Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

Gallery

Live Session #7: Ampun Women – Alarmed

Published

on

Live Session #7

 

Dengan setting studio yang sedikit berubah, Jozz Studio dan Ronascent mencoba menyajikan suasana lebih fresh di Live Session yang sekarang sudah memasuki paruh kedua di tahun 2015. Beruntung juga band yang datang kali ini tidak kalah fresh-nya. Ampun Women, ialah band baru yang berkesempatan menjajal stage Soundrenaline 2014 di Surabaya sebagai panggung pertamanya hanya berselang beberapa bulan setelah dibentuk.

Trio blues pop yang beranggotakan Ridwan (gitar & vokal), Febri (drum), dan Wira (bass) ini membawakan single pertamanya berjudul Alarmed. “Lagu ini semacam pengingat tentang mimpi yang harus digapai, ibaratnya sebagai penanda orang yang baru bangun tidur mendengar alarm,” ujar mereka.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Galeri Foto: Mlete Sejak Maba

Published

on

Istilah gigs kampus saat ini lebih sering dijadikan obrolan saja, sebab sudah jarang dilakukan. Sampai akhirnya, dua edisi Mlete Sejak Maba berupaya membangkitkan lagi semangatnya. Masih bertempatkan di area FISIP UNAIR Kampus B Surabaya, kali ini spirit sosial-lah yang memanggil mereka. Sembari ngegigs, acara ini juga mengumpulkan donasi untuk tragedi gempa Lombok. Dari harga tiket kemarin, terkumpul sekitar Rp. 2.210.000 yang akan dibelikan kebutuhan logistik untuk dikirim ke Lombok.

Didukung oleh Plester-X, Wolf Feet, Kuda Poni 168, Hold, Taman Nada, Ndemo & Pepet, Relics, serta Starving Nomad yang tampil. Dan, satu kata untuk acara ini; keos! Yah, buat kalian yang familiar dateng ke gigs-gigs kampus pasti paham betul bagaimana situasinya. Dan acara kemarin, mungkin  jauh lebih ganas dari biasanya. Silahkan menikmati foto-foto dari rekan kami, Luqman Darwis.

Anak muda penuh semangat tapi tidak bergairah, suka melakukan banyak hal baru dan sedang berstatus mahasiswa aktif dengan doa semoga lulus tepat waktu dan segera mempunyai penghasilan.

Continue Reading

EVENTS

Galeri Foto: Jazz Traffic Festival 2018

Published

on

Sesuai dugaan, hadirnya sosok Via Vallen di Jazz Traffic Festival 2018 (JTF 2018) mampu menumpah ruahkan penonton dengan bermacam segmen. Kita bisa melihat para loyalis Via Vallen hingga penikmat jazz senior ada semua di sana. Seluruh area Grand City di pekan kemarin (25-26 Agustus 2018) pun tumpah ruah, khususnya di hari kedua. Tanpa akses backstage, kami pun harus bersusah payah mendapat angle foto terbaik dari barisan penonton yang rapat tanpa celah. Mari menyimak hasil foto-foto kami yang dijepret dengan susah payah.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Boja Krama #14: Ledakan Peluru Horror Tak Terkendali

Published

on

Headcrusher tak muda lagi, sekilas itu yang tersimpulkan dari penampilannya di Boja Krama #14 Jumat kemarin (24/8) di Omah Jaman Now. Perut Tempes tampak melembung tak terkondisikan. Dampaknya tentu pada stamina. Vokalis Headcrusher ini lebih serang menggas-menggos dan memberikan mic ke penonton. Belakangan, beliau juga tidak selucu seperti saat di Deskripsi Sebuah Mahasiswa (DSM) atau di kala masih aktif bersama Headcrusher. Demikian juga Goyco. Terlihat dari raut wajahnya yang kelelahan mempertontonkan ketukan thrash-nya. Molotov yang sejatinya jadi lagu mereka paling meledak, diletakan di awal bersama AK-47. Ah tapi peduli setan dengan susunan setlist mereka, toh penonton juga tetap pecah melepas rindu dengan band satu ini.

Tak kalah rindunya, penonton juga selalu menunggu-nunggu sosok Egon Spengler. Band konyol yang vokalisnya tidak pernah kehabisan kostum. Sayang, penampilan mereka terlalu singkat, bahkan crowd belum terlalu panas untuk deretan band-band horror punk seperti mereka, beruntung masih ada Kelelawar Malam di ujung pertunjukan. Ya, band yang tengah berkunjung ke Surabaya ini terlampau puas dan memuaskan sepanjang hampir satu jam. Deretan track dari Jalan Gelap digelontor tak terkendali. Dengan beberapa personil barunya terbukti, band ini makin kaya. Dari segi sound dan materi tanpa mengurangi esensi horror-nya.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya