Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

10 Album Surabaya Paling Menyenangkan di Tahun 2014

Published

on

2014-2BLists

Bagi media, melewati akhir tahun selalu identik dengan editor choice atau sekadar berbagi list terbaik. Kami pun demikian, setelah bergelut melewati hiruk-pikuk scene lokal Surabaya yang memanas sejak awal hingga akhir 2014 akhirnya kami merangkum 10 album paling menyenangkan yang rilis tahun lalu. List ini tidak melulu menjadi yang terbaik di Kota Pahlawan, melainkan hanya pilihan dari redaksi kami agar bisa menjadi hiburan atau referensi semata. Berikut list pilihan Ronascent dan tidak lupa kami ucapkan selamat tahun baru 2015!

01. Headcrusher – Keos
Album yang memiliki kemasan artwork menyenangkan. Bahagia bisa membuka dan membolak-balik isi album yang penuh artwork trustkill. Materinya pun cukup menggetarkan kepala untuk headbanging mulai track awal sampai akhir yang ngebut.

 

02. Sebuah Tawa Dan Cerita – Thousand Skies
Album yang cukup ditunggu-tunggu dari kolektif post-hardcore paling mencuri perhatian lewat materi dan kualitasnya. Thousand Skies berhasil mempertanggungjawabkan kualitas Sebuah Tawa Dan Cerita selaku band metal yang cukup disegani saat ini.

 

03. Humi Dumi – I Am Ij Sin A
Sepanjang tahun nama mereka cukup jarang menghilang dari satu event ke event lain. Puncaknya adalah EP pertama I Am Ij Sin A; rilisan singkat menyenangkan, magis, manis, penuh imajinasi dengan klimaks yang tak terduga. Satu lagi, packaging albumnya terbilang unik.

 

04. Mooikite – Strange Invitation
Album yang konseptual. Masih belum menghilangkan kecenderungan luar angkasa, Mooikite bermain-main dengan pesawat luar angkasanya yang terdampar di planet liar. Nikmati juga masing-masing artwork di tiap lagunya.

 

05. Timeless – We Believe For What We Do Is Timeless
Dari hardcore punk beralih ke alternative rock. Timeless yang masih seumur jagung sepertinya harus berterima kasih lewat rilisan pertamanya ini. Nama mereka mulai diperbincangkan. Meski singkat, lagu-lagu menyenangkan muncul di album ini seperti Cold Summer dan Lonesome Street.

 

06. Methiums – Methiums
Proyek solo instrumental yang cukup rumit. Metal, djent dan progressive; meski hanya gitar yang terekam secara tidak digital, namun rilisan digital milik one man stand Arya Akbara ini cukup memberi nuansa baru di skena Surabaya.

 

07. Bvas – Agresi
Dalam waktu enam bulan, Bvas yang masih kemarin sore langsung melesat lewat EP Agresi. Lagu-lagu stoner dengan sound yang cukup vintage serta lirik emosional tentang hedonis mewarnai bulan kedua di tahun 2014.

 

08. Give Me Mona – Self Titled
Tidak banyak kolektif pop punk yang mencuat di tahun 2014 kemarin. Tidak berlebihan jika Give Me Mona jadi ikon pop punk terlebih lewat LP pertamanya ini. Dengan formasi anyar GMM masih menyajikan pop punk yang apa adanya; hura-hura; huru-hara; sampai problematika ringan.

 

09. Rêveur – Our First EP
Singkat dan galak. Dengan durasi tidak lebih dari tujuh menit, Rêveur berhasil memporak-porandakan pikiran pendengar lewat dentuman hardcore punk loud-soft, belum lagi vokalnya yang ganas menusuk gendang telinga menandakan emosi tanpa batas.

 

10. Silampukau – Sementara Ini
Silampukau kembali lagi setelah melewati masa vakum. Momen tersebut dirayakan melalui rilisan ulang EP pertama mereka Sementara Ini. Lagu-lagu folk yang sebenarnya cukup dirindukan, direkam apa adanya sembari menunggu rilisan baru mereka di tahun 2015.

 

Selengkapnya kalian bisa simak ulasan dan list akhir tahun kami di Magz Surabaya Footnote 2014 yang satu paket dengan Ronascent Compilation Vol.2. Info lebih lengkap bisa follow twitter @Ronascent.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Dialog Ibu & Anak Dalam “Berita Kehilangan” Milik Feast

Published

on

Artwork Berita Kehilangan yang dikerjakan Mikael Aldo & Baskara Putra. (Dok. Feast)

.Feast makin memantapkan posisinya sebagai band yang cukup responsif terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Usai klip Peradaban yang cukup frontal, kemarin (10/8) mereka kembali melempar lagu sekaligus klip baru berjudul Berita Kehilangan. Secara lirik, apa yang mereka tuliskan masih cukup sarkas, namun implisit. Bedanya, nuansa musik yang diperdengarkan sangat sesuai dengan klipnya; gelap, berduka, dan pemakaman.

Lagu Berita Kehilangan ini ditulis sendiri oleh vokalis mereka, Baskara Putra. Ia terinspirasi dari beberapa kasus kriminalisasi yang telah terjadi, salah satunya yang menimpa mendiang temannya Raafi Aga Winasya Benjamin tujuh tahun silam. Adapun sebuah surat milik orang tua korban kriminalisasi lainnya juga menjadi sumber inspirasi mereka, sekaligus sebagai bentuk empati terhadap kasus-kasus tersebut.

Selain audio dan video yang cukup membangkitkan ambient lagu, kehadiran Rayssa Dynta sebagai kolaborator justru makin mendramatisir. Tiap bait yang dinyanyikan .Feast dan juga Rayssa Dynta dibuat seperti dialog antara Ibu dan Anak. Dialog itu menggambarkan bagaimana seorang Ibu yang berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Begitupun sebaliknya, sang anak juga coba menguatkan Ibunya.

Single terbaru milik kolektif rock Ibukota ini sudah bisa dinikmati secara digital melalui layanan streaming Spotify, Joox, Apple Music, Deezer dan sejenisnya. Lalu untuk video klipnya bisa dinikmati lewat kanal Youtube ofisial atau IGTV milik .Feast.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

NEWS

Rilis Debut Album, Manic Monday Berkolaborasi Dengan 2 Musisi

Published

on

Formasi terkini Manic Monday. (Dok. Manic Monday)

Sempat tertunda cukup panjang, akhirnya debut album milik Manic Monday rilis pekan lalu (20/7). Kurang lebih berselang sekitar setahun setelah proses rekaman, Manic Monday memilih untuk mematangkan konsepnya terlebih dulu. Sampai akhirnye Issue dipilih jadi titel albumnya. Menurut mereka, nama Issue disepakati bersama sebagai jawaban dari pembuktian eksistensi Manic Monday.

Dalam album tersebut, Manic Monday menyematkan 10 lagu, dua diantaranya mereka berkolaborasi dengan Kiky dari The Flins Tone serta Kecenk dari Fraud. Jagoan pertama mereka ialah I Know I Can yang sudah diperdengarkan lewat video klipnya sejak awal 2017 lalu. Secara keseluruhan album ini bercerita tentang perasaan, karakter, dan ego setiap orang. Musiknya sendiri masih tetap dikemas alternatif, dengan distorsi dan ketukan drum-nya yang upbeat. Rilisan Grounderz Records tersebut sudah bisa diputar di kanal digital seperti Joox dan Spotify.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

FEATURES

Ternyata Tidak ‘Selamanya’ Seringai Absen Rilis Video Klip

Published

on

Behind the scene pembuatan klip Selamanya. (Foto: Rigel Haryanto)

Pada era album Serigala Militia yang rilis 2007 silam, saat itu Seringai melempar tiga video klip. Ketiganya ialah Citra Natural, Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan), dan Serigala Militia. Lima tahun berselang, Arian13 cs absen dalam merilis klip meskipun album saat itu mereka punya gaco baru; album Taring yang cukup melejit. Dan sekarang, setelah 10 tahun absen merilis klip, band Ibukota ini akhirnya kembali menyelesaikan klip yang sekaligus jadi single teranyar mereka berjudul Selamanya.

Selamanya, lagu yang rilis pekan lalu itu mengambil konsep ‘Wahana Pesta Seringai’; gambaran minimalis yang seakan menyampaikan ke pendengar jika Seringai masih akan terus menerus menghibur. Ide itu datangnya dari Surya Adi Susianto, sutradara klip yang juga pernah menangani video musik dari Kunto Aji, Morfem, Ramengvrl, dan Lawless Vomit Crew. “(dalam klip ini) Seringai digambarkan bakal menghibur tiap pengunjung yang naik ke bus dan bersenang-senang bersama mereka sembari berkeliling kota, dan begitu seterusnya,” jelas Seringai melalui rilis pers yang Ronascent terima.

Pasca klip ini, Seringai berencana merilis album keempatnya berjudul Seperti Api yang akan dirilis via High Octance Production. Menurut Wendi Putranto, albumnya akan selesai produksi dalam waktu dekat. Pastinya, akan ada 11 lagu yang diproduseri sendiri oleh gitaris mereka, Ricky Siahaan. Selain diproduseri personil sendiri, cover album Seperti Api juga dikerjakan oleh vokalis mereka, Arian13. Tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, Seringai masih gemar berbicara tentang isu sosial, sambil sesekali berbicara tentang sci-fi. Bahkan mereka juga berkolaborasi dengan solois, Danilla Riyadi. Jadi, silahkan ditunggu. Kemungkinan bulan depan.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya