Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Silampukau, Tambak Bayan dan Album Pertama

Published

on

SONY DSC

Selepas maghrib, kawasan kampung Tambak Bayan Tengah mulai dipadati puluhan orang. Silampukau dengan pertunjukan musik dan launching album penuh pertamanya Dosa, Kota, dan Kenangan menjadi hiburan di tengah konflik tanah sengketa hingga pameran clothing di pusat Kota. Bertepatan juga dengan pekan perayaan Record Store Day (RSD) yang jatuh pada pertengahan April (19/4) album yang sebenarnya cukup ditunggu akhirnya meluncur dan mulai diperdengarkan satu per satu.

Dengan konsep minimalis, full band, live streaming dan tata cahaya mumpuni, Silampukau memainkan sepuluh lagu yang ada di album barunya. Dibuka dari track Balada Harian dan ditutup dengan single Doa 1, duo Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening menyuguhkan performa yang maksimal bersama rekan-rekan musisi yang membantu dibelakangnya seperti Rhesa Filbert (bass), Erwin Saputra (drum), Doni Setiohandono (akordion), Aji Prasetyo (violin), Fauzi (cello), Artha Laksana (trumpet), Bintang Elkana (trombone), Christabel Annora (piano) dan beberapa lainnya.

Olah vokal keduanya begitu prima meski kadang tertutup oleh suara instrumen lain yang menggema di ruangan semi-outdoor. Pada lagu Si Pelanggan, Silampukau sedikit bereksperimen dengan tambahan part koploan layaknya musik yang selalu menghiasi gemerlap Dolly. Lagu tersebut memang ditulis oleh Eki dan Kharis di tengah polemik penutupan Dolly yang selama ini telah menjadi ikon seks di Kota Surabaya. Di lagu itu pula Eki terlihat tidak canggung sedikitpun meski bernyanyi tanpa gitarnya.

Beberapa lagu yang sudah sering diperdengarkan sebelumnya seperti Puan Kelana, Malam Jatuh di Surabaya dan Lagu Rantau (Sambat Omah) mampu membawa penonton yang mayoritas dihuni sesama musisi, media dan komunitas turut bernyanyi menikmati syahdunya permainan gitar akustik dan kombinasi vokal mereka. Hingga nomor andalan Doa 1 membawa klimaks dengan variasi instrumen yang saling mengisi. Lagu yang berkisah tentang realita musisi indie itu mengakhiri 50 menit pertunjukan sederhana Silampukau, sekaligus meluncurnya sebuah album yang merangkum dosa dan kenangan dari Kota Surabaya.

Foto oleh Abraham Herdyanto

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Gallery: Rockmaiden, Oase Gigs di Tengah Ramadhan

Published

on

Persiapan alat dan (mungkin) jam tarawih membuat acara kolektif ini molor. Meski begitu, gigs ini mampu menghibur, terlebih di tengah pasifnya skala gigs saat ramadhan. Jajaran band pengisi bermusik berdistorsi berat seperti Electric Bird, X60 Jaran, The Classhat, Dandelions, The Old Pines, dan Frank The Syndicate membayar segala kelelahan penonton dalam menunggu. Berikut foto-foto dari fotografer kami.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Premiere Video Klip (Bukan) Playboy

Published

on

Kemarin (15/5) Dandelions memutar perdana video klip terbarunya, (Bukan) Playboy. Mereka bekerjasama dengan Senyawa Creative untuk menghasilkan sebuah ide cerita yang menggabungkan antara permainan sudut pandang, bahasa, dan semiotika.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Jayabaya Raya Vol.1

Published

on

Pekan yang padat. Kurang dari seminggu jelang Ramadhan, Surabaya diguyur estafet gigs,  salah satunya Jayabaya Raya Vol. 1 gagasan Jayabaya. Acara yang diadakan di Skale Space Sabtu kemarin (12/5) ini menghadirkan berbagai kolaborasi seni, pameran sekaligus launching Skale Store dengan enam performer pilihan. Berikut hasil jepretan dari fotografer baru kami, Adven Wicaksono.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya