Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Food Kartel: Esensi Rock, Alkohol, dan Makanan

Published

on

Kelompok Penerbang Roket. (Foto: Rido Ramadhan)

Kelompok Penerbang Roket. (Foto: Rido Ramadhan)

Semenjak The SIGIT sukses memporak-porandakan atrium Surabaya Town Square (Sutos) dua tahun lalu, rasanya butuh menunggu sedikit lama untuk bisa mengulang momen seperti itu. Dan, Kelompok Penerbang Roket (KPR)-lah yang mendapat kesempatannya. Bersama Stars And Rabbit , band yang sedang meroket itu benar-benar menjadi tulang punggung event Food Kartel kedua yang digelar tanggal 5 sampai 6 Desember kemarin.

Berbeda dengan Stars And Rabbit yang sudah beberapa kali datang ke Surabaya. Kedatangan KPR kemarin adalah yang kedua, sekaligus pertama pasca rilisnya dua album mereka; Teriakan Bocah (2015) dan HAAI (2015). Rasa penasaran melihat keliaran perform Coki, Rey, dan Viki terlihat jelas dari wajah-wajah penonton yang di dominasi pria. Sedangkan kebanyakan para wanita memilih bergerumbul di booth makanan, berlindung dari keganasan crowd.

Semerbak aroma alkohol langsung tercium saat trio pengusung musik rock 70-an ini menghancurkan panggung. Sejenak Food Kartel langsung berkontradiksi, di mana booth-booth makanan yang mulanya terasa tenang dengan berbagai aroma makanan berubah menjadi gig liar. Sesuai dugaan, KPR bermain kondisi di bawah kendali alkohol. Dan itulah esensinya, penampilan mereka menggila, raw, dan memuaskan. Sepuluh lagu terus mereka gempur baik dari album pertama hingga lagu-lagu tribute Panbers yang ada di album HAAI.

KPR 08

Rey (kiri) dan Coki (kanan) sukses meliarkan Atrium Sutos. (Foto: Rido Ramadhan)

Hujan Badai menggerus moshing sana-sini meski hujan sudah berakhir sejak sore. Belum lagi lagu-lagu seperti Tanya, Bimbang, dan Ragu yang mempu membuat semua penonton bernyanyi bersama.  Berbeda dengan penampilannya di Surabaya dulu, kali ini Viki mempertontonkan skill drum-nya sambil memberi jeda nafas untuk dua rekannya untuk kemudian menutup penampilan dengan lagu terakhirnya.

 “Seneng bisa dateng ke kota yang terkenal sama kiblat musik rock-nya. Rasanya kayak ‘naik haji’ bisa tampil di depan rockers Surabaya!,” ujar Rey sambil menahan matanya yang kian sayu. Kelompok Penerbang Roket akhirnya pun menjadi penutup Food Kartel yang sukses digelar selama dua hari.  Sebelum penampilan mereka, stage Food Kartel juga diisi oleh Virgin Hunter yang notabene tak kalah ganasnya dari KPR. Belum lagi Stars And Rabbit yang kembali tampil di Surabaya yang kali ini membawa setlist baru dari album Constellation.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya