Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Menyapa & Menghidupkan Sel-Sel Penahitam Melalui Sebar Serang Tour 2015

Published

on

Kharis dan Eki dari Silampukau. (Foto: Vian)

Kharis dan Eki dari Silampukau. (Foto: Vian)

Sebar Serang Penahitam Tour 2015 merupakan serangkaian tur yang diinisiasi oleh Penahitam Heartquarter (sebutan bagi Penahitam rintisan yang berada di Batu) untuk menyapa dan menghidupkan sel–sel Penahitam kota lain. Dan, 17 Desember kemarin jadi kesempatan bagi kolektif Penahitam Chapter Surabaya unjuk kebolehan menghelat acara, mengakomodir kekawanan dan massa di Brum Cafe, kompleks perumahan dosen ITS Surabaya.

Acara dibuka sejak pukul 1 siang oleh MC dadakan Ulin dari Penahitam Chapter Surabaya dan Wira yang sehari–harinya memang sering nongkrong di Brum. Hanya dengan membeli tiket donasi seharga 8 ribu rupiah, pengunjung bisa menikmati berjajar lapak mulai dari lapak kawan–kawan Penahitam sendiri, dan beberapa brand juga komunitas. Berjalan ke arah kanan dari gerbang, pengunjung dapat mengunjungi lapak baca buku santai, majalah, komik, hingga zine oleh kolektif tenda buku. Di atas sofa yang ditata nyaman, di bawah rindang pohon, berteman remang lampu, dan teh hangat yang tidak dingin.

Bincang santai di Sebar Serang Penahitam Tour 2015. (Foto: Vian)

Bincang santai di Sebar Serang Penahitam Tour 2015. (Foto: Vian)

Sedangkan di sisi ujung, terdapat garasi yang disulap menjadi galeri mini yang menampilkan beberapa karya dari Penahitam Chapter Surabaya. Karya–karya tersebut dipamerkan dengan tema ‘unconsciousness’, atau ketidaksadaran yang diinterpretasikan dalam berbagai teknik dan sudut pandang. Dipamerkan pula karya ilustrasi kolaborasi dari beberapa kota yang telah dilalui selama tur. Di sisi luar garasi, komunitas Ruang 109 dengan ikhlas menggesut rakel demi menghasilkan karya sablon pada kaos dan kertas yang dibawa oleh pengunjung. Sebelum stage diramaikan oleh DJ Malikz, ada juga lokakarya yang diisi oleh Wanski dengan cat air, bodilpunk tentang ilustrasi pointilis, dan bleaching jeans oleh MDC Denim.

Musik Taman Nada dan Alepak menyambut sendu senja dirundung mendung dan temaram lampu minyak tanah non-subsidi. Acara dilanjutkan oleh bincang santai mengenai Penahitam dan pergerakan yang diinisiasi skena kreatif bersama Ulin ‘Lathigeni’ dari Penahitam Surabaya, Didi ‘Painsugar’ dari Penahitam Heartquarter, dan Kuro dari kolektif Milisi Fotokopi. Malam itu sungguh akan menjadi malam yang istimewa. Semoga acara ini dapat menjadi pemantik bagi pergerakan yang lebih baik serta konsisten di tahun–tahun mendatang. Sebagaimana semangat yang coba ditularkan Silampukau sebagai penampilan penutup acara Tour Sebar Serang Penahitam 2015 di Surabaya, dan gelas berisi fermentasi beras yang diputar dalam tanda kutip. (Iqbalmstrmnd)

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Gastronout; Menggiring Pegiat Kreatif Sidoarjo Untuk Produktif (Lagi)

Published

on

Penampilan Silampukau di Gastronout. (Dok. AAA)

Selama setahun ke belakang, Sidoarjo terus berbenah. Mempercantik tiap sudut kota dengan taman hingga tempat hiburan. Baru-baru ini malah toko ofisial milik klub sepakbola Persebaya muncul di pusat keramaian kota Udang. Selain itu, dibangunnya mall dengan signature rollercoaster yang menembus kaca ruangan juga punya andil memadatkan salah satu kota Industri di Jawa Timur tersebut. Alhasil, Sidoarjo makin ramai, namun apakah industri kreatif-nya juga demikian?

Ya, mungkin banyak yang bertanya pada ke mana kehidupan seni di Sidoarjo? Coba mengerucut ke musik. Ke mana nama-nama seperti Relics, Remaja Tanpa Cinta, Pingpongdash, Mahkota Jaya Abadi, The Shantoso, Zombie vs Plants, Westfall, atau Dracula Omnivora? Beberapa mungkin memang sudah istirahat dengan tenang, namun ada diantaranya yang masih menggantung tanpa arah. Beberapa waktu silam kami juga sempat menyaksikan gig dari band-band grunge Sidoarjo di JJ Park, yang sayangnya tempat itu sudah ditutup.

Sampai di pekan lalu (13-15 Juli), sebuah acara bertajuk Gastronout digelar di Cannopi; kafe yang berada juga di pusat Sidoarjo tampak menyedot banyak muda-mudi setempat. Tidak kaget memang, pasalnya ada nama Silampukau di sana. Band yang sukses menarik perhatian penyuka folk itu berkesempatan tampil untuk kesekian kalinya di Sidoarjo. Hadir juga The Suku Dalu, pemain lama di skena kota tersebut. Kafe yang seharusnya minimalis pun terlihat sesak. Begitupun keesokan harinya, takkala dua band Malang; Young Savages dan Beeswax berbagi panggung dengan dua band Surabaya; Humi Dumi dan Cotswolds.

Selain pertunjukan musik, terdapat juga aktivitas cukil serta beberapa aktivitas lainnya. (Dok. AAA)

Gastronout sendiri merupakan event yang diinisiasi oleh AAA (Andasih; Alangen; Adamar). Kalau tidak salah, dalam Bahasa Jawa, ketiga kosa kata itu merujuk pada makna mengabdi dan bersenang-senang. Sejak Mei kemarin, AAA mulai membuat pergerakan kecil yang dinamai Palapa. Bukan sekadar pertunjukan musik, tapi juga berbagi ilmu serta pengalaman, mengadakan pameran, hingga workshop dalam satu acara.

Dan Gastronout sendiri ialah event ketiga mereka. Gastronout pun bukan sembarang nama. Kata ini jika dipenggal memiliki dua fonem; yakni Gas sebagai aksen atau kata yang biasanya digunakan untuk mengiyakan, “ayo budal nang sumur welot? gas, budal tok!”. Sementara astronout, tentu memaknai tentang menjelajah jauh melewati batas. Terendus sebercak aroma movement yang tulus dari anak-anak di kota ini. Meskipun di beberapa event ini mereka mendapat dukungan sponsor, tidak menutup kemungkinan ke depannya mereka berani berdiri mandiri meskipun dengan dana seadanya. Memang sudah seperlunya industri kreatif di Sidoarjo mulai mengikuti perkembangan kotanya yang kian maju dan terus berbenah. Mungkin, kolektif AAA inilah insiator barunya, menggiring para pegiat di kota ini untuk kembali produktif.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Patua Youth Crew #4

Published

on

Weekend yang padat. Tim kami harus berbagi waktu dan tempat untuk meliput event-event di Surabaya selama Sabtu dan Minggu kemarin. Salah satunya reunian keempat dari gerombolan Patua Youth Crew yang digelar hari Sabtu kemarin (14/7) di Monkasel. Padatnya line up yang diangkat berdampak pada minimnya menit tampil tiap band. Tapi tetap saja, yang namanya reunian tidak pernah luput dari temu kangen. Dan itu membuat penonton ‘baru’ terlihat linglung, kemudian memilih peduli setan untuk larut saja ke dalam mosphit.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading

EVENTS

Silaturockme: Forum Dua Arah Antara Musisi & Media

Published

on

Forum yang mempertemukan antara musisi dan media, kini bukan lagi makanan langka. Apalagi jika membahas hal paling mendasar; tentang bagaimana di publish dan apa saja syaratnya? “Kene goblok-goblokan ae yo, cek podo takok. Mene gak ngisin-ngisini lek ketemu wong media (Kita di sini goblok-goblokan aja ya. Biar pada tanya semua, besok gak malu-maluin kalo ketemu orang media,red)” celetuk Abas, selaku host yang berduet dengan Cak Boker.

Diskusi bertajuk ‘Silaturockme’ yang digelar pekan lalu (1/7) di P-Two Cafe tersebut melibatkan Brian dari Vojo Music, Ian Darmawan (Ronascent), dan Wira (Apresiasi ID & M-Radio). Ketiganya saling berbagi pengalaman mereka ketika menemui berbagai macam musisi. Adapun forum tersebut berjalan dua arah dengan banyaknya pertanyaan silih berganti. Setelah diskusi, acara berlanjut ke gigs, dengan 11 band kolektif yang tampil secara acak berdasar hompimpa.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya