Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Tomorrow Is Ours Concert; Pesta Eksklusif Muveno

Published

on

Muveno-2B01

Kemasan masih menjadi yang paling utama, tidak peduli massa ataupun kualitas. Selama sebuah band mampu melenceng dari jalur yang ada, mereka layak mendapat perhatian lebih. Muveno, band alternatif rock Surabaya ini akhir pekan kemarin (24/1) menjadi sorotan publik hingga media. Bukan semata karena albumnya, melainkan kemasan acara launchingnya. Bertempatkan di XXI The Lounge Ciputra World, Muveno sukses menghadirkan event yang segar, eksklusif, dan apresiatif.

Sensasi merasakan sound out megah dengan tata cahaya eklektik ditambah visualisasi layar di balik panggung tanpa keringat dan asap rokok; sama persis ketika Firehouse, Steelheart, Mr.Big hingga Simple Plan kala tampil di Surabaya beberapa tahun lalu, bedanya ini adalah band lokal. Penonton diajak menikmati setlist dengan sound jernih bahkan sambil menikmati kopi panas. Beruntung Muveno masih mengusung alternatif rock ala Foo Fighters sampai Hoobastank jadi tidak ada headbanging atau yang lebih parah moshing. Ruangan ekslusif milik Bioskop XXI itu pun masih aman terkendali.

Muveno-2B02Dalam launchingnya tersebut, Muveno yang dimotori Irsan Yanuardi (vokal & gitar), Anggun Satria Supanji (drum), Denny (gitar) dan Ogmer (bass) ini memamerkan debut albumnya berjudul Tommorow Is Ours. Penuh keoptimisan di lagu-lagunya, seperti bahasan awal reportase ini, tidak perlu massa yang melimpah atau prestasi bahkan diskografi tahunan, pada intinya tidak perlu banyak wacana untuk membuat sebuah gebrakan. Bahkan untuk membuat event seeksklusif ini, Muveno membuat crowfundingyang berhasil mengumpulkan dana puluhan juta. Terbukti bahwa sebenarnya skena lokal masihlah apresiatif, hanya saja butuh pendekatan ekstra untuk itu.

Muveno tergolong berani, band sudah terbentuk delapan tahun silam ini bukan tipikal kolektif yang muncul di tiap gig, bisa dibilang mereka band pasif yang terhempas oleh kesibukan dunia nyata. Buktinya, delapan tahun mengudara baru satu album yang muncul. Pergerakannya cukup meresahkan kolektif aktif di Surabaya yang selama ini rajin melepas single tanpa kemasan. Gebrakan Muveno patut diacungi jempol ketika launching album yang mereka kemas benar-benar merepresentasikan musik bukan yang lainnya.

Foto: Dok.Muveno

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya