Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE SESSION

Live Session #2: Give Me Mona – Me Against Political

Published

on

Live Session #2

Tahun 2014 kemarin telah menjadi ekspansi politik besar-besaran, semua kalangan berubah menjadi superior untuk tujuan tertentu. Di saat bersamaan, single Me Against Political lahir bersama album kedua Give Me Mona yang rilis 10 April 2014 kemarin. Lewat lagu itu, Hara, Royan, Oscar, Adon dan Tommy coba memandang sisi politik di tanah air yang dinilai sudah cukup kotor. “Segala hal berbau politik di Indonesia kebanyakan sudah kotor. Lagu ini (Me Against Political,red) jadi semacam perlawanan terhadap itu,” jelas gitaris Give Me Mona, Hara. Me Against Political merupakan satu-satunya trek Give Me Mona yang menyinggung tentang urusan politik, lagu tersebut juga dibawakan secara live recording di Jozz Studio.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Entertainment

Ronascent Compilation Vol. 4: Reader is the Leader

Published

on

SURABAYA, 4 Maret 2018 – Setelah sempat hiatus setahun lebih, di bulan Maret ini Ronascent kembali hadir dengan kompilasi musik ke-4 nya : “Reader is the Leader”. Kompilasi yang merupakan kaleidoskop karya-karya musisi independen Surabaya dalam setahun terakhir ini diupayakan rutin rilis tiap tahunnya. Dan tema yang diangkat pada kali ini—Reader is the Leader—memuat niatan tim redaksi Ronascent untuk mengembalikan lagi kontennya untuk pembaca. Selama ini mungkin pemberitaan Ronascent cenderung subjektif, suka-suka, dan seenak udel’. Namun dari situlah, lewat kompilasi ini Ronascent mencoba untuk lebih memahami pembacanya dan apa yang dibutuhan mereka pada sebuah media.

Kemudian, kenapa langkah awalnya lewat kompilasi keempat? Karena momen ini sekaligus jadi perayaan lima tahun kami berkiprah mendukung pergerakan skena musik Surabaya. Tahun yang tidak sebentar untuk hitungan media partikelir seperti ini. Dimulai dari melempar survey ke pembaca untuk menentukan siapa saja yang cocok masuk kompilasi hingga proses kurasi berdasar masukan dari banyak pihak. Jadi, dari 10 band yang masuk, seluruhnya merupakan pilihan pembaca.

Mendapati beberapa nama baru yang menjanjikan, kompilasi ini menghadirkan Sinleto, The Dance Going On, RHNK, Exterminalos, Nonanoskins, 1234!, Hi Mom!, The Last Suga, Dandelions, dan Layung Temaram. Terdapat dua track yang diperdengarkan perdana lewat kompilasi mixtape ini, yaitu “The Headliner’ milik kelompok psychedelic ska The Dance Going On dan single teranyar Layung Temaram berjudul “Waktu”. Disamping itu, delapan lainnya adalah lagu-lagu yang menghiasi wajah skena lokal sepanjang akhir 2016-2017. Bagi Ronascent, kesepuluh track inilah yang representatif mewakili wajah industri musik bawah tanah di Surabaya setahun kebelakang.

Dalam rilisan kali tersebut, Ronascent bekerjasama dengan Digital Music University (DMU) untuk menangani sisi audio balancing. Dalam prosesnya, Nanda, audio engineer DMU memandang materi kompilasi ini punya warna yang beragam—sangat multigenre. Meski ada beberapa kendala seperti waktu dan penyetaraan kualitas audio, namun dengan kadar excitement yang tinggi, proses balancing pun bisa cepat teratasi.
Dengan rilisnya kompilasi “Reader is the Leader” ini sekaligus menambah koleksi mixtape bebas unduh milik Ronascent. Di tahun pertama muncul, tepatnya tahun 2013 Ronascent melempar “The First Step”. Setahun kemudian rilis kompilasi kedua “Safe and Sound” yang di bundling dengan Majalah “Surabaya Footnote 2014”. Dan terakhir, adalah kompilasi 2 side “Outtatime” di tahun 2016.

Tepat pada 4 Maret kemarin, album kompilasi “Reader is the Leader” sudah bisa diunduh secara gratis melalui situs www.ronascent.biz. Rilisnya kompilasi ini sekaligus menandakan hiatusnya media kami untuk beberapa saat. Meski kanal berita Ronascent sudah ditutup untuk beberapa waktu, namun pembaca masih bisa mengunjungi situs Ronascent dan menikmati suguhan 10 band menarik yang ada di kompilasi keempat. Di sela-sela itu, kami akan mempersiapkan amunisi baru untuk menyajikan kembali pemberitaan yang dibutuhkan pembaca dengan tampilan dan rasa konten yang baru. Jadi, selamat menikmati! (may/ron)

Dari kami,
untuk pembaca

————————————-

Executive Producer: Ian Darmawan
Producer: Agita Bela
Visual Concept & Artwork: Syamsur Rijal & Agastiko
Music Curator: Ronascent
Audio Balancing: Nanda DMU (Digital Music University)
Promotions: Nadia Maya, Arina Habaidillah, Tito Hilmawan
Digital Content: Rona Cendera

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

Entertainment

Live Session #30: Serona Senja – Penantian

Published

on

Live Session #30: Serona Senja – Penantian

Setelah berbulan madu dengan single pertamanya Menyambut Mentari, Serona Senja tampak mulai ancang-ancang menyiapkan lagu berikutnya. Termasuk juga album, di sela-sela Live Session ke-30 di Jozz Studio pada pertengahan bulan kemarin, band baru ini punya rencana untuk merampungkan debut albumnya di awal tahun depan. Sementara itu, dalam kesempatan sesi live bersama Ronascent dan Jozz Studio, Serona Senja membawakan track Penantian yang juga menjadi bagian dari debut albumnya.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

Gallery

Live Session #29: Layung Temaram – Kata Berparas Asa

Published

on

Live Session #29: Layung Temaram – Kata Berparas Asa

Lepas dari single perkenalannya ‘Pulang Rumah’, Layung Temaram kini mulai memperdengarkan satu lagu lagi, yakni ‘Kata Berparas Asa’. Meski belum dilepas secara resmi dengan audio yang ofisial, tapi band pop pendatang baru ini bekerjasama dengan Ronascent dan Jozz Studio untuk menampilkan lagu tersebut di Live Session ke-29.

Danu Diptya, penulis lagu ini coba menceritakan tentang kisah seorang anak yg jadi korban perceraian orang tuanya. “Akibat konflik itu, anak tersebut berusaha mencari sebuah harapan untuk tetap bertahan hidup dalam kondisi petualangannya yang berat,” ujarnya. Lagu ini sekaligus memperdengarkan format terbaru Layung Temaram yang bersama vokalis barunya Ayu Arismawati, serta bassis Noveriana Faridatun Aini.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

Surabaya