Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Romantika Pecinan di Sunday Market Vol.9

Published

on

sundaymarketsby-3

Industri perdagangan di Surabaya belum bisa lepas dari etnis Tionghoa. Unsur budayanya masih terasa kuat, bahkan menjadi sisi menarik kala edisi kesembilan Sunday Market yang bergulir kembali di tengah perayaan tahun baru imlek. Setelah Februari tahun lalu Sunday Market mengajak beromantika bersama keluarga dan kekasih di Love Affairs, akhir pekan kemarin (21-22 Feb) para pengunjung pun diajak beromantika dengan segala unsur kebudayaan ala etnis Tionghoa.

“Sampai dengan saat ini kita masih bisa melihat dan menikmati sisa-sisa peninggalan kebudayaan Tionghoa di Surabaya, kawasan Pecinan selalu menjadi bagian kota yang menarik,” sebagaimana tertulis dalam opening note Sunday Paper yang akhirnya muncul lagi setelah edisi sebelumnya absen. Suasana Pecinan begitu kental, lampion jadi penghias atrium Surabaya Town Square (Sutos) di setiap sudut. Ditambah lagi settingan toko kelontong jadul, kuliner khas Pecinan seperti Tahuwa dan Kacang Kowa hingga panitia yang berbusana khas Cina makin menghidupkan suasana akhir pekan dengan perayaan Gong Xi Fat Cai.

Wayang Potehi, atau pertunjukan teater boneka khas TIongkok yang sudah berusia 3.000 tahun secara khusus didatangkan untuk memeriahkan sekaligus mempopulerkan kembali budaya tersebut. Wayang Potehi berisikan lakon-lakon novel klasik dari daratan Tiongkok yang memberikan ajaran-ajaran baik. Tampil pula pagelaran akbar Lion Dance dan Barongsay dari perguruan Lima Naga; salah satu perguruan tertua di Surabaya.

sundaymarketsby-16Di samping suasana Pecinan, hampir sebagian penonton juga terbuai oleh buaian dari biduan pendatang baru bervokal alto, Danilla. “Ini pertama kalinya saya ke Surabaya,” ujarnya yang tampil anggun minggu malam (22/2). Penyanyi asal Jakarta ini punya daya tarik yang luar biasa, tampil pertama kali di Surabaya tak berarti sepi penonton, bahkan terlampau ramai. Beberapa single dari album Telisik dimainkan dengan sangat cantik, lembut dan lemah gemulai. Selain lagu andalan Ada di sana, Terdistraksi, dan Buaian, ia juga membawakan Buddy Holy milik Weezer. “Energi Surabaya luar biasa” seru wanita yang baru berulang tahun 12 Februari kemarin itu setelah tampil.

Usai Danilla, duo elektronik asal bandung Bottlesmoker melanjutkan penampilan di atas stage Sunday Market. Mereka membawakan setlist langganannya yang dimulai dari Frozen Scratch Cerulean, Boredom And Freedom, Rooftop sampai La Voyage. Hingga akhirnya kolektif electropop asal Bandung Homogenic yang jadi penutup gelaran Sunday Market Vol.9: Once Upon A Time In China yang cukup meriah meski lagi-lagi rilisan Sunday Market Records kembali nihil.

Foto oleh: Dedi Widianto

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

Surabaya