadiran si kibordis Aprimela Prawidiyanti yang berhalangan. Dari ketiga band tur yang tampil, mereka-lah yang paling rajin menyambangi Kota Pahlawan. Meski begitu, aura yang mereka miliki seakan tak pernah punah. Tidak ada kata bosan mendengar setlist yang nyaris semuanya pernah dibawakan di Surabaya. Kecuali satu, lagu barunya Suburbia.

WSATCC 04

White Shoes & The Couples Company. (Foto: Rido Ramadhan)

Duo folk fenomenal Silampukau pun turut menjadi daya tarik tersendiri di acara ini. Masih tetap tampil dengan format bandnya, mereka cukup membuat berkeringat. Beda halnya dengan Goodnight Electric. Band elektronik yang gemar mengutak-atik debut albumnya jadi beberapa versi ini ternyata paling ditunggu-tunggu. Cukup jarang mereka tampil di Kota Pahlawan, ditambah produktivitas bandnya yang belakangan tidak muncul. Alhasil, pilihan lagu-lagu lama mereka digempur dengan energik. Penonton pun senang karena sudah hafal beat demi beat-nya.

Sementara itu Efek Rumah Kaca yang balik lagi dengan membawa album ketiganya Sinestesia; album yang memakan proses panjang. Panggung kemarin dipastikan akan menjadi farewell party karena si vokalis Cholil Mahmud harus balik lagi ke luar negeri melanjutkan studinya yang tak kalah lamanya dari proses perampungan Sinestesia. “Mungkin sekitar lima sampai tujuh tahun kita akan bertemu lagi,” seru Cholil sesaat setelah memainkan lagu terakhirnya.

Secara keseluruhan ‘Radio Of Rock Tour Serial 2’ ini memberikan sajian yang cukup lengkap. Bukan cuma memperlihatkan penampilan WSATCC dengan lagu barunya, tapi juga penantian terhadap Goodnight Electric yang akhirnya muncul lagi di Surabaya sampai perpisahan Efek Rumah Kaca yang harus vakum lagi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya