Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EVENTS

Brotherground Festival: Munculnya Tonggak Baru Festival Underground di Surabaya

Published

on

fraud 04

Metal dan festival makin sulit dipisah. Keduanya saling terkait dan uniknya, dihelat oleh skena lokal dengan headliner tak main-main. Bandung Berisik (Bandung), Kukar Rockin’ Fest (Kutai Kertanegara) sampai yang terbaru Cadascult (Jakarta) adalah beberapa nama yang bolehlah dibilang sebagai pemicu metal tetap berkembang biak. Surabaya bisa dibilang mengikuti perkembangbiakan ini. Brotherground Festival yang dihelat kemarin memang menjadi tonggak penting karena festival ini dipersiapkan untuk hadir tiap tahun. Fraud dan FFS sebagai penyelenggara memang meramu semuanya dengan serius, seserius panggung, tata sound dan lighting yang memuaskan. Dalam helatan perdananya kemarin, memang masih ada hal-hal yang perlu ditambah. Tapi secara keseluruhan, Brotherground adalah bukti eksistensi skena metal Surabaya yang masih kuat menjerit, hal menarik lain adalah bahwa skena ini juga merangkul berbagai aliran dari punk sampai ska.

Digelar indoor di Kodam Brawijaya, ini adalah momen bersejarah. Kepul rokok; moshing; t-shirt kebesaran; celana doreng tersaji kala kami memasuki venue tepat saat Hate Of Pain menampakkan taringnya. Hardcore bertenaga kuda ini membunuh tanpa perlu pelan-pelan, langsung tancap dan mati.  Bahwa Surabaya sudah cukup bahagia memiliki band secadas ini. Kami juga mencatat adanya ‘brotherhood’ saat band ska terseru Surabaya Heavy Monster menjinjing berbagai bentuk trumpet dan trombone di atas panggung. Cooling downmutlak diperlukan melalui beberapa hits Heavy Monster yang cukup riang. Para penonton yang kebanyakan masih belia segera saja mengikuti irama ganja medis dengan jejingkrakan tak karuan. Membetulkan urat setelah goyangan hardcore ala-ala capoeira yang sadis.

Band yang masuk kompilasi Safe & Sound Ronascent Webzine, Crucial Conflict kemudian hadir. Jerit geram sang vokalis Wicax mungkin jadi salah satu yang terbaik diantara scene metal Surabaya. Misery dibawakan dan kami serta puluhan metalhead tenggelam, tertampar ke dasar. Teknik drum rapat dan distorsi sehalus pemotong rumput; festival metal memang harus seseru ini.

Crucial conflict 06 okCukup sudah basi-basi. Brotherground perdana ini memang diadakan sekaligus dalam rangka lima tahun band hardcore paling liar di Surabaya Fraud. Kami menemui dua personil Fraud yang bertanggung jawab terhadap munculnya festival ini 30 menit sebelum mereka stage perform. Dengan rokok di tangan kanan, Keceng dan Bayu sedikit bercerita tentang Brotherhground “Simpel aja. Kami ingin para penonton setelah pulang dari konser ini bisa bangga terhadap scene musik Surabaya, scene musik kotanya sendiri. Selain itu, ini juga membuktikan bahwa tali persaudaraan antara band, baik itu metal ataupun genre lain, juga penikmatnya, memang cukup kuat,” ujar Keceng.

Perkara kesulitan dalam mengadakan festival juga diungkap. “Mungkin hype yang terjadi sekarang masih kurang. Kami ingin di tahun depan, festival ini bisa lebih meledak. Tapi ekspekstasi kami malam ini sudah lebih dari cukup,” tandas Bayu. Puas bercakap tentang festival, Fraud membocorkan Movement Before Mouthment, yang akan segera dirilis dan cukup dinanti oleh banyak pihak. “Masih tinggal beberapa langkah lagi, dan kita akan segera rilis. Doakan saja,” tutup Keceng sembari mempersiapkan tracklist-nya.

Seusai perbincangan tersebut Fraud segera melompat ke panggung untuk mengguncang. Beberapa penonton malas yang duduk-duduk di tepian panggung disuruh untuk memadati depan panggung. Ini festival metal bukan taman kota. Fraud mengajak seluruh penonton untuk berdesakan. Kami melihat panggung menjadi padat dan ramai. Penonton merespon dengan baik. Dibuka dengan No Intro disusul dengan hits-hits Fraud di album No Fans Just Friends seperti Make Some Prove, Wrong Roots sampai Punishment seketika membakar Surabaya. Blar! Hanya dengan kekuatan breakdown khas yang hanya dimiliki Fraud, ditambah dengan growling Bayu yang cukup prima, jelaslah festival ini akan mencapai klimaksnya dengan maksimal.

Sekali lagi sound dalam kondisi sangat prima dan kami terkesima. Ada saatnya penonton berangkulan, ada saatnya mereka bertubrukan. Ada saatnya berdansa, ada saatnya saling dorong: this is metal! Telinga kami bergemuruh dan mengajak kami kembali ke usia 16 yang masih energik. Lagu baru Movement Before Mouthmentdibawakan bahkan dengan respon penonton yang masih sama. Surabaya makin menjadi kala lagu terakhir di set Fraud Patua Youth Crew berkumandang. Ada gejala historis yang menbuat lagu ini pantas dijadikan klimaks. Brotherground Festival 2015 resmi ditutup. Tapi tak ada lagi yang pantas untuk diingat selain para penonton yang berjalan beriringan menuju pintu keluar. Berpakaian serba hitam bercelana serba lusuh dengan raut wajah penuh kepuasan: bahwasanya persaudaraan memang tak harus diikat dengan darah. We are brotherground, saudara sebumi!

Foto oleh: Rido Ramadhan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya